Tebus Karbon Perusahaan

Program Kontribusi Mangrove untuk Mendukung Strategi Iklim, CSR, dan ESG Perusahaan

Tebus Karbon Perusahaan merupakan layanan Mangrove Tag bagi perusahaan dan organisasi yang ingin mendukung rehabilitasi, penanaman, pemantauan, pemeliharaan, perlindungan, serta pengelolaan ekosistem mangrove berdasarkan jejak emisi, target keberlanjutan, atau tujuan kontribusi lingkungan yang telah ditetapkan.

Program dapat dikembangkan untuk mendukung:

  • Corporate Social Responsibility atau CSR;
  • strategi ESG;
  • kontribusi iklim perusahaan;
  • rehabilitasi wilayah pesisir;
  • pelibatan karyawan;
  • edukasi lingkungan;
  • laporan keberlanjutan;
  • program pelanggan;
  • kampanye perusahaan;
  • pemantauan mangrove jangka panjang.

Program ini tidak sekadar mengonversikan jumlah emisi menjadi jumlah bibit. Pendekatan Mangrove Tag mempertimbangkan kondisi lokasi, kebutuhan ekologis, jenis intervensi, periode program, pemantauan, pelibatan masyarakat, dan bentuk pelaporan yang diperlukan.

Tebus Karbon Perusahaan bukan pengganti upaya pengurangan emisi secara langsung. Perusahaan tetap perlu memprioritaskan pengukuran emisi, efisiensi operasional, penggunaan energi yang lebih bersih, pengurangan konsumsi bahan bakar fosil, perbaikan rantai pasok, dan strategi dekarbonisasi yang terukur.

Mulai dari Menghitung Jejak Emisi Perusahaan

Sebelum menentukan bentuk kontribusi, perusahaan disarankan memiliki data atau estimasi jejak emisi yang relevan.

Emisi perusahaan dapat berasal dari:

  • penggunaan listrik;
  • konsumsi bahan bakar;
  • kendaraan operasional;
  • perjalanan dinas;
  • perjalanan udara;
  • proses produksi;
  • penggunaan alat berat;
  • logistik;
  • pengangkutan barang;
  • penggunaan material;
  • limbah;
  • rantai pasok;
  • kegiatan kantor;
  • aktivitas pendukung lainnya.

Gunakan Kalkulator Karbon Mangrove untuk memperoleh simulasi awal berdasarkan jumlah emisi, luas area, periode program, tujuan keberlanjutan, dan parameter manfaat iklim yang dipilih.

Mulai Simulasi Program Karbon

Hasil kalkulator merupakan estimasi indikatif, bukan kredit karbon terverifikasi, bukan jaminan serapan aktual, serta bukan dasar tunggal untuk menyatakan perusahaan karbon netral atau telah mencapai net zero.

Apa Itu Jejak Emisi Karbon Perusahaan?

Jejak emisi karbon perusahaan menggambarkan jumlah emisi gas rumah kaca yang dihasilkan secara langsung maupun tidak langsung dari kegiatan operasional, penggunaan energi, transportasi, proses produksi, rantai pasok, dan aktivitas bisnis lainnya.

Berbagai jenis gas rumah kaca umumnya dinyatakan dalam satuan karbon dioksida ekuivalen atau CO₂e agar dapat dihitung menggunakan satu satuan yang sama.

Secara umum, inventarisasi emisi perusahaan dapat mencakup:

Emisi Langsung

Emisi yang berasal dari sumber yang dimiliki atau dikendalikan perusahaan, seperti:

  • pembakaran bahan bakar;
  • kendaraan operasional;
  • mesin;
  • generator;
  • proses produksi tertentu.

Emisi Tidak Langsung dari Energi

Emisi yang berkaitan dengan penggunaan listrik, panas, atau energi yang dibeli oleh perusahaan.

Emisi Tidak Langsung Lainnya

Emisi yang berasal dari aktivitas dalam rantai nilai, seperti:

  • perjalanan bisnis;
  • transportasi karyawan;
  • pembelian barang dan jasa;
  • logistik;
  • penggunaan produk;
  • pengelolaan limbah;
  • pemasok;
  • distribusi.

