Bisa Tebus Jejak Emisi Karbon di Bumi, Hasil Pemantauan-Mangrove Bulan ke-3 Mangrove Tag April 2026: Persentase Kelulushidupan Bibit Mangrove amartha.org di Bantul Capai 99,14%

Bantul – Mangrove Tag. Tim Mangrove Tag kembali melaksanakan kegiatan pemantauan bibit mangrove, pemantauan dilaksanakan dalam rangka memastikan bibit mangrove dapat memiliki fase pertumbuhan yang baik dan berkelanjutan hingga membentuk tegakan mangrove yang sehat. Pemantauan kali ini dilaksanakan untuk bibit mangrove yang telah ditanam tiga bulan lalu pada Program Pendampingan Penanaman dan Pemantauan 5.000 Bibit Mangrove kepada amartha.org di kawasan pesisir Pantai Baros, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. (17/4/2026). 

Pemantauan yang dilaksanakan terdiri atas dua kegiatan utama, yaitu penyulaman dan monitoring dan evaluasi (monev). Penyulaman merupakan penggantian bibit yang gagal tumbuh dengan bibit yang baru dalam rangka menjaga persentase kelulushidupan bibit mangrove. 

Sedangkan kegiatan monev merupakan proses pengambilan komponen data, meliputi jumlah bibit gagal tumbuh, jumlah bibit tumbuh, tinggi bibit pada saat pemantauan, persentase kelulushidupan, dan persentase pertumbuhan. Hasil data yang diperoleh nantinya akan menjadi bahan evaluasi atau acuan berkaitan tahapan selanjutnya pada bibit mangrove. 

Selain itu, pemantauan bibit mangrove merupakan kegiatan untuk menilai perkembangan dan memantau persentase kelulushidupan dan pertumbuhan bibit mangrove yang telah ditanam. Proses ini dilakukan secara berkala untuk mengetahui kondisi bibit, mendeteksi gangguan sejak dini, seperti serangan hama, abrasi, atau perubahan lingkungan, serta mengevaluasi efektivitas metode penanaman. 

Proses pemantauan kali ini, Mangrove Tag diwakili oleh Fitriya A. Setyani (Staf Hubungan Masyarakat dan Lapangan) dan Yuzra Novrian (Staf Operasional Media) yang melaksanakan pemantauan pada bulan ke-3 ini. 

Kondisi bibit mangrove di kawasan Pantai Baros, Bantul.

Hasil pemantauan tersebut, digunakan sebagai dasar untuk melakukan tindakan keberlanjutan pemantauan atau tindakan perbaikan, seperti melanjutkan tahapan lanjutan secara berkala atau relokasi ke tempat yang lebih aman. Hasil ini juga akan menjadi acuan dalam pelaporan atau pertanggungjawaban program rehabilitasi ekosistem mangrove. 

Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa bibit mangrove yang telah ditanam mampu tumbuh dengan sangat baik, dengan persentase kelulushidupan mencapai 99,14%. Nilai tersebut termasuk dalam kategori sangat baik, karena melampaui standar keberhasilan rehabilitasi mangrove dengan rentang ≥80%. Capaian ini menjadi signifikan mengingat kondisi kawasan pesisir yang sangat dinamis. 

Sedangkan nilai persentase pertumbuhan bibit mangrove mencapai 20,79% setelah tiga bulan dari tinggi bibit pada saat penanaman. 

“Pada hari ini, kami Tim Mangrove Tag melaksanakan kegiatan pemantauan bulan ke-3 untuk hasil penanaman oleh amartha.org, hasil pemantauan menunjukkan kondisi bibit mangrove yang cukup baik, di mana dari 5.000 bibit mangrove yang telah ditanam, 4.957 bibit di antaranya dapat hidup dengan baik setelah dilaksanakan kegiatan penyulaman dari 30% bibit keseluruhan,” kata Fitriya. “Kemudian, jumlah bibit yang gagal tumbuh sebanyak 43 menunjukkan bahwa bibit tersebut gagal menyesuaikan diri dengan lingkungan dan adanya dinamika pesisir yang membuat tidak dapat tumbuh secara maksimal. Hasil ini menunjukkan kegiatan rehabilitasi mangrove berhasil dengan metode yang telah dilaksanakan,” jelasnya. 

Keseluruhan kegiatan berjalan dengan baik dan lancar yang ditutup dengan pendokumentasian kegiatan untuk pelaporan program rehabilitasi ekosistem mangrove. (ADM/ARH/FAS/AP).