Penanaman 5.000 Bibit Mangrove oleh Amartha di Yogyakarta

Tebus Jejak Emisi Karbon di Bumi, Mangrove Tag Lakukan Pendampingan Penanaman dan Pemantauan 5.000 Bibit Mangrove kepada amartha.org di Pantai Baros, Yogyakarta

Bantul – Mangrove Tag. Dalam program Tanam Pantau-nya Mangrove Tag sukses melaksanakan pendampingan penanaman dan pemantauan bibit mangrove kepada amartha.org dalam rangka melestarikan lingkungan dan memberdayakan masyarakat sekitar dengan inisiatif penanaman bibit mangrove dengan acara Grow For Good: Conserving Nature, Empowering Communities. Pada penanaman dan pemantauan bibit mangrove kali ini, sebanyak 5.000 bibit mangrove jenis Rhizophora mucronata sukses ditanam di kawasan Pantai Baros, Kelurahan Tirtohargo, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). (6/12/2025).

Kegiatan berlangsung pada pukul 08.00–12.05 WIB dan diikuti oleh 80 peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Acara diawali dengan rangkaian sambutan. Sambutan pertama disampaikan oleh Aria Widyanto (Chairman amartha.org). 

Sambutan oleh Chairman amartha.org, Aria Widyanto.

Aria menyampaikan bahwa kegiatan penanaman bibit mangrove ini merupakan bagian dari inisiatif amartha.org, sebuah yayasan yang didirikan oleh Amartha pada tahun 2022. Yayasan ini menjalankan berbagai program kesejahteraan berkelanjutan di bidang pendidikan, lingkungan, dan sosial. Melalui kegiatan ini, Grow For Good, amartha.org juga memiliki tujuan untuk melestarikan lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat pesisir yang terdampak perubahan iklim. 

“Amartha dalam hal ini amartha.org sebagai lembaga yayasan yang bergerak di bidang sosial berupaya membantu meningkatkan ketahanan masyarakat melalui kegiatan penanaman 5.000 bibit mangrove sebagai langkah mitigasi dampak dari perubahan iklim,” kata Aria. “Dampak perubahan iklim ini dapat memengaruhi aktivitas ekonomi masyarakat pesisir sehingga perlu dilakukan tindakan dengan melibatkan masyarakat dan komunitas agar dapat berlangsung secara berkelanjutan,” tambahnya.

Sambutan oleh Bupati Bantul, Abdul H. Muslih.

Bupati Bantul, Abdul H. Muslih hadir dan menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan yang penanaman bibit mangrove yang dilaksanakan dengan kolaborasi lintas pihak ini. Harapannya kegiatan dengan kerja sama berbagai pihak ini dapat berjalan lebih efektif dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup dan mencegah terjadinya abrasi. 

“Kami dari pemerintah daerah mengucapkan apresiasi kepada amartha.org dan para pihak yang bekerja sama dalam terselenggaranya kegiatan ini. Harapannya dengan kegiatan ini dapat membuka rantai ekonomi baru di masyarakat pesisir Bantul ini,” jelas Bupati. “Dengan banyaknya peserta dari kalangan generasi muda atau Gen Z, harapannya kegiatan ini juga menjadi wadah edukasi tentang pentingnya menjaga lingkungan secara keberlanjutan,” lanjutnya. 

Dialog interaktif dari dengan tema Menjaga Bumi, Menggerakkan Ekonomi.

Ganis R. Efendi (Direktur Utama) juga menyampaikan bahwa kolaborasi dari berbagai pihak menjadi langkah yang penting dalam membantu pemulihan ekosistem mangrove yang dari tahun ke tahun mengalami degradasi sehingga dirasakan langsung oleh masyarakat dan berpotensi menekan aktivitas ekonomi di masyarakat. 

Setelah sambutan selesai, kemudian dilaksanakan simbolisasi penyerahan bibit mangrove oleh amartha.org, Bupati Bantul, IKAMaT, dan Kelompok Pemuda Pemudi Baros (KP2B). 

Kegiatan dilanjutkan dengan dialog interaktif, dengan tema “Menjaga Bumi, Menggerakkan Ekonomi” yang diikuti oleh Aria Widyanto, Ganis R. Efendi, dan Wawan W. A. Susanto (Sie Konservasi KP2B). 

Foto bersama sebelum dilaksanakan penanaman bibit mangrove bersama.

Rena Sagita (Staf Hubungan Masyarakat dan Lapangan) kemudian memberikan edukasi mangrove mulai dari pengertian, jenis-jenis dan spesies, syarat dan habitat hidup, fungsi, dan manfaat dari mangrove. Selain itu, dijelaskan juga mengenai tata cara penanaman bibit mangrove agar bibit mangrove yang telah ditanam memiliki persentase kelulushidupan yang tinggi.

Kegiatan dilanjutkan dengan berjalan menuju lokasi penanaman bibit mangrove bersama-sama di wilayah pesisir Pantai Baros yang berlangsung penuh semangat dari para peserta. Para peserta berharap agar bibit mangrove yang mereka tanam dapat bermanfaat bagi wilayah pesisir ini. 

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan baik dan lancar, serta ditutup dengan bersih diri dan makan bersama.

Penutupan kegiatan ini menjadi penanda komitmen bersama seluruh pihak yang terlibat untuk terus berkontribusi dalam upaya pelestarian ekosistem mangrove dan penguatan ketahanan masyarakat pesisir secara berkelanjutan. (ADM/ARH/FAS/AP).