Penghitungan jejak emisi membantu perusahaan memahami sumber emisi utama, menentukan prioritas pengurangan, menyusun target, dan mengembangkan strategi kontribusi yang lebih bertanggung jawab.

Apa Itu Tebus Karbon Perusahaan?

Tebus Karbon Perusahaan adalah bentuk kontribusi sukarela terhadap program mangrove berdasarkan hasil inventarisasi emisi, target CSR, agenda ESG, atau tujuan keberlanjutan perusahaan.

Kontribusi dapat digunakan untuk mendukung:

  • penilaian awal lokasi;
  • rehabilitasi mangrove;
  • konservasi tegakan;
  • penanaman apabila diperlukan;
  • regenerasi alami;
  • pemeliharaan;
  • pengayaan jenis;
  • pemulihan habitat;
  • pemulihan hidrologi;
  • pemantauan kelulushidupan;
  • pemantauan pertumbuhan;
  • pelibatan masyarakat;
  • dokumentasi;
  • pelaporan program.

Istilah Tebus Karbon digunakan sebagai nama layanan. Program ini tidak otomatis menghasilkan kredit karbon terverifikasi.

Perusahaan juga tidak seharusnya menggunakan kontribusi mangrove sebagai alasan untuk menunda atau menghindari pengurangan emisi pada sumbernya.

Prinsip Program

Mangrove Tag mendorong perusahaan menerapkan urutan:

Ukur emisi, kurangi emisi, kelola emisi tersisa, lalu dukung program mangrove secara bertanggung jawab.

1. Mengukur Emisi

Perusahaan perlu memahami sumber dan skala emisinya melalui inventarisasi yang sesuai dengan kebutuhan organisasi.

2. Menetapkan Prioritas Pengurangan

Langkah pengurangan dapat mencakup:

  • efisiensi energi;
  • penggunaan energi terbarukan;
  • elektrifikasi kendaraan;
  • pengurangan perjalanan;
  • perbaikan proses produksi;
  • efisiensi logistik;
  • pengurangan limbah;
  • pengadaan berkelanjutan;
  • perbaikan rantai pasok;
  • penggunaan teknologi rendah emisi.

3. Mengelola Emisi yang Belum Dapat Dihindari

Emisi tersisa perlu dipahami secara transparan dan tidak disamarkan melalui klaim yang berlebihan.

4. Mendukung Program Mangrove

Perusahaan dapat mendukung program mangrove sebagai bagian dari kontribusi iklim, sosial, dan ekologis yang lebih luas.

Mengapa Mangrove Relevan bagi Strategi Keberlanjutan Perusahaan?

Ekosistem mangrove memiliki kemampuan menyimpan karbon pada berbagai komponen, antara lain:

  • batang;
  • cabang;
  • daun;
  • akar;
  • serasah;
  • kayu mati;
  • tanah;
  • sedimen.

Tanah dan sedimen mangrove dapat menjadi bagian penting dari keseluruhan cadangan karbon ekosistem.

Namun, jumlah karbon yang tersimpan dan bertambah pada setiap lokasi dapat berbeda karena dipengaruhi oleh:

  • kondisi hidrologi;
  • jenis mangrove;
  • umur tegakan;
  • kepadatan vegetasi;
  • salinitas;
  • elevasi;
  • sedimentasi;
  • substrat;
  • tingkat gangguan;
  • sejarah penggunaan lahan;
  • periode program;
  • metode penghitungan.

Karena itu, manfaat karbon mangrove tidak seharusnya dihitung hanya dengan mengalikan jumlah bibit dengan satu angka serapan tetap.

Manfaat Program Tidak Hanya Karbon

Program mangrove juga dapat mendukung:

  • perlindungan wilayah pesisir;
  • habitat biodiversitas;
  • produktivitas perikanan;
  • konektivitas ekosistem;
  • adaptasi perubahan iklim;
  • penguatan kelompok masyarakat;
  • edukasi lingkungan;
  • peningkatan kapasitas lokal;
  • pelibatan karyawan;
  • komunikasi keberlanjutan;
  • pencapaian tujuan sosial dan lingkungan perusahaan.

