Seremonial Penyerahan Bibit Mangrove oleh PT PGN Tbk di Muara Gembong, Bekasi

Hapus Jejak Emisi Karbon di Bumi, Mangrove Tag Lakukan Pendampingan Penanaman dan Pemantauan 5.000 Bibit Mangrove kepada PT Perusahaan Gas Negara Tbk di Kabupaten Bekasi

Bekasi – Mangrove Tag. Dalam rangka program pendampingan penanaman dan pemantauan bibit mangrovenya, Mangrove Tag kembali sukses melakukan pendampingan kepada PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PT PGN Tbk). Pada penanaman dan pemantauan bibit mangrove kali ini, sebanyak 3.500 bibit mangrove jenis Rhizophora mucronata sukses ditanam di pesisir Kampung Belukbuk, Desa Pantai Bahagia dan Ujung Beting, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi dan akan direncanakan penanaman lanjutan sebanyak 1.500 bibit mangrove di kawasan Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi. (24-25/11/2025). 

Kegiatan berlangsung mulai pukul 10.00–13.00 WIB. Kegiatan hari pertama dilaksanakan kegiatan penanaman bibit mangrove bersama yang dilaksanakan oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Aliansi Pemuda-Pemudi Bahagia Tangguh (ALIPBATA), IKAMaT, dan PT PGN Tbk. 

Kemudian kegiatan hari kedua dilanjutkan dengan kegiatan seremonial resmi penanaman dan pemantauan 5.000 bibit mangrove. Kegiatan dimulai dengan registrasi peserta dan tamu undangan yang hadir. Kegiatan penanaman dan pemantauan ini dihadiri oleh Mangrove Tag, Pokdarwis ALIPBATA, PT PGN Tbk, Pemerintah Desa Pantai Bahagia, dan masyarakat sekitar. 

Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan pembukaan acara oleh Master of Ceremony (MC) yaitu Faradian N. Hapsari (Manajer Keuangan dan Operasional), serta dilanjutkan dengan sambutan-sambutan yang disampaikan oleh perwakilan Mangrove Tag, Pokdarwis ALIPBATA, Pemerintah Desa Pantai Bahagia, dan PT PGN Tbk. 

Sambutan oleh Aca Suganto selaku Ketua Pokdarwis ALIPBATA.

“Pertama-tama saya ucapkan terima kasih kepada PT PGN Tbk yang telah ikut berkontribusi dalam pelestarian ekosistem pesisir, khususnya ekosistem mangrove. IKAMaT dalam hal ini merupakan yayasan nirlaba yang bermula dari kegiatan mahasiswa di Universitas Diponegoro yang kemudian mendirikan yayasan yang berfokus pada upaya meningkatkan kesehatan ekosistem mangrove dan mewujudkan kemakmuran masyarakat di wilayah pesisir,” kata Paspha G.M. Putra (Manajer Hubungan Masyarakat dan Lapangan). “Ekosistem mangrove di Indonesia memiliki luasan terbesar di dunia, tetapi di lain sisi laju degradasi ekosistem mangrove sangat tinggi. Oleh karena itu harapannya upaya rehabilitasi ini dapat membantu mencegah laju degradasi yang sangat tinggi tersebut dan membantu upaya mencegah bencana di wilayah pesisir dengan manfaatnya yang sangat besar,” tambahnya. 

Aca Sugianto (Pokdarwis ALIPBATA) menyampaikan bahwa Pokdarwis ALIPBATA terbentuk karena keprihatinan terhadap bencana abrasi besar yang terjadi pada Tahun 2010, di mana sebagian wilayah Muara Gembong hilang dan terendam. Oleh karena itu, Pokdarwis ALIPBATA mencoba berbagai solusi untuk mencegah hal itu terjadi kembali, salah satunya dengan melaksanakan kegiatan penanaman mangrove. Melalui Pokdarwis ALIPBATA juga mencoba berbagai cara untuk menyampaikan aspirasi kepada pemerintah. Harapannya dengan program kegiatan penanaman mangrove yang dilaksanakan oleh PT PGN Tbk dan IKAMaT dapat membantu upaya mencegah dampak abrasi dan bencana di wilayah Desa Pantai Bahagia. 

Sambutan oleh Rikrik Gantina perwakilan dari PT PGN Tbk.

“Kami mewakili PT PGN Tbk melalui kegiatan penanaman dan pemantauan bibit mangrove berharap dapat bermanfaat dalam mencegah abrasi yang telah terjadi di Muara Gembong ini. Kita harus menyelamatkan wilayah yang masih bertahan ini agar garis pantainya dapat bertahan,” jelas Rikrik Gantina (PT PGN Tbk). “Oleh karena itu, kami mencoba melaksanakan penanaman mangrove di beberapa wilayah di Indonesia dengan karakter pesisir rawan yang kritis dan memeiliki urgensi untuk dibantu dalam pencegahan abrasi. Harapannya dengan penanaman ini dapat mencegah terjadinya bencana pesisir dan dapat dimanfaatkan bagi masyarakat sekitar dalam beberapa fungsi yang telah disampaikan tadi. PT PGN Tbk juga berharap dapat melaksanakan kegiatan ini secara berkelanjutan pada tahun-tahun kedepannya,” jelasnya lebih lanjut. 

Setelah sambutan-sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian edukasi mangrove oleh Agape L. Anthoni (Staf Hubungan Masyarakat dan Lapangan) yang memberikan edukasi mengenai pengertian dasar, jenis-jenis, fungsi, dan manfaat mangrove, baik secara fisik, ekologi, dan ekonomi, serta peranan ekosistem mangrove dalam mitigasi perubahan iklim. 

Proses penanaman bibit mangrove secara simbolis di Kampung Belukbuk, Muara Gembong, Bekasi.

Agape juga menjelaskan bahwa ekosistem hutan mangrove memiliki kemampuan menyimpan karbon tiga hingga lima kali lebih besar dibandingkan dengan hutan hujan tropis di darat sehingga berperan penting dalam menghapus jejak emisi karbon di bumi. Kegiatan dilanjutkan dengan seremonial dan simbolisasi penyerahan bibit dan penanaman bersama di lokasi penanaman Desa Pantai Bahagia. .

“Penanaman ini merupakan pengalaman pertama sehingga saya cukup antusias untuk mengikuti kegiatan penanaman bibit mangrove ini. Medan penanaman juga cukup menantang bagi saya karena air yang cukup tinggi,” kesan Rafi Khalifah (PT PGN Tbk). “Semoga dengan adanya kegiatan penanaman bibit mangrove ini dapat membantu mencegah dampak bencana abrasi dan sebagai upaya mitigasi perubahan iklim,” tambahnya.

Kegiatan berlangsung dengan lancar dan baik, serta ditutup dengan foto bersama setelah penanaman. (ADM/ARH/AP).