Bisa Hapus Jejak Emisi Karbon di Bumi, Hasil Pemantauan-Mangrove Bulan ke-6 Mangrove Tag Mei 2025: Persentase Kelulushidupan Bibit Mangrove PT Permata Graha Nusantara di SMC Jateng, Semarang Capai 100%

Semarang – Mangrove Tag. Setelah enam bulan dilaksanakan progam penanaman bibit mangrove, kegiatan selanjutnya yang dilakukan adalah pemantauan. Mangrove Tag dalam hal ini, kembali sukses melakukan kegiatan program pemantauan bibit mangrove di Semarang Mangrove Center (SMC), Jawa Tengah (Jateng). (26/5/2025). 

Dari penanaman yang telah dilaksanakan, PT Permata Graha Nusantara (PGNMAS) berkomitmen untuk memastikan persentase kelulushidupan bibit mencapai 100% sehingga pertumbuhan dapat optimal. Dengan kelulushidupan yang sempurna, bibit mangrove diharapkan mampu menyimpan karbon secara lebih efektif. Maka, untuk menyukseskan komitmen tersebut, dilaksanakan kegiatan pemantauan bulan ke-6 setelah penanaman. 

Kegiatan ini, dilakukan untuk mengetahui persentase kelulushidupan dan pertumbuhan bibit mangrove sebagai hasil dari Program Pendampingan Penanaman dan Pemantauan 3.000 Bibit Mangrove yang sudah dilakukan oleh Mangrove Tag kepada PGNMAS, enam bulan yang lalu. 

Pemantauan bibit mangrove kali ini merupakan pemantauan kedua yang dilaksanakan pada bulan ke-6 setelah penanaman, serta akan dilanjutkan sampai bulan ke-36 atau tahun ke-3. 

Kondisi bibit mangrove tampak dekat.

Pemantauan yang dilakukan mencakup dua kegiatan utama, yaitu monitoring dan evaluasi (monev) dan penyulaman. Monev bertujuan menilai tingkat keberhasilan penanaman dan memastikan bibit mangrove dapat tumbuh secara optimal. Sementara itu, penyulaman dilakukan untuk mengganti bibit yang gagal tumbuh dengan bibit baru sehingga persentase kelulushidupan bibit mangrove dapat meningkat.

Kegiatan ini juga bertujuan mengidentifikasi potensi masalah sejak dini, seperti gangguan hama, abrasi, atau kondisi lingkungan yang kurang mendukung. Selain itu, hasil pemantauan dimanfaatkan untuk mengevaluasi dan menyempurnakan metode penanaman agar lebih efektif. Data yang terkumpul menjadi dasar penyusunan laporan serta pertanggungjawaban kepada pihak terkait. 

Mangrove Tag yang diwakili oleh Agape L. Anthoni (Staf Hubungan Masyarakat dan Lapangan) dan Bambang J. Laksono (Staf Koordinator Hubungan Masyarakat dan Lapangan) mulai melakukan pemantauan pada pukul 08.00 WIB. 

Kondisi bibit keseluruhan yang hijau dan segar.

Kegiatan monev bibit mangrove merupakan proses pengawasan dan penilaian untuk melihat kondisi mangrove yang telah ditanam, seperti melihat jumlah bibit yang tumbuh dan gagal tumbuh, persentase kelulushidupan (survival rate), persentase pertumbuhan tinggi (growth rate), diameter batang, dan jumlah daun dari penanaman bibit mangrove yang telah dilakukan di suatu lokasi tertentu. 

Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa kondisi bibit mangrove yang sudah ditanam berhasil tumbuh baik dengan persentase kelulushidupan yang sempurna, sebesar 100%. Sedangkan nilai persentase pertumbuhan bibit mangrove mencapai 45,24%. 

“Pemantauan kali ini merupakan pemantauan yang dilakukan untuk memastikan bibit mangrove hasil penanaman yang dilaksanakan enam bulan lalu oleh PGNMAS memiliki kelulushidupan yang tinggi. Pemantauan berfokus pada monev dan penyulaman pada kondisi bibit selama enam bulan ini,” kata Agape. “Dari hasil pemantauan, didapatkan bahwa persentase kelulushidupan memiliki nilai yang sempurna, yaitu 100% dan nilai persentase pertumbuhan bibit mangrove mencapai 45,24% dari tinggi pada saat penanaman,” lanjutnya. 

Keseluruhan kegiatan pemantauan mangrove berlangsung dengan baik dan lancar yang ditutup dengan pendokumentasian kegiatan untuk pelaporan kepada mitra. (ADM/ARH/BJL/AP).