Mangrove Tag memandang keberhasilan program secara lebih luas, tidak hanya berdasarkan jumlah bibit atau angka karbon.

Pendekatan Ecological Mangrove Rehabilitation

Mangrove Tag menerapkan prinsip Ecological Mangrove Rehabilitation atau EMR.

Pendekatan ini menempatkan pemulihan proses ekologis sebagai dasar utama rehabilitasi mangrove.

Intervensi tidak selalu berupa penanaman.

Berdasarkan hasil penilaian lokasi, bentuk program dapat berupa:

  • regenerasi alami;
  • regenerasi alami yang dibantu;
  • penanaman langsung;
  • pengayaan jenis;
  • pemeliharaan;
  • penyulaman terukur;
  • pemulihan hidrologi;
  • konservasi tegakan;
  • perlindungan habitat;
  • pengendalian gangguan;
  • pemantauan ekologis.

Pada lokasi yang telah memiliki regenerasi alami, perlindungan dan pemeliharaan dapat lebih tepat dibandingkan penanaman baru dalam jumlah besar.

Pada lokasi dengan gangguan hidrologi, pemulihan aliran air dapat menjadi prioritas sebelum penanaman dilakukan.

Pilihan Program untuk Perusahaan

Program disusun berdasarkan tujuan, lokasi, skala emisi, ruang lingkup, periode pemantauan, kebutuhan pelaporan, serta kondisi lapangan.

Program Kontribusi Perusahaan

Program ini sesuai bagi perusahaan yang ingin mendukung program mangrove berdasarkan target kontribusi lingkungan atau hasil estimasi emisi.

Ruang lingkup dapat mencakup:

  • konsultasi awal;
  • simulasi kebutuhan program;
  • penentuan lokasi;
  • pelaksanaan intervensi;
  • dokumentasi;
  • Sertifikat Kontribusi Program Mangrove;
  • ringkasan pelaksanaan.

Program Tanam dan Pantau

Program ini sesuai bagi perusahaan yang memerlukan kegiatan lapangan dan pemantauan terstruktur.

Ruang lingkup dapat mencakup:

  • identifikasi kebutuhan;
  • penilaian awal lokasi;
  • penanaman apabila diperlukan;
  • pendampingan peserta;
  • pemantauan kelulushidupan;
  • pemantauan pertumbuhan;
  • dokumentasi;
  • laporan berkala;
  • rekomendasi tindak lanjut.

Program Rehabilitasi Ekologis

Program ini dirancang untuk rehabilitasi mangrove berbasis kondisi ekosistem dan dapat dilaksanakan secara multiyears.

Ruang lingkup dapat mencakup:

  • kajian awal;
  • desain rehabilitasi;
  • analisis hidrologi;
  • penentuan intervensi;
  • regenerasi alami;
  • penanaman;
  • pengayaan;
  • pemulihan habitat;
  • pemantauan ekologis;
  • evaluasi adaptif.

Program CSR dan ESG

Program dapat disesuaikan untuk mendukung:

  • target CSR;
  • agenda ESG;
  • pelibatan karyawan;
  • edukasi;
  • kampanye perusahaan;
  • kontribusi sosial;
  • rehabilitasi pesisir;
  • laporan keberlanjutan;
  • dokumentasi dampak;
  • komunikasi publik yang bertanggung jawab.

Program Karbon Mangrove

Program ini ditujukan bagi perusahaan yang memerlukan kajian teknis lebih mendalam mengenai potensi pengembangan proyek karbon mangrove.

Ruang lingkup dapat mencakup:

  • identifikasi lokasi;
  • kajian kelayakan;
  • penilaian baseline;
  • pengumpulan data;
  • perhitungan karbon;
  • analisis risiko;
  • rencana monitoring;
  • penyusunan dokumen teknis;
  • pendampingan menuju proses validasi dan verifikasi.

