Hapus Jejak Emisi Karbon di Bumi, Mangrove Tag Tanam dan Pantaukan 100 Bibit Mangrove dari CIMB dan Jejakin di SMC Jateng

Semarang – Mangrove Tag. Mangrove Tag kembali melakukan program pendampingan penanaman dan pemantauan bibit mangrove, kali ini kepada Commerce International Merchant Bankers Berhad (CIMB) dan Jejakin. Kegiatan ini, dilaksanakan di kawasan pesisir Semarang Mangrove Center (SMC) Jawa Tengah (Jateng). Program ini merupakan hasil kerja sama antara CIMB, Jejakin dan Mangrove Tag dengan tujuan untuk menanam dan memantau 100 bibit mangrove dari jenis bakau (Rhizophora). Acara penanaman juga dibantu oleh Kelompok Ngebruk Lestari (KENARI), selaku pegiat mangrove di SMC Jateng (1/12/2023).

Penanaman mangrove ini bertujuan untuk melestarikan ekosistem mangrove, menghapus jejak emisi karbon di bumi dan mencegah intrusi air laut, abrasi dan erosi pantai di SMC Jateng. Tim Mangrove Tag yang terdiri dari Bambang Jati Laksono (Staf Manajer Humas dan Lapangan) dan Alfian Rizqi Hidayat (KeSEMaT) melakukan aksi penanaman dan pemantauan awal terhadap bibit mangrove.

Proses pemasangan ajir bambu.

“Penanaman 100 bibit mangrove ini  merupakan aksi nyata CIMB, Jejakin dan Mangrove Tag dalam menyelamatkan kawasan pesisir di SMC Jateng,” kata Bambang. “Dengan adanya penanaman dan pemantauan mangrove ini, maka kami harap akan dapat semakin memperkuat ekosistem mangrove SMC Jateng,” lanjutnya.

Pemantauan awal dilakukan dengan mengambil 10% sampel bibit dari total bibit mangrove yang ditanam. Sampel ini, kemudian diukur tinggi dan diameternya.

Hasil penanaman mangrove.

“Sebanyak 10 bibit mangrove kami beri tagging. Kami juga ambil data tinggi, diameter dan fotonya,” kata Alfian. “Selain itu, kami juga mengambil data pendukung lainnya, seperti koordinat lokasi, suhu, kelembapan dan pH, baik tanah maupun perairannya,” tambahnya.

Anwar Nuardi (KENARI) mengapresiasi kegiatan penanaman mangrove dari CIMB, Jejakin dan Mangrove Tag, sembari berharap bahwa dengan adanya kegiatan penanaman mangrove ini, maka akan menjadikan kawasan mangrove di pesisir SMC Jateng lebih hijau dan rindang lagi.

Keseluruhan kegiatan yang dimulai dari pukul 09.00 – 14.00 WIBI ini berjalan dengan baik dan lancar yang ditutup dengan bersih diri dan dokumentasi hasil penanaman dan pemantauan mangrove untuk pelaporan kegiatan. (ADM/BJL).