Semarang – Mangrove Tag. Setelah enam bulan dilaksanakan progam penanaman bibit mangrove, kegiatan selanjutnya yang dilakukan adalah pemantauan. Mangrove Tag dalam hal ini, kembali sukses melakukan kegiatan program pemantauan bibit mangrove di Semarang Mangrove Center (SMC), Jawa Tengah (Jateng). Pemantauan kali ini dilaksanakan untuk memantau bibit PT Infometro Mediatama dan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk. (19/6/2025).
Kegiatan ini, dilakukan untuk mengetahui persentase kelulushidupan dan pertumbuhan bibit mangrove sebagai hasil dari Program Pendampingan Penanaman dan Pemantauan 5.000 Bibit Mangrove yang sudah dilakukan oleh Mangrove Tag kepada PT Infometro Mediatama dan PT PGN Tbk, enam bulan yang lalu.
Pemantauan bibit mangrove kali ini merupakan pemantauan kedua yang dilaksanakan pada bulan ke-6 setelah penanaman, serta akan dilanjutkan sampai bulan ke-12 atau tahun ke-1.
Pemantauan yang dilakukan mencakup dua kegiatan utama, yaitu monitoring dan evaluasi (monev) dan penyulaman. Monev bertujuan menilai tingkat keberhasilan penanaman dan memastikan bibit mangrove dapat tumbuh secara optimal.
Sementara itu, penyulaman dilakukan untuk mengganti bibit yang gagal tumbuh dengan bibit baru sehingga persentase kelulushidupan bibit mangrove dapat meningkat.
Kegiatan ini juga bertujuan mengidentifikasi potensi masalah sejak dini, seperti gangguan hama, abrasi, atau kondisi lingkungan yang kurang mendukung.
Selain itu, hasil pemantauan dimanfaatkan untuk mengevaluasi dan menyempurnakan metode penanaman agar lebih efektif. Data yang terkumpul menjadi dasar penyusunan laporan serta pertanggungjawaban kepada pihak terkait.
Mangrove Tag yang diwakili oleh Agape L. Anthoni (Staf Hubungan Masyarakat dan Lapangan) dan Bambang J. Laksono (Staf Koordinator Hubungan Masyarakat dan Lapangan) mulai melakukan pemantauan pada pukul 09.00 WIB.
Kondisi bibit mangrove setelah bulan ke-6 penanaman.
Kegiatan monev bibit mangrove merupakan proses pengawasan dan penilaian untuk melihat kondisi mangrove yang telah ditanam, seperti melihat jumlah bibit yang tumbuh dan gagal tumbuh, persentase kelulushidupan (survival rate), dan persentase pertumbuhan tinggi (growth rate) dari penanaman bibit mangrove yang telah dilakukan di suatu lokasi tertentu.
Hasil kegiatan menunjukkan bahwa bibit mangrove yang telah ditanam mampu tumbuh dengan baik, dengan persentase kelulushidupan sebesar 60%. Persentase ini tergolong baik, mengingat keberhasilan rehabilitasi mangrove umumnya dinilai melalui tingkat kelulushidupan yang berada pada kisaran 60–100%. Capaian ini juga dipengaruhi oleh kondisi lingkungan pesisir yang jauh lebih dinamis dibandingkan dengan lingkungan tumbuhan darat.
Hasil pemantauan menjadi baik karena tidak terlepas dari upaya untuk melaksanakan kegiatan penyulaman sehingga bibit yang gagal tumbuh dapat diganti dengan bibit yang baru, dalam upaya untuk meningkatkan persentase kelulushidupannya.
“Pemantauan kali ini merupakan pemantauan yang dilakukan untuk memastikan bibit mangrove hasil penanaman yang dilaksanakan enam bulan lalu oleh PT Infometro Mediatama dan PT PGN Tbk memiliki persentase kelulushidupan yang tinggi. Pemantauan berfokus pada monev dan penyulaman pada kondisi bibit selama enam bulan ini,” kata Agape. “Dari hasil pemantauan, didapatkan bahwa persentase kelulushidupan memiliki nilai yang sempurna, yaitu 60%,” tambahnya.
Keseluruhan kegiatan pemantauan mangrove berlangsung dengan baik dan lancar yang ditutup dengan pendokumentasian kegiatan untuk pelaporan kepada mitra. (ADM/ARH/AP).