Program ini berbeda dari kegiatan penanaman biasa dan tidak otomatis menghasilkan kredit karbon.

Apa yang Menentukan Nilai Program?

Nilai program ditentukan berdasarkan:

  • tujuan perusahaan;
  • lokasi;
  • luas area;
  • kondisi ekologis;
  • jenis intervensi;
  • jumlah peserta;
  • kebutuhan seremonial;
  • kebutuhan bahan;
  • aksesibilitas;
  • periode pemantauan;
  • dokumentasi;
  • pelaporan;
  • kebutuhan kajian teknis;
  • pelibatan masyarakat;
  • komunikasi program.

Jumlah bibit bukan satu-satunya dasar penentuan harga.

Fasilitas Program

Fasilitas disesuaikan dengan ruang lingkup kerja sama.

Perencanaan

  • konsultasi kebutuhan;
  • identifikasi tujuan program;
  • simulasi awal;
  • pemilihan lokasi;
  • penyusunan konsep;
  • penyusunan jadwal;
  • rekomendasi pendekatan.

Penilaian Lokasi

  • kajian awal kondisi ekologis;
  • identifikasi hidrologi;
  • analisis kebutuhan intervensi;
  • identifikasi gangguan;
  • koordinasi dengan pengelola;
  • penilaian kesiapan lokasi.

Persiapan

  • administrasi;
  • koordinasi;
  • perizinan;
  • persiapan bahan;
  • penyiapan bibit apabila diperlukan;
  • penyiapan ajir apabila diperlukan;
  • pengaturan tenaga lapangan.

Pelaksanaan

  • penanaman;
  • rehabilitasi;
  • pemeliharaan;
  • konservasi;
  • pengayaan;
  • regenerasi alami yang dibantu;
  • pemulihan habitat;
  • intervensi lain sesuai kebutuhan.

Pelibatan Karyawan

  • pengarahan teknis;
  • edukasi;
  • pendampingan lapangan;
  • pengaturan peserta;
  • dokumentasi;
  • kegiatan seremonial apabila relevan.

Pemantauan

  • pemantauan kelulushidupan;
  • pemantauan pertumbuhan;
  • pemantauan kondisi lokasi;
  • identifikasi gangguan;
  • pemantauan regenerasi;
  • dokumentasi perkembangan;
  • rekomendasi tindak lanjut.

Pelaporan

  • laporan kegiatan;
  • laporan pemantauan;
  • dokumentasi foto;
  • informasi lokasi;
  • data perkembangan;
  • rekomendasi teknis;
  • ringkasan dampak program.

Komunikasi Program

  • materi publikasi;
  • narasi keberlanjutan;
  • dukungan komunikasi;
  • publikasi melalui jaringan Mangrove Tag apabila disepakati;
  • penyusunan klaim program secara proporsional.

Lokasi Program

Mangrove Tag memiliki jaringan lokasi program di berbagai wilayah pesisir Indonesia.

Penentuan lokasi mempertimbangkan:

  • kesiapan area;
  • kondisi ekologis;
  • kebutuhan rehabilitasi;
  • musim;
  • pasang surut;
  • aksesibilitas;
  • status dan penggunaan lahan;
  • persetujuan pengelola;
  • kesiapan masyarakat;
  • kebutuhan pemantauan;
  • kesesuaian dengan tujuan program.

Wilayah program dapat mencakup:

  • Banten;
  • DI Yogyakarta;
  • DKI Jakarta;
  • Jawa Barat;
  • Jawa Tengah;
  • Jawa Timur;
  • wilayah lainnya sesuai kesiapan program.

Ketersediaan lokasi dapat berubah berdasarkan kondisi lapangan, jadwal, dan hasil penilaian teknis.

Mengapa Setiap Lokasi Tidak Menggunakan Angka Karbon yang Sama?

Setiap lokasi mangrove memiliki kondisi yang berbeda.

Variasi dapat terjadi pada:

  • jenis vegetasi;
  • umur tegakan;
  • kerapatan;
  • kondisi tanah;
  • kedalaman sedimen;
  • salinitas;
  • hidrologi;
  • sejarah penggunaan lahan;
  • tingkat degradasi;
  • metode pengukuran;
  • periode pengamatan.

