Bisa Hapus Jejak Emisi Karbon di Bumi, Hasil Pemantauan Mangrove Tag Desember 2023: Persentase Kelulushidupan Bibit Mangrove WRI Indonesia di SMC Jateng Capai 64,18%

Semarang – Mangrove Tag. Mangrove Tag kembali melakukan program pemantauan mangrove di Semarang Mangrove Center (SMC) Jawa Tengah (Jateng). Kali ini, telah dilakukan pemantauan terhadap hasil program penanaman 20.000 bibit mangrove dari WRI Indonesia yang ditanam dua tahap, yaitu 18.000 bibit pada bulan September dan 2.000 bibit pada bulan Desember 2023. Salah satu tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menghapus jejak emisi karbon di bumi agar dapat mengurangi dampak buruk dari pemanasan global. (20/12/2023).

Pada kegiatan pemantauan dilakukan dua jenis kegiatan, yaitu monitoring dan evaluasi (monev) dan penyulaman bibit mangrove yang gagal tumbuh. Monev diawali dengan melakukan penghitungan jumlah bibit yang hidup dan gagal tumbuh. Kemudian, juga dilakukan pengukuran terhadap tinggi bibit untuk mengetahui persentase pertumbuhannya.

Proses pemantauan bibit mangrove WRI Indonesia di SMC Jateng.

Pada kegiatan ini, didapatkan data bahwa persentase kelulushidupan bibit mangrove mencapai 64,18% dengan growth rates sebesar 12,5%. Sebagian besar bibit mangrove yang ditanam juga sudah muncul tunas baru. Sementara itu, untuk bibit yang gagal tumbuh, sudah dilakukan penyulaman dengan bibit mangrove yang baru. 

“Melalui pemantauan ini, diharapkan pertumbuhan bibit mangrove yang ditanam dapat terpantau dengan baik. Pemantauan juga berguna sebagai sarana pengidentifikasian ancaman yang ditemui di lapangan, seperti sampah laut, hama dan pergerakan sediment transport yang mengakibatkan kematian bibit mangrove sehingga dapat segera diatasi,” kata Ega N. B. Utami (Staf Manajer Humas dan Lapangan).

Bibit mangrove WRI Indonesia berhasil tumbuh dengan baik di SMC Jateng.

Selama proses pemantauan, ditemukan banyak sampah laut dan pergerakan pasir pantai yang menutup saluran inlet dan outlet air pasang sehingga mengancam tumbuh kembangnya bibit mangrove yang sudah tertanam.

Kedepan, Mangrove Tag akan memasang waring di sekeliling lokasi penanaman untuk mencegah masuknya sampah laut. Selanjutnya, juga akan dilakukan penjagaan terhadap inlet dan outlet agar aliran arus pasang surut tetap berjalan normal.

Kegiatan yang dimulai pada pukul 06.00 – 11.00 WIB ini berjalan dengan baik dan lancar yang ditutup dengan pendokumentasian hasil pemantauan untuk pelaporan kegiatan. (ENBU/AP/ADM).