Proses Pemantauan Bulan ke-6 PT Widar Mandripa Nusantara 1

Bisa Tebus Jejak Emisi Karbon di Bumi, Hasil Pemantauan-Mangrove Bulan ke-6 Mangrove Tag Januari 2026: Persentase Kelulushidupan Bibit Mangrove PT Widar Mandripa Nusantara di Demak Capai 100%

Demak – Mangrove Tag. Mangrove Tag kembali sukses laksanakan kegiatan lanjutan dari Program Pendampingan Penanaman dan Pemantauan 200 Bibit Mangrove kepada PT Widar Mandripa Nusantara di kawasan mangrove Dukuh Tambak Gojoyo, Demak. Kegiatan tersebut adalah pemantauan lanjutan bulan ke-6 dengan tujuan memastikan bibit mangrove dapat tumbuh dengan baik. (18/1/2026). 

Skema program Mangrove Tag yang dilaksanakan dalam kegiatan penanaman dan pemantauan ini adalah Tebus Karbon. Tebus Karbon dari Mangrove Tag merupakan skema di mana bibit mangrove dioptimalkan untuk memiliki persentase kelulushidupan yang sempurna sehingga dapat lebih optimal dalam penyimpanan karbon di masa yang akan datang dan akan dihitung karbonnya selama pemantauan dilaksanakan. 

Harapannya, bibit mangrove yang telah ditanam dapat mencapai persentase kelulushidupan yang sempurna hingga bulan ke-36 atau tahun ke-3 masa pemantauan. Pemantauan pada tahun ke-3 ini memiliki tujuan penting, yaitu untuk memastikan bahwa bibit mangrove telah tumbuh dengan baik dan melewati masa adaptasi serta fase kritisnya. 

Pengambilan data karbon menggunakan metode tier 3.

Pada tahap ini, sistem perakaran mangrove diharapkan sudah kuat dan tajuknya mulai rimbun. Kondisi tersebut menjadi indikator keberhasilan rehabilitasi ekosistem mangrove, sekaligus menandakan bahwa vegetasi telah mampu berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir dan mendukung upaya mitigasi perubahan iklim secara berkelanjutan. 

Kegiatan pemantauan yang dilaksanakan mencakup beberapa tahapan penting, yaitu monitoring dan evaluasi (monev) untuk menilai tingkat keberhasilan penanaman serta memastikan bibit mangrove tumbuh secara optimal. Selain itu, dilakukan kegiatan penyulaman yang bertujuan untuk mengganti bibit yang gagal tumbuh dengan bibit baru, sehingga persentase kelulushidupan mangrove dapat sempurna sesuai tujuan awal kegiatan dan mencapai kondisi ideal. 

Tahapan selanjutnya adalah penghitungan potensi penyimpanan karbon yang dilakukan menggunakan metode Tier 3, yaitu melalui pengambilan data langsung di lapangan dari bibit yang telah ditanam. Pendekatan ini memberikan hasil yang lebih akurat dalam menilai kontribusi mangrove terhadap penyerapan dan penyimpanan karbon di wilayah pesisir. 

Mangrove Tag yang diwakili oleh Agape L. Anthoni (Staf Hubungan Masyarakat dan Lapangan) dibantu Rena Sagita (Staf Hubungan Masyarakat dan Lapangan) yang mulai melakukan pemantauan pada pukul 09.00 WIB. 

Kondisi bibit mangrove pada saat pemantauan bulan ke-6.

Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa kondisi bibit mangrove yang sudah ditanam berhasil tumbuh baik dengan persentase kelulushidupan yang sempurna, sebesar 100% dengan julah 200 bibit setelah dilaksanakan penyulaman. Sedangkan nilai persentase pertumbuhan bibit mangrove mencapai 46,75% dengan rata-rata tinggi bibit setinggi 62 cm. 

“Pada hari ini dalam rangka pemantauan lanjutan, Tim Mangrove Tag laksanakan pemantauan bulan ke-6 untuk kegiatan penanaman bibit mangrove oleh PT Widar Mandripa Nusantara enam bulan yang lalu di kawasan Tambak Gojoyo, Demak,” jelas Agape. “Skema yang dipilih adalah Tebus Karbon sehingga dalam pemantauannya dari tim akan memastikan bahwa bibit yang tumbuh memiliki persentase kelulushidupan sebesar 100%, apabila terdapat bibit yang gagal tumbuh akan dilaksanakan kegiatan penyulaman. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan pengambilan data karbon dengan metode Tier 3 sebagai metode untuk menilai kontribusi mangrove terhadap penyerapan dan penyimpanan karbon,” lanjutnya. 

Selain hasil persentase kelulushidupan dan persentase pertumbuhan diambil juga data yang digunakan dalam penghitungan simpanan emisi karbon semai mangrove yang nantinya akan diolah dan akan menghasilkan nilai simpanan karbon dari semai bibit yang ditanam. 

Keseluruhan kegiatan pemantauan mangrove berlangsung dengan baik dan lancar yang ditutup dengan pendokumentasian kegiatan untuk pelaporan kepada mitra. (ADM/ARH/ALA/AP).