Dukung Program Mangrove Berdasarkan Jejak Emisi Kegiatan Anda
Tebus Karbon Kegiatan dan Acara merupakan layanan Mangrove Tag bagi penyelenggara kegiatan, komunitas, organisasi, institusi, dan perusahaan yang ingin memberikan kontribusi terhadap rehabilitasi, penanaman, pemantauan, pemeliharaan, dan perlindungan ekosistem mangrove berdasarkan emisi yang dihasilkan dari suatu kegiatan atau acara.
Kegiatan seperti seminar, konferensi, pelatihan, perjalanan, pameran, pertemuan perusahaan, konser, peluncuran produk, kampanye publik, dan aktivitas komunitas dapat menghasilkan emisi dari penggunaan listrik, transportasi peserta, konsumsi bahan bakar, akomodasi, logistik, konsumsi, material, dan pengelolaan sampah.
Melalui layanan ini, penyelenggara dapat mendukung program mangrove sebagai bagian dari kontribusi lingkungan sukarela terhadap emisi kegiatan yang belum dapat dihindari.
Program ini bukan pengganti pengurangan emisi langsung. Penyelenggara tetap perlu mengutamakan efisiensi energi, pengurangan perjalanan, pemilihan lokasi yang mudah dijangkau, penggunaan material yang lebih bertanggung jawab, pengurangan sampah, dan pengelolaan kegiatan rendah emisi.
Mulai dari Menghitung Jejak Emisi Kegiatan
Sebelum mengikuti program, penyelenggara disarankan menghitung atau memperkirakan emisi yang dihasilkan selama kegiatan.
Sumber emisi dapat mencakup:
- perjalanan peserta;
- perjalanan panitia dan pembicara;
- transportasi barang;
- penggunaan listrik;
- konsumsi bahan bakar;
- penggunaan pendingin ruangan;
- akomodasi;
- konsumsi makanan dan minuman;
- material promosi;
- perlengkapan kegiatan;
- produksi sampah;
- kegiatan digital;
- aktivitas pendukung lainnya.
Gunakan Kalkulator Karbon Mangrove untuk memperoleh simulasi awal berdasarkan jumlah emisi, luas area, periode program, tujuan kegiatan, dan parameter manfaat iklim yang dipilih.
Hasil kalkulator merupakan estimasi indikatif, bukan kredit karbon terverifikasi, bukan jaminan serapan aktual, serta bukan dasar tunggal untuk menyatakan kegiatan karbon netral atau net zero.
Apa Itu Jejak Emisi Kegiatan?
Jejak emisi kegiatan menggambarkan jumlah emisi gas rumah kaca yang dihasilkan secara langsung maupun tidak langsung selama perencanaan, pelaksanaan, dan penyelesaian suatu acara.
Emisi tersebut dapat berasal dari:
- penggunaan kendaraan;
- penerbangan;
- listrik;
- generator;
- konsumsi bahan bakar;
- produksi material;
- makanan dan minuman;
- akomodasi;
- transportasi logistik;
- pengelolaan sampah;
- aktivitas lainnya.
Berbagai jenis gas rumah kaca umumnya dinyatakan dalam satuan karbon dioksida ekuivalen atau CO₂e agar dapat diperhitungkan menggunakan satu satuan yang sama.
Penghitungan jejak emisi membantu penyelenggara:
- memahami sumber emisi terbesar;
- menentukan prioritas pengurangan;
- memperbaiki tata kelola kegiatan;
- menyusun strategi keberlanjutan;
- menghindari klaim lingkungan yang berlebihan;
- menetapkan bentuk kontribusi yang lebih proporsional.
Apa Itu Tebus Karbon Kegiatan dan Acara?
Tebus Karbon Kegiatan dan Acara adalah bentuk kontribusi sukarela terhadap program mangrove berdasarkan emisi kegiatan atau target kontribusi lingkungan yang telah ditentukan.
Kontribusi tersebut dapat mendukung:
- penilaian awal lokasi;
- rehabilitasi mangrove;
- penanaman apabila diperlukan;
- pemeliharaan;
- pemantauan kelulushidupan;
- pemantauan pertumbuhan;
- konservasi tegakan;
- regenerasi alami;
- pengayaan jenis;
- pemulihan habitat;
- pelibatan masyarakat;
- dokumentasi;
- pelaporan program.
