Semarang – Mangrove Tag. Mangrove Tag kembali melaksanakan program pemantauan mangrove di Semarang Mangrove Center (SMC), Jawa Tengah (Jateng). Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan untuk memastikan bibit mangrove dapat tumbuh dengan baik serta optimal. Pemantauan kali ini dilaksanakan untuk memantau bibit mangrove dari Program Tanam Pantau Mangrove Tag Kepada Bina Bangsa School (BBS), tiga bulan waktu yang lalu. (22/4/2026).
Mangrove Tag yang diwakili oleh Bambang J. Laksono (Staf Koordinator Hubungan Masyarakat dan Lapangan) dan Rena Sagita (Staf Hubungan Masyarakat dan Lapangan) mulai melakukan pemantauan, yaitu penyulaman dan monitoring dan evaluasi (monev) pada pukul 09.00 WIB.
Kegiatan pemantauan mangrove terdiri atas dua kegiatan utama, yaitu penyulaman dan monev. Penyulaman merupakan kegiatan mengganti bibit yang gagal tumbuh dengan bibit baru yang telah disiapkan sebelumnya, yaitu sebesar 30% dari total bibit pada awal penanaman.
Sedangkan monev bibit mangrove merupakan proses pengawasan untuk menilai keberhasilan program rehabilitasi mangrove. Proses ini mencakup pengamatan terhadap jumlah bibit yang berhasil tumbuh dan gagal tumbuh, penghitungan persentase kelulushidupan (survival rate), dan penghitungan persentase pertumbuhan (growth rate) bibit mangrove di lokasi penanaman.
Hasil dan data yang diperoleh menjadi dasar untuk mengevaluasi efektivitas metode penanaman dan menentukan langkah perbaikan, seperti penyulaman bibit yang mati untuk memastikan keberhasilan rehabilitasi ekosistem mangrove.

Bibit mangrove setelah kegiatan penyulaman.
Pemantauan ini juga bertujuan untuk mengenali potensi masalah sejak awal, misalnya serangan hama, abrasi, atau faktor lingkungan yang kurang ideal. Lebih lanjut, data hasil pemantauan dimanfaatkan untuk menilai dan meningkatkan metode penanaman agar lebih optimal. Informasi yang terkumpul juga menjadi acuan untuk laporan dan pertanggungjawaban kepada pihak terkait.
“Pada hari ini kami kembali melaksanakan kegiatan pemantauan setalah tahap penanaman yang dilaksanakan tiga bulan yang lalu. Pemantauan kali ini dilakukan pada bibit mangrove hasil penanaman oleh Bina Bangsa School (BBS) sebanyak 150 bibit mangrove,” ujar Fitriya. “Hasil pemantauan juga menunjukkan hasil yang sangat baik di mana nilai persentase kelulushidupan mencapai 87,33% dan nilai persentase pertumbuhan sebesar 6,38%. Hasil tersebut memenuhi standar keberhasilan rehabilitasi mangrove kategori sangat baik. Hal tersebut dapat dikatakan baik juga dikarenakan kondisi pesisir yang sangat dinamis,” tambahnya.
Hasil menunjukkan bahwa persentase kelulushidupan bibit mangrove tergolong tinggi, yaitu sebesar 87,33%. Nilai tersebut termasuk dalam kategori sangat baik karena telah melampaui standar keberhasilan rehabilitasi mangrove (≥80%).
Capaian ini tetap menunjukkan hasil yang sangat baik, mengingat kondisi kawasan pesisir yang sangat dinamis. Sedangkan nilai persentase pertumbuhan menunjukkan nilai sebesar 6,38%, yang menunjukkan ketinggian naik sebesar nilai tersebut setelah tiga bulan penanaman.
Keseluruhan kegiatan yang berakhir pada pukul 11.00 WIB ini berjalan dengan baik dan lancar yang diakhiri dengan pendokumentasian kegiatan di lapangan untuk pembuatan laporan. (ADM/ARH/BJL/AP).