Karena itu, Mangrove Tag tidak menggunakan satu angka stok atau serapan karbon yang sama untuk seluruh lokasi.

Data karbon spesifik lokasi memerlukan kajian, pengukuran, metodologi, dan penjelasan mengenai batas ketidakpastian.

Mengapa Tidak Ada Klaim Karbon Tetap per Bibit?

Setiap bibit mengalami perkembangan yang berbeda.

Bibit dapat:

  • hidup;
  • mati;
  • tumbuh lambat;
  • tumbuh cepat;
  • rusak akibat gelombang;
  • tertutup sampah;
  • terganggu aktivitas manusia;
  • mengalami kompetisi;
  • berkembang menjadi tegakan;
  • gagal tumbuh apabila habitat tidak sesuai.

Karbon mangrove juga tidak hanya tersimpan pada pohon, tetapi pada akar, tanah, dan sedimen.

Karena itu, Mangrove Tag tidak menyatakan bahwa satu bibit selalu menghasilkan jumlah serapan karbon tertentu.

Estimasi manfaat iklim memerlukan penilaian terhadap:

  • luas area;
  • periode program;
  • jenis intervensi;
  • baseline;
  • pertumbuhan vegetasi;
  • kondisi tanah;
  • hidrologi;
  • emisi pelaksanaan;
  • metodologi;
  • hasil pemantauan.

Pemantauan dan Indikator Keberhasilan

Survival rate atau tingkat kelulushidupan merupakan salah satu indikator awal.

Namun, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh persentase tanaman hidup.

Pemantauan dapat mencakup:

  • kelulushidupan;
  • pertumbuhan tinggi;
  • pertumbuhan diameter;
  • kondisi daun;
  • perkembangan akar;
  • tajuk;
  • regenerasi alami;
  • hidrologi;
  • sedimentasi;
  • sampah;
  • gangguan manusia;
  • keberadaan fauna;
  • perkembangan struktur tegakan.

Penyulaman dilakukan secara terukur berdasarkan hasil pemantauan dan penyebab kematian.

Penyulaman tidak dilakukan hanya untuk mempertahankan angka kelulushidupan apabila kondisi lokasi belum mendukung pertumbuhan mangrove.

Periode Pelaksanaan dan Pemantauan

Pelaksanaan disesuaikan dengan:

  • kesiapan lokasi;
  • musim;
  • pasang surut;
  • cuaca;
  • ketersediaan bahan;
  • kesiapan masyarakat;
  • jumlah peserta;
  • kebutuhan perusahaan;
  • rekomendasi teknis.

Pemantauan dapat dilakukan pada:

  • fase awal;
  • bulan ke-3;
  • bulan ke-6;
  • tahun pertama;
  • tahun berikutnya;
  • skema multiyears.

Jadwal dan periode aktual ditentukan dalam proposal atau perjanjian kerja sama.

Sertifikat Kontribusi Program Mangrove

Perusahaan dapat memperoleh Sertifikat Kontribusi Program Mangrove.

Sertifikat dapat memuat:

  • nama perusahaan;
  • nama program;
  • bentuk kontribusi;
  • lokasi;
  • periode;
  • ruang lingkup kegiatan;
  • identitas pelaksanaan.

Sertifikat tersebut:

  • bukan sertifikat kredit karbon;
  • bukan unit pengurangan emisi;
  • bukan hasil validasi;
  • bukan hasil verifikasi;
  • bukan bukti karbon netral;
  • bukan bukti pencapaian net zero;
  • bukan jaminan jumlah serapan tertentu.

Laporan Program

Laporan disusun sesuai ruang lingkup dan periode program.

Laporan dapat mencakup:

  • latar belakang;
  • tujuan;
  • lokasi;
  • metode;
  • bentuk intervensi;
  • jumlah peserta;
  • dokumentasi;
  • data kelulushidupan;
  • data pertumbuhan;
  • kondisi lapangan;
  • gangguan;
  • rekomendasi;
  • tindak lanjut.