Istilah Tebus Karbon digunakan sebagai nama layanan. Program ini tidak otomatis menghasilkan kredit karbon terverifikasi.
Kontribusi terhadap program mangrove tidak boleh dimaknai sebagai izin untuk menyelenggarakan kegiatan tanpa melakukan pengurangan emisi pada sumbernya.
Prinsip Pelaksanaan Program
Mangrove Tag mendorong penyelenggara menerapkan urutan:
Ukur emisi, kurangi emisi, lalu dukung program mangrove secara bertanggung jawab.
1. Identifikasi Sumber Emisi
Kenali sumber emisi yang berasal dari transportasi, energi, akomodasi, konsumsi, material, dan sampah.
2. Kurangi Emisi Kegiatan
Langkah pengurangan dapat dilakukan melalui:
- memilih lokasi yang mudah dijangkau;
- menyediakan opsi transportasi bersama;
- mengurangi perjalanan udara;
- menggunakan peralatan hemat energi;
- mengurangi penggunaan generator;
- memilih materi digital;
- mengurangi cetakan;
- membatasi penggunaan plastik sekali pakai;
- menyediakan konsumsi secara proporsional;
- mengelola sampah;
- memilih pemasok lokal;
- mengoptimalkan jumlah peserta dan logistik.
3. Hitung Emisi yang Tersisa
Setelah pengurangan dilakukan, hitung atau estimasikan emisi yang masih belum dapat dihindari.
4. Dukung Program Mangrove
Penyelenggara dapat memberikan kontribusi terhadap rehabilitasi, konservasi, penanaman, pemeliharaan, atau pemantauan mangrove sesuai kebutuhan ekologis lokasi.
Mengapa Mangrove Relevan bagi Kegiatan Berkelanjutan?
Ekosistem mangrove dapat menyimpan karbon pada berbagai komponen, antara lain:
- batang;
- cabang;
- daun;
- akar;
- kayu mati;
- serasah;
- tanah;
- sedimen.
Tanah dan sedimen mangrove dapat menjadi bagian penting dari keseluruhan cadangan karbon ekosistem.
Namun, jumlah karbon yang tersimpan dan bertambah di setiap lokasi dapat berbeda karena dipengaruhi oleh:
- kondisi hidrologi;
- jenis mangrove;
- umur tegakan;
- kepadatan vegetasi;
- salinitas;
- elevasi;
- sedimentasi;
- substrat;
- gangguan;
- sejarah penggunaan lahan;
- periode program.
Karena itu, manfaat karbon mangrove tidak seharusnya dihitung hanya dengan mengalikan jumlah bibit dengan satu angka serapan tetap.
Manfaat Program Tidak Hanya Karbon
Program mangrove juga dapat memberikan manfaat ekologis dan sosial yang lebih luas, seperti:
- mendukung perlindungan wilayah pesisir;
- menyediakan habitat bagi fauna;
- mendukung produktivitas perikanan;
- membantu menahan sedimen;
- memperkuat konektivitas ekosistem pesisir;
- mendukung kegiatan masyarakat;
- meningkatkan edukasi lingkungan;
- memperluas partisipasi publik;
- mendukung adaptasi perubahan iklim.
Oleh karena itu, keberhasilan program tidak hanya dilihat dari jumlah bibit atau estimasi karbon, tetapi juga dari kualitas pelaksanaan, pemantauan, kondisi ekosistem, dan keberlanjutan program.
Pendekatan Ecological Mangrove Rehabilitation
Mangrove Tag menerapkan prinsip Ecological Mangrove Rehabilitation atau EMR.
Pendekatan ini menempatkan pemulihan proses ekologis sebagai dasar utama program rehabilitasi mangrove.
Intervensi tidak selalu berupa penanaman.
Berdasarkan kondisi lokasi, kegiatan dapat berupa:
- regenerasi alami;
- regenerasi alami yang dibantu;
- penanaman langsung;
- pengayaan jenis;
- pemeliharaan;
- penyulaman terukur;
- pemulihan hidrologi;
- perlindungan tegakan;
- pengendalian gangguan;
- perbaikan habitat;
- pemantauan ekologis.
Pada lokasi yang telah memiliki regenerasi alami, perlindungan dan pemeliharaan dapat lebih tepat dibandingkan penanaman baru dalam jumlah besar.
