Pemantauan Bulan ke-3 Penanaman Bibit Mangrove PERKASA di Demak

Bisa Hapus Jejak Emisi Karbon di Bumi, Hasil Pemantauan-Mangrove Bulan ke-3 Mangrove Tag Juli 2025: Persentase Kelulushidupan Bibit Mangrove PT Permata Karya Jasa di Demak Capai 100%

Demak – Mangrove Tag. Setelah tiga bulan dilaksanakan progam penanaman bibit mangrove, kegiatan selanjutnya yang dilakukan adalah pemantauan. Mangrove Tag dalam hal ini, kembali sukses melakukan kegiatan program pemantauan bibit mangrove di kawasan Mangrove Tambak Gojoyo, Demak. (22/7/2025). 

Dari penanaman tiga bulan yang lalu, skema yang dipilih adalah Tebus Karbon. Karbon yang dikeluarkan dari bidang usaha PT Permata Karya Jasa (PERKASA) dikonversikan menjadi bibit mangrove, yang akan dipantau dan dihitung jumlah karbonnya selama periode yang telah ditentukan. Selain itu, bibit mangrove yang telah ditanam diusahakan dapat memiliki kelulushidupan yang sempurna, yaitu 100%. Hal ini memungkinkan bibit mangrove dapat menyimpan karbon dengan lebih efektif. 

Kegiatan ini, dilakukan untuk mengetahui persentase kelulushidupan dan pertumbuhan bibit mangrove sebagai hasil dari Program Pendampingan Penanaman dan Pemantauan 5.000 Bibit Mangrove yang sudah dilakukan oleh Mangrove Tag kepada PERKASA, tiga bulan yang lalu. 

Pemantauan bibit mangrove kali ini merupakan pemantauan pertama yang dilaksanakan pada bulan ke-3 setelah penanaman, serta akan dilanjutkan sampai bulan ke-36 atau tahun ke-3. Pemantauan yang dilaksanakan meliputi berbagai kegiatan, yaitu monitoring dan evaluasi (monev) dengan tujuan untuk menilai keberhasilan penanaman dan memastikan bibit tumbuh optimal dan penyulaman yang bertujuan untuk mengganti bibit yang gagal tumbuh dengan bibit baru sehingga kelulushidupan bibit mangrove menjadi lebih baik. 

Kondisi bibit tampak samping yang segar dan hijau.

Kegiatan ini juga berfungsi untuk mengidentifikasi masalah sejak dini, seperti gangguan hama, abrasi, atau kondisi lingkungan yang tidak mendukung. Selain itu, hasil pemantauan digunakan untuk mengevaluasi dan memperbaiki metode penanaman agar lebih efektif. Data yang diperoleh juga menjadi dasar pelaporan dan pertanggungjawaban kepada pihak terkait. 

Mangrove Tag yang diwakili oleh Agape L. Anthoni (Staf Hubungan Masyarakat dan Lapangan) dan Rena Sagita (Staf Hubungan Masyarakat dan Lapangan) mulai melakukan pemantauan pada pukul 08.00 WIB. 

Kegiatan monev bibit mangrove merupakan proses pengawasan dan penilaian untuk melihat kondisi mangrove yang telah ditanam, seperti melihat jumlah bibit yang tumbuh dan gagal tumbuh, persentase kelulushidupan (survival rate), persentase pertumbuhan tinggi (growth rate), diameter batang, dan jumlah daunnya dari penanaman bibit mangrove yang telah dilakukan di suatu lokasi tertentu. 

Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa kondisi bibit mangrove yang sudah ditanam berhasil tumbuh baik dengan persentase kelulushidupan yang sempurna, sebesar 100%. Sedangkan nilai persentase pertumbuhan bibit mangrove mencapai 21,05%. 

Kondisi bibit tampak atas dari pengambilan foto drone.

“Hari ini saya melaksanakan kegiatan pemantauan bulan ke-3 untuk penanaman yang dilaksanakan oleh PERKASA. Pemantauan kali ini merupakan pemantauan yang pertama setelah dari kegiatan penanaman. Hasil persentase kelulushidupan memiliki nilai yang sempurna, mencapai 100%,” kata Agape. “Selain itu, nilai persentase pertumbuhan bibit termasuk signifikan, di mana nilai persentase pertumbuhan sebesar 21,05% apabila dibandingkan dengan tinggi pada saat penanaman,” lanjutnya. 

Rena menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada PERKASA yang telah melaksanakan kegiatan tebus karbon perusahaan. Harapannya hal ini dapat diteruskan dan direplikasi oleh organisasi atau institusi yang lain, dalam rangka menghapus jejak emisi karbon, serta menjadi upaya mitigasi perubahan iklim. 

Keseluruhan kegiatan pemantauan mangrove berlangsung dengan baik dan lancar yang ditutup dengan pendokumentasian kegiatan untuk pelaporan kepada mitra. (ADM/ARH/AP).