Brebes – Mangrove Tag. Mangrove Tag kembali sukses melakukan kegiatan program pemantauan bbit mangrove di kawasan Mangrove Pandansari, Desa Kaliwlingi, Brebes. Kegiatan ini, dilakukan untuk mengetahui persentase kelulushidupan dan pertumbuhan mangrove sebagai hasil dari Program Pendampingan Penanaman dan Pemantauan 30.000 Mangrove yang sudah dilakukan oleh Mangrove Tag kepada PT Indonesia Morowali Industrial Park (PT IMIP), tiga bulan yang lalu. (27/11/2025).
Pemantauan mangrove kali ini merupakan pemantauan pertama yang dilaksanakan pada bulan ke-3 setelah penanaman. Pemantauan yang dilaksanakan meliputi berbagai kegiatan, yaitu monitoring dan evaluasi (monev) dan penyulaman.
Monev memiliki tujuan untuk menilai keberhasilan penanaman dan memastikan mangrove dapat tumbuh optimal. Sementara itu, penyulaman dilakukan dalam rangka mengganti propagul yang gagal tumbuh dengan propagul yang baru dengan harapan dapat meningkatkan persentase kelulushidupan mangrove dalam Program Tanam dan Pantau.
Kegiatan ini juga berfungsi untuk mengidentifikasi masalah sejak dini, seperti gangguan hama, abrasi, atau kondisi lingkungan yang tidak mendukung. Selain itu, hasil pemantauan digunakan untuk mengevaluasi dan memperbaiki metode penanaman agar lebih efektif. Data yang diperoleh juga menjadi dasar pelaporan dan pertanggungjawaban kepada pihak terkait.

Proses penghitungan persentase pertumbuhan dengan latar mangrove yang pecah daun.
Sebagai informasi, metode penanaman yang dilakukan adalah metode secara langsung. Metode tersebut adalah salah satu cara penanaman mangrove secara langsung dengan cara menancapkan propagul mangrove di lokasi penanaman tanpa harus melalui pembibitan. Metode ini memiliki tujuan agar mangrove dapat beradatapsi secara alami dari fase pecah daun hingga tumbuhnya akar sehingga mangrove nantinya dapat beradaptasi lebih mudah dengan lokasi tumbuhnya.
Mangrove Tag yang diwakili oleh Bambang J. Laksono (Staf Koordinator Hubungan Masyarakat dan Lapangan) dan Agape L. Anthoni (Staf Hubungan Masyarakat dan Lapangan) bersama Alfredo dan Adrian (PT IMIP) dibantu oleh Kelompok Masyarakat Pelestari Hutan Pesisir (KMPHP) Mangrovesari mulai melakukan pemantauan pada pukul 08.00 WIB.
Kegiatan monev mangrove merupakan proses pengawasan dan penilaian untuk melihat kondisi mangrove yang telah ditanam, seperti melihat jumlah propagul yang tumbuh dan gagal tumbuh, persentase kelulushidupan (survival rate), persentase pertumbuhan tinggi (growth rate), dan jumlah daunnya dari penanaman mangrove yang telah dilakukan di suatu lokasi tertentu.

Pemantauan dengan bantuan drone.
Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa kondisi mangrove yang sudah ditanam oleh Mangrove Tag dan PT IMIP di Brebes berhasil tumbuh baik dengan persentase kelulushidupan sebesar 79,38%, di mana nilai tersebut masih termasuk nilai yang baik untuk penanaman mangrove dengan standar 60%, dikarenakan kawasan pesisir yang sangat dinamis. Sedangkan nilai persentase pertumbuhan mangrove mencapai 26,76%.
“Hari ini, tim Mangrove Tag bersama PT IMIP dan didampingi KMPHP Mangrovesari melakukan kegiatan pemantauan 30.000 mangrove pada bulan ke-3. Pemantauan dilaksanakan untuk mengetahui kondisi mangrove, serta menghitung persentase kelulushidupan dan pertumbuhannya dari penanaman propagul tiga bulan yang lalu,” kata Agape. “Hasil dari pemantauan hari ini menunjukkan nilai yang baik, hasil persentase kelulushidupan sebesar 79,38% dengan rincian 23.814 propagul berhasil tumbuh dan mengalami fase pecah daun, dengan persentase pertumbuhan sebesar 26,76%,” lanjutnya.
Keseluruhan kegiatan penanaman dan pemantauan mangrove berlangsung dengan baik dan lancar yang ditutup dengan pendokumentasian kegiatan untuk pelaporan kepada mitra. (ADM/ARH/ BJL/ALA/AP).