Pada lokasi dengan gangguan hidrologi, perbaikan aliran air dapat menjadi prioritas sebelum penanaman.
Pilihan Program Tebus Karbon Kegiatan dan Acara
Program disusun berdasarkan skala kegiatan, estimasi emisi, jumlah peserta, kebutuhan pelibatan, periode pemantauan, lokasi, dan bentuk pelaporan yang diperlukan.
Program Kontribusi Dasar
Sesuai untuk kegiatan skala kecil hingga menengah.
Ruang lingkup dapat mencakup:
- simulasi awal emisi;
- kontribusi program mangrove;
- penentuan lokasi oleh Mangrove Tag;
- pelaksanaan intervensi sesuai kebutuhan ekologis;
- dokumentasi program;
- Sertifikat Kontribusi Program Mangrove;
- ringkasan pelaksanaan.
Program Kontribusi Terintegrasi
Sesuai untuk seminar, konferensi, kampanye, kegiatan perusahaan, dan acara publik yang membutuhkan pelaksanaan lebih lengkap.
Ruang lingkup dapat mencakup:
- konsultasi kebutuhan kegiatan;
- simulasi emisi;
- penyusunan skala program;
- penentuan lokasi;
- pelaksanaan kegiatan mangrove;
- pelibatan peserta;
- edukasi;
- dokumentasi;
- pemantauan;
- laporan program.
Program Khusus
Program disusun berdasarkan kebutuhan spesifik penyelenggara, seperti:
- kegiatan berskala besar;
- kegiatan multikota;
- perjalanan perusahaan;
- konferensi tahunan;
- peluncuran produk;
- program pelanggan;
- kampanye keberlanjutan;
- kegiatan multiyears;
- kebutuhan pelaporan ESG;
- kebutuhan komunikasi publik.
Nilai program akan disusun berdasarkan ruang lingkup pekerjaan, bukan hanya berdasarkan jumlah bibit.
Apa yang Menentukan Nilai Program?
Nilai kontribusi atau biaya program dapat dipengaruhi oleh:
- skala emisi;
- jumlah peserta;
- lokasi;
- aksesibilitas;
- bentuk intervensi;
- kebutuhan bahan;
- pelibatan peserta;
- kebutuhan seremonial;
- periode pemantauan;
- dokumentasi;
- pelaporan;
- publikasi;
- kebutuhan kajian teknis;
- kondisi lapangan.
Jumlah bibit bukan satu-satunya dasar penentuan nilai program.
Fasilitas Program
Fasilitas dapat disesuaikan dengan ruang lingkup yang disepakati.
Penilaian dan Perencanaan
- identifikasi kebutuhan kegiatan;
- simulasi awal emisi;
- penyusunan konsep program;
- pemilihan lokasi;
- penilaian awal kondisi ekologis;
- penyesuaian bentuk intervensi.
Persiapan Lapangan
- koordinasi dengan pengelola;
- administrasi;
- perizinan;
- persiapan bahan;
- penyiapan bibit apabila diperlukan;
- penyiapan ajir apabila diperlukan;
- pengaturan jadwal.
Pelaksanaan
- penanaman;
- rehabilitasi;
- pemeliharaan;
- regenerasi alami yang dibantu;
- perlindungan tegakan;
- perbaikan habitat;
- intervensi lain sesuai kebutuhan.
Pelibatan Peserta
- pengarahan teknis;
- edukasi mangrove;
- pendampingan lapangan;
- pengaturan peserta;
- dokumentasi;
- kegiatan seremonial apabila relevan.
Pemantauan
- pemantauan kelulushidupan;
- pemantauan pertumbuhan;
- pemantauan kondisi lokasi;
- identifikasi gangguan;
- dokumentasi perkembangan;
- rekomendasi tindak lanjut.
Pelaporan dan Komunikasi
- laporan pelaksanaan;
- dokumentasi foto;
- informasi lokasi;
- ringkasan perkembangan;
- Sertifikat Kontribusi Program Mangrove;
- materi komunikasi program;
- publikasi melalui jaringan Mangrove Tag apabila disepakati.
Lokasi Program
Mangrove Tag memiliki jaringan lokasi program di beberapa wilayah pesisir Indonesia.
