Banten – Mangrove Tag. Mangrove Tag kembali sukses melaksanakan pemantauan bibit mangrove dengan kegiatan berupa monitoring dan evaluasi (monev) untuk program pendampingan penanaman dan pemantauan 3.000 bibit mangrove kepada PT Perusahaan Gas Negara (PT PGN) yang dilaksanakan di kawasan Ekowisata Mangrove Jembatan Pelangi, Serang, Banten. (22/8/2025).
Pemantauan bibit mangrove merupakan kegiatan untuk menilai perkembangan dan memantau persentase kelulushidupan dan pertumbuhan bibit mangrove yang telah ditanam. Proses ini dilakukan secara berkala untuk mengetahui kondisi bibit, mendeteksi gangguan sejak dini, seperti serangan hama, abrasi, atau perubahan lingkungan, serta mengevaluasi efektivitas metode penanaman.
Proses pemantauan kali ini, Mangrove Tag diwakili oleh Nur A. Putri (KeMANGTEER Serang), dengan kegiatan berupa penghitungan bibit tumbuh dan gagal tumbuh, dan pengukuran tinggi bibit setelah tiga bulan. Hasil pebghitungan dan pengukuran tersebut akan menghasilkan perentase kelulushidupan dan persentase pertumbuhan setelah tiga bulan penanaman.

Penyulaman dilakukan pada bibit yang gagal tumbuh.
Hasil pemantauan tersebut, digunakan sebagai dasar untuk melakukan tindakan perbaikan, seperti penyulaman bibit yang gagal tumbuh dan menjadi acuan dalam pelaporan atau pertanggungjawaban program rehabilitasi ekosistem mangrove.
Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa kondisi bibit mangrove yang sudah ditanam berhasil tumbuh baik, dengan persentase kelulushidupan sebesar 76,67%, nilai tersebut menunjukkan bahwa kelulushidupan bibit mangrove termasuk dalam kategori yang sangat baik, dikarenakan kondisi kawasan pesisir yang sangat dinamis. Sedangkan nilai persentase pertumbuhan bibit mangrove mencapai 73,49% setelah tiga bulan dari tinggi bibit pada saat penanaman.

Kondisi bibit mangrove setelah tiga bulan penanaman.
“Hari ini saya melaksanakan kegiatan pemantauan bulan ke-3 untuk program penanaman dan pemantauan 3.000 bibit mangrove yang dilaksanakan oleh PT PGN. Pemantauan kali ini terdiri dari monitoring dan evaluasi terhadap bibit yang telah ditanam. Hail yang didapatkan menunjukkan 2.300 bibit berhasil tumbuh dan 700 bibit gagal tumbuh sehingga persentase kelulushidupan mencapai 76,67%,” kata Nur. “Selain itu, saya juga mengukur ketinggian bibit setelah tiga bulan untuk mengetahui persentase pertumbuhan bibit. Hasil yang didapatkan bibit mangrove berhasil tumbuh signifikan dengan perentase pertumbuhan sebesar 73,49% dari tinggi pada saat penanaman,” jelasnya.
Nur juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada PT PGN karena sudah ikut serta dalam upaya penghapusan jejak emisi karbon di bumi dengan penanaman bibit mangrove di pesisir wilayah Banten. Harapannya bibit mangrove dapat tumbuh dengan baik untuk kedepanna sehingga bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan di sekitarnya.
Keseluruhan kegiatan berjalan dengan baik dan lancar yang ditutup dengan pendokumentasian kegiatan untuk pelaporan program rehabilitasi ekosistem mangrove. (ADM/ARH/AP).