Untuk program multiyears, laporan dapat disusun secara berkala sesuai jadwal pemantauan.

Cara Mengikuti Program

1. Siapkan Informasi Awal

Siapkan data berikut:

Nama perusahaan:
Bidang usaha:
Nama penanggung jawab:
Nomor WhatsApp:
Alamat surel:
Tujuan program:
Estimasi emisi:
Target kontribusi:
Lokasi yang diminati:
Jumlah peserta:
Kebutuhan seremonial:
Kebutuhan pemantauan:
Kebutuhan laporan:
Periode program:
Perkiraan anggaran:

2. Gunakan Kalkulator Karbon Mangrove

Gunakan kalkulator untuk memperoleh estimasi awal kebutuhan program.

3. Konsultasikan Kebutuhan

Diskusikan:

  • tujuan;
  • emisi;
  • lokasi;
  • bentuk intervensi;
  • periode;
  • peserta;
  • dokumentasi;
  • pelaporan;
  • kebutuhan komunikasi.

4. Terima Proposal

Mangrove Tag akan menyusun proposal berdasarkan ruang lingkup dan hasil konsultasi.

5. Penandatanganan Kesepakatan

Pelaksanaan dimulai setelah ruang lingkup, jadwal, nilai kerja sama, lokasi, dan tanggung jawab para pihak disepakati.

6. Pelaksanaan dan Pemantauan

Program dilaksanakan sesuai desain dan dilanjutkan dengan pemantauan berdasarkan periode yang disepakati.

7. Pelaporan

Mangrove Tag memberikan laporan sesuai ruang lingkup program.

Apakah Program Selalu Berupa Penanaman?

Tidak.

Program dapat berupa:

  • penanaman;
  • pemeliharaan;
  • konservasi;
  • regenerasi alami;
  • pengayaan;
  • perlindungan tegakan;
  • pemulihan hidrologi;
  • pengendalian gangguan;
  • perbaikan habitat;
  • pemantauan ekologis.

Bentuk intervensi ditentukan berdasarkan kondisi lokasi dan kebutuhan ekosistem.

Apakah Program Ini Menghasilkan Kredit Karbon?

Tidak secara otomatis.

Program Tebus Karbon Perusahaan merupakan program kontribusi mangrove dan bukan proyek kredit karbon terverifikasi.

Kredit karbon membutuhkan proses seperti:

  • penetapan batas proyek;
  • analisis baseline;
  • penilaian additionality;
  • pemilihan metodologi;
  • penghitungan karbon;
  • analisis kebocoran;
  • pengelolaan risiko nonpermanensi;
  • monitoring;
  • validasi;
  • verifikasi;
  • registrasi sesuai skema yang digunakan.

Sertifikat kontribusi tidak sama dengan sertifikat kredit karbon.

Klaim Keberlanjutan yang Dapat Digunakan

Perusahaan dapat menggunakan pernyataan:

“Perusahaan mendukung program rehabilitasi, pemantauan, dan pengelolaan mangrove bersama Mangrove Tag.”

“Program ini merupakan bagian dari kontribusi perusahaan terhadap keberlanjutan setelah melakukan upaya pengurangan emisi.”

“Manfaat iklim yang disampaikan masih berupa estimasi dan bukan kredit karbon terverifikasi.”

Hindari klaim:

  • seluruh emisi perusahaan telah hilang;
  • perusahaan telah mencapai karbon netral hanya melalui penanaman;
  • jumlah bibit sama dengan jumlah kredit karbon;
  • setiap bibit menyerap karbon dalam jumlah yang sama;
  • sertifikat kontribusi adalah sertifikat karbon;
  • program telah mencapai net zero;
  • seluruh manfaat iklim telah terverifikasi.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah Perusahaan Harus Memiliki Data Emisi?

Tidak harus, tetapi sangat disarankan.

Apabila data lengkap belum tersedia, perusahaan dapat memulai dari simulasi berdasarkan aktivitas, jumlah karyawan, perjalanan, energi, atau target kontribusi.