Penentuan lokasi mempertimbangkan:
- kesiapan area;
- kondisi ekologis;
- kebutuhan rehabilitasi;
- musim;
- pasang surut;
- aksesibilitas;
- persetujuan pengelola;
- status dan penggunaan lahan;
- kesiapan masyarakat;
- kebutuhan pemantauan;
- kesesuaian dengan tujuan kegiatan.
Daerah program dapat mencakup wilayah di:
- Banten;
- DI Yogyakarta;
- DKI Jakarta;
- Jawa Barat;
- Jawa Tengah;
- Jawa Timur;
- wilayah lainnya sesuai kesiapan program.
Ketersediaan lokasi dapat berubah berdasarkan kondisi lapangan dan jadwal pelaksanaan.
Mengapa Tidak Semua Lokasi Memiliki Angka Karbon yang Sama?
Setiap lokasi mangrove memiliki karakteristik yang berbeda.
Perbedaan dapat terjadi pada:
- jenis vegetasi;
- umur tegakan;
- kerapatan;
- kondisi tanah;
- kedalaman sedimen;
- hidrologi;
- salinitas;
- penggunaan lahan;
- tingkat degradasi;
- metode pengukuran;
- periode pengamatan.
Karena itu, Mangrove Tag tidak menggunakan satu angka stok atau serapan karbon yang sama untuk semua wilayah.
Data karbon spesifik lokasi memerlukan kajian, pengukuran, metodologi, dan penjelasan batas ketidakpastian yang memadai.
Mengapa Tidak Ada Klaim Karbon Tetap per Bibit?
Setiap bibit dapat mengalami perkembangan yang berbeda.
Bibit yang ditanam dapat:
- hidup;
- mati;
- tumbuh lambat;
- tumbuh cepat;
- rusak akibat gelombang;
- tertutup sampah;
- terganggu aktivitas manusia;
- mengalami kompetisi;
- berkembang menjadi tegakan;
- gagal tumbuh apabila habitat tidak sesuai.
Karbon mangrove juga tidak hanya tersimpan pada bibit atau pohon, tetapi pada akar, tanah, dan sedimen.
Oleh karena itu, Mangrove Tag tidak menyatakan bahwa setiap bibit pasti menyerap karbon dalam jumlah yang sama.
Estimasi manfaat iklim memerlukan penilaian terhadap:
- luas area;
- jenis intervensi;
- periode program;
- baseline;
- pertumbuhan vegetasi;
- kondisi tanah;
- hidrologi;
- emisi pelaksanaan;
- metodologi;
- hasil pemantauan.
Pemantauan dan Indikator Keberhasilan
Survival rate atau tingkat kelulushidupan merupakan salah satu indikator awal program.
Namun, keberhasilan tidak hanya diukur berdasarkan persentase tanaman yang hidup.
Pemantauan dapat mencakup:
- kelulushidupan;
- pertumbuhan tinggi;
- pertumbuhan diameter;
- kondisi daun;
- perkembangan akar;
- tajuk;
- regenerasi alami;
- hidrologi;
- sedimentasi;
- sampah;
- gangguan manusia;
- keberadaan fauna;
- perkembangan struktur tegakan.
Penyulaman dilakukan secara terukur berdasarkan hasil pemantauan dan penyebab kematian.
Penyulaman tidak dilakukan hanya untuk mempertahankan angka kelulushidupan apabila kondisi lokasi belum mendukung pertumbuhan mangrove.
Periode Pelaksanaan dan Pemantauan
Pelaksanaan disesuaikan dengan:
- tanggal kegiatan;
- kesiapan lokasi;
- musim;
- pasang surut;
- kondisi cuaca;
- ketersediaan bahan;
- kesiapan masyarakat;
- rekomendasi teknis.
Kegiatan lapangan dapat dilaksanakan:
- sebelum acara;
- pada hari kegiatan;
- setelah acara;
- pada jadwal terpisah;
- secara bertahap;
- secara multiyears.
Pemantauan dapat dilakukan pada:
- fase awal;
- bulan ke-3;
- bulan ke-6;
- tahun pertama;
- periode lanjutan;
- skema multiyears.
Jadwal aktual ditentukan dalam kesepakatan program.
