Hapus Jejak Emisi Karbon di Bumi, Mangrove Tag Lakukan Pendampingan Penanaman dan Pemantauan 100 Bibit Mangrove kepada HMTRKI SV UNDIP di SMC Jateng, Semarang

Semarang – Mangrove Tag. Mangrove Tag kembali melakukan kegiatan pendampingan penanaman dan pemantauan mangrove, kali ini kepada Himpunan Mahasiswa Teknologi Rekayasa Kimia Industri (HMTRKI) Sekolah Vokasi (SV) Universitas Diponegoro (UNDIP) dalam programnya yang mengusung tema “Mangroclean: One Action for One Sustainable Environment”. (30/11/2024). 

Sebanyak 100 bibit mangrove jenis Rhizophora mucronata berhasil ditanam di Semarang Mangrove Center (SMC), Jawa Tengah (Jateng) yang dilanjutkan dengan kegiatan Coastal Clean Up (CCU) di kawasan Pantai Mangkang Wetan, Semarang.

Kegiatan ini melibatkan 55 orang yang berasal dari mahasiswa dan mahasisiwi UNDIP. Kegiatan penanaman dan pemantauan bibit mangrove dibuka dengan sambutan perwakilan dari Mangrove Tag dan HMTRKI SV UNDIP. 

Sambutan yang disampaikan oleh perwakilan HMTRKI SV UNDIP.

“Mangrove Tag mengucapkan terima kasih kepada HMTRKI SV UNDIP yang telah ikut berkontribusi dalam pelestarian lingkungan khususnya konservasi ekosistem mangrove. Ekosistem mangrove memiliki banyak sekali manfaat, salah satunya ialah sebagai penghapus jejak emisi karbon di bumi yang paling efektif,” kata Paspha G. M. Putra (Manajer Hubungan Masyarakat dan Lapangan). “Hal ini dikarenakan ekosistem mangrove memiliki kemampuan penyimpanan karbon yang lebih besar tiga hingga lima kali dibandingkan dengan hutan terestrial biasa,” tambahnya. 

Abdullah I. Syakir (HMTRKI SV UNDIP) menyampaikan bahwa dalam kegiatan ini, HMTRKI SV UNDIP melaksanakan kegiatan penanaman dan pemantauan bibit mangrove dan CCU yang harapannya menjadi langkah awal menumbuhkan kesadaran mahasiswa terhadap pentingnya menjaga lingkungan dan wilayah pesisir. 

Penyerahan kenang-kenangan dari HMTRKI SV UNDIP ke Mangrove Tag.

“Harapannya dengan diadakannya kegiatan penanaman bibit mangrove dan Coastal Clean Up ini, mahasiswa HMTRKI SV UNDIP dapat lebih peka terhadap lingkungan sekitar dan dapat berkontribusi secara langsung di lapangan sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi,” kata Abdullah. 

Kegaiatan dilanjutkan dengan penyampaian edukasi mangrove oleh Anggoro D. B. Saputro (Staf Manajer Keuangan dan Operasional) yang menyampaikan terkait definisi, jenis-jenis, tempat dan syarat hidup, fungsi dan manfaat, baik secara fisik, ekologi, dan ekonomi, serta manfaat ekosistem mangrove sebagai upaya mitigasi perubahan iklim yang memiliki kemampuan sebagai penyimpan karbon tiga hingga lima kali lebih besar dibandingkan dengan hutan terestrial di darat. 

Simbolisasi penyerahan bibit dilaksanakan oleh perwakilan Mangrove Tag dan HMTRKI SV UNDIP, dilanjutkan penyerahan kenang-kenangan dan penanaman bibit mangrove bersama setelahnya yang berlangsung semarak. 

Persiapan kegiatan CCU di area Pantai Mangkang Wetan, Semarang.

“Acara penanamannya seru, bisa mengetahui apa itu mangrove dan jenisnya serta manfaatnya. Selain itu, ini juga pengalaman pertama saya dalam menanam bibit mangrove sehingga membuat saya menjadi lebih sadar terkait manfaat mangrove bagi lingkungan,” kata Salma (HMTRKI SV UNDIP). “Harapannya masyarakat luas juga dapat mengetahui bahwa ekosistem mangrove itu memiliki manfaat yang sangat banyak bagi lingkungan serta semoga bibit mangrove yang telah ditanam ini memiliki persentase kelulushidupan yang tinggi melalui pemantauan oleh Mangrove Tag,” tambahnya. 

Kegiatan CCU berupa susur pantai dilaksanakan di kawasan Pantai Mangkang Wetan, Semarang. Dalam kegiatan ini, peserta memilah sampah yang ditemukan di sepanjang pantai, kemudian menempatkannya ke dalam karung-karung yang telah disediakan.  

Anggoro berharap kegiatan ini dapat menjadi pemicu semangat bagi para mahasiswa di Indonesia untuk terus melestarikan mangrove di kawasan pesisir. 

Foto bersama sebelum penanaman bibit mangrove.

“Saya ucapkan terima kasih atas kegiatan yang dilakukan oleh HMTRKI SV UNDIP,” kata Anggoro. “Semoga penanaman bibit mangrove dan CCU ini dapat menginspirasi mahasiswa dan masyarakat luas lainnya untuk terus menjaga hutan mangrove di wilayah pesisir,” katanya lebih lanjut. 

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 – 12.00 WIB ini berjalan dengan baik dan lancar yang ditutup dengan bersih diri dan foto bersama. (ADM/ARH/RS/AP).