Apakah Nilai Program Dihitung per Bibit?

Tidak semata-mata.

Nilai program mempertimbangkan perencanaan, koordinasi, kondisi lokasi, intervensi, pelibatan masyarakat, pemantauan, dokumentasi, dan pelaporan.

Apakah Program Bisa Disesuaikan dengan Anggaran?

Bisa.

Ruang lingkup dapat disusun berdasarkan anggaran, tujuan, lokasi, periode, dan indikator keberhasilan yang disepakati.

Apakah Karyawan Bisa Mengikuti Kegiatan Lapangan?

Bisa, apabila kondisi memungkinkan.

Pelibatan peserta disesuaikan dengan keselamatan, kapasitas lokasi, cuaca, pasang surut, jumlah peserta, akses, dan kebutuhan ekosistem.

Apakah Program Bisa Dilaksanakan Tanpa Seremonial?

Bisa.

Program dapat dilaksanakan tanpa kegiatan seremonial. Dokumentasi dan laporan tetap dapat disediakan sesuai ruang lingkup.

Apakah Mangrove Tag Menyediakan Laporan?

Ya.

Jenis dan kedalaman laporan disesuaikan dengan paket, periode, indikator, dan kebutuhan perusahaan.

Apakah Hasil Program Bisa Dicantumkan dalam Laporan Keberlanjutan?

Bisa, dengan penyampaian yang proporsional.

Perusahaan harus membedakan antara kontribusi program, estimasi manfaat iklim, dan kredit karbon terverifikasi.

Tebus Karbon Bukan Pengganti Dekarbonisasi

Program mangrove tidak boleh digunakan untuk membenarkan peningkatan emisi atau menunda transformasi bisnis.

Prioritas perusahaan tetap meliputi:

  • pengukuran emisi;
  • penetapan target;
  • efisiensi energi;
  • pengurangan bahan bakar fosil;
  • perbaikan proses;
  • pengelolaan rantai pasok;
  • pengurangan limbah;
  • penggunaan teknologi rendah emisi;
  • evaluasi kemajuan;
  • pelaporan transparan.

Tebus Karbon Perusahaan ditempatkan sebagai langkah tambahan, bukan sebagai jalan pintas untuk menyatakan seluruh emisi telah dinetralkan.

Bangun Program Mangrove yang Terukur dan Bertanggung Jawab

Program mangrove yang kredibel tidak berhenti pada kegiatan seremonial atau jumlah bibit yang ditanam.

Program perlu memperhatikan:

  • kondisi ekologis;
  • kebutuhan lokasi;
  • kesesuaian intervensi;
  • peran masyarakat;
  • pemantauan;
  • pertumbuhan;
  • regenerasi;
  • dokumentasi;
  • keberlanjutan;
  • transparansi klaim.

Mangrove Tag membantu perusahaan merancang program yang lebih tepat, terukur, dan relevan dengan strategi keberlanjutan.

Hitung emisi perusahaan Anda.

Kurangi sumber emisinya.

Dukung program mangrove secara bertanggung jawab.

Konsultasikan Program Perusahaan Anda

Catatan Penting

Tebus Karbon Perusahaan merupakan program kontribusi sukarela terhadap rehabilitasi, penanaman, pemantauan, pemeliharaan, perlindungan, dan pengelolaan ekosistem mangrove.

Program ini:

  • bukan kredit karbon terverifikasi;
  • bukan unit pengurangan emisi;
  • bukan jaminan serapan aktual;
  • bukan bukti perusahaan karbon netral;
  • bukan dasar tunggal klaim net zero;
  • bukan pengganti pengurangan emisi pada sumbernya.

Nilai manfaat iklim aktual dapat berbeda berdasarkan kondisi lokasi, jenis intervensi, periode program, pertumbuhan vegetasi, kondisi tanah, hidrologi, gangguan, dan metodologi yang digunakan.

Penggunaan informasi program dalam laporan dan komunikasi publik harus disampaikan secara proporsional, transparan, dan tidak menyesatkan.