Sertifikat Kontribusi Program Mangrove
Penyelenggara dapat memperoleh Sertifikat Kontribusi Program Mangrove.
Sertifikat dapat memuat:
- nama kegiatan;
- nama penyelenggara;
- periode kegiatan;
- bentuk kontribusi;
- lokasi program;
- identitas pelaksanaan;
- informasi dasar program.
Sertifikat tersebut:
- bukan sertifikat kredit karbon;
- bukan unit pengurangan emisi;
- bukan hasil validasi;
- bukan hasil verifikasi;
- bukan bukti kegiatan karbon netral;
- bukan bukti pencapaian net zero;
- bukan jaminan jumlah serapan karbon tertentu.
Cara Mengikuti Program
1. Hitung atau Perkirakan Emisi Kegiatan
Gunakan Kalkulator Karbon Mangrove atau data inventarisasi emisi yang telah tersedia.
2. Tentukan Tujuan Program
Tentukan apakah program diarahkan untuk:
- kontribusi iklim;
- CSR;
- ESG;
- edukasi peserta;
- pelibatan karyawan;
- kampanye publik;
- rehabilitasi pesisir;
- dokumentasi keberlanjutan.
3. Siapkan Informasi Kegiatan
Siapkan data berikut:
Nama kegiatan:
Nama penyelenggara:
Tanggal kegiatan:
Lokasi kegiatan:
Jumlah peserta:
Jenis kegiatan:
Estimasi emisi:
Kebutuhan kegiatan lapangan:
Kebutuhan seremonial:
Kebutuhan dokumentasi:
Kebutuhan laporan:
Periode pemantauan:
Perkiraan anggaran:
4. Konsultasikan dengan Mangrove Tag
Hubungi Mangrove Tag untuk membahas:
- hasil simulasi;
- skala program;
- lokasi;
- jadwal;
- bentuk intervensi;
- pelibatan peserta;
- dokumentasi;
- pelaporan;
- nilai program.
5. Terima Proposal
Mangrove Tag akan menyusun rekomendasi atau proposal sesuai kebutuhan dan kondisi program.
6. Konfirmasi dan Pelaksanaan
Pelaksanaan dilakukan setelah ruang lingkup, jadwal, nilai program, lokasi, dan tanggung jawab para pihak disepakati.
Apakah Peserta Dapat Mengikuti Kegiatan Lapangan?
Ya, apabila kondisi memungkinkan.
Pelibatan peserta disesuaikan dengan:
- kapasitas lokasi;
- keselamatan;
- cuaca;
- pasang surut;
- akses;
- jumlah peserta;
- kondisi ekologis;
- kesiapan pengelola;
- kebutuhan program.
Kegiatan lapangan tidak harus dilaksanakan tepat pada hari acara utama.
Pada kondisi tertentu, pelaksanaan dapat dilakukan pada waktu terpisah agar lebih sesuai dengan kondisi lapangan.
Apakah Program Selalu Berupa Penanaman?
Tidak.
Program dapat berupa:
- penanaman;
- pemeliharaan;
- konservasi;
- regenerasi alami;
- pengayaan jenis;
- perlindungan tegakan;
- pemulihan hidrologi;
- pengendalian gangguan;
- perbaikan habitat;
- pemantauan ekologis.
Bentuk intervensi ditentukan berdasarkan kondisi lokasi dan kebutuhan ekosistem.
Apakah Program Ini Menghasilkan Kredit Karbon?
Tidak secara otomatis.
Program Tebus Karbon Kegiatan dan Acara merupakan program kontribusi mangrove dan bukan proyek kredit karbon terverifikasi.
Kredit karbon membutuhkan proses seperti:
- penetapan batas proyek;
- analisis baseline;
- penilaian additionality;
- pemilihan metodologi;
- penghitungan karbon;
- analisis kebocoran;
- pengelolaan risiko nonpermanensi;
- monitoring;
- validasi;
- verifikasi;
- registrasi sesuai skema yang digunakan.
Sertifikat kontribusi tidak sama dengan sertifikat kredit karbon.
Klaim Keberlanjutan yang Dapat Digunakan
Penyelenggara dapat menggunakan pernyataan:
“Kegiatan ini mendukung program rehabilitasi dan pemantauan mangrove bersama Mangrove Tag.”
“Penyelenggara telah melakukan estimasi emisi dan mendukung program mangrove sebagai bagian dari kontribusi lingkungan.”
“Manfaat iklim program masih berupa estimasi dan bukan kredit karbon terverifikasi.”
Hindari klaim:
- kegiatan ini sepenuhnya karbon netral;
- seluruh emisi telah hilang;
- jumlah bibit sama dengan kredit karbon;
- setiap bibit menyerap jumlah karbon yang sama;
- sertifikat kontribusi merupakan sertifikat karbon;
- program telah mencapai net zero;
- seluruh manfaat iklim telah terverifikasi.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah Kami Harus Memiliki Data Emisi?
Tidak harus, tetapi sangat disarankan.
Apabila data lengkap belum tersedia, penyelenggara dapat memulai dengan simulasi berdasarkan jumlah peserta, jenis kegiatan, transportasi, durasi, dan ruang lingkup acara.
Apakah Nilai Program Dihitung per Bibit?
Tidak semata-mata.
Nilai program mempertimbangkan keseluruhan ruang lingkup, termasuk perencanaan, koordinasi, intervensi, pemantauan, dokumentasi, pelaporan, dan kondisi lokasi.
Apakah Satu Bibit Sama dengan Satu Unit Karbon?
Tidak.
Bibit bukan kredit karbon dan tidak menjamin serapan dalam jumlah tertentu.
Apakah Kegiatan Bisa Dilakukan Tanpa Seremonial?
Bisa.
Program dapat dilaksanakan tanpa kegiatan seremonial. Dokumentasi dan laporan tetap dapat disediakan sesuai ruang lingkup.
Apakah Mangrove Tag Menyediakan Laporan?
Ya, sesuai paket dan ruang lingkup kerja sama.
Laporan dapat berupa:
- laporan kegiatan;
- dokumentasi;
- data pemantauan;
- ringkasan perkembangan;
- rekomendasi teknis.
Apakah Hasilnya Bisa Dicantumkan dalam Laporan Keberlanjutan?
Bisa dengan penjelasan yang proporsional.
Perusahaan atau penyelenggara harus membedakan antara kontribusi program, estimasi manfaat iklim, dan kredit karbon terverifikasi.
Berapa Lama Program Dipantau?
Periode pemantauan disesuaikan dengan tujuan, lokasi, dan kesepakatan program.
Pemantauan multiyears memberikan gambaran yang lebih baik mengenai pertumbuhan, regenerasi, perubahan struktur tegakan, dan perkembangan fungsi ekosistem.
Tebus Karbon Bukan Pengganti Pengurangan Emisi
Program kontribusi mangrove tidak boleh digunakan untuk membenarkan kegiatan yang menghasilkan emisi semakin besar tanpa upaya pengurangan.
Langkah utama tetap:
- mengukur emisi;
- menghindari emisi yang tidak perlu;
- meningkatkan efisiensi;
- mengurangi penggunaan energi;
- memperbaiki pengelolaan logistik;
- mengurangi sampah;
- memilih pemasok yang lebih bertanggung jawab;
- mendukung program lingkungan secara transparan.
Tebus Karbon Kegiatan dan Acara ditempatkan sebagai langkah tambahan, bukan sebagai jalan pintas untuk menyatakan kegiatan telah sepenuhnya netral karbon.
Wujudkan Kegiatan yang Lebih Bertanggung Jawab
Kegiatan yang berkelanjutan tidak cukup hanya dengan memasang label hijau atau menanam bibit setelah acara selesai.
Penyelenggara perlu memahami sumber emisi, melakukan pengurangan, memilih kontribusi yang relevan, dan menyampaikan hasil program secara transparan.
Melalui Tebus Karbon Kegiatan dan Acara, Mangrove Tag membantu penyelenggara mengembangkan program mangrove yang memperhatikan:
- kebutuhan ekosistem;
- kualitas lokasi;
- kesesuaian intervensi;
- pelibatan masyarakat;
- pemantauan;
- dokumentasi;
- keberlanjutan program.
Hitung emisi kegiatan Anda.
Kurangi sumber emisinya.
Dukung program mangrove secara bertanggung jawab.
Konsultasikan Program Kegiatan Anda
Catatan Penting
Tebus Karbon Kegiatan dan Acara merupakan program kontribusi sukarela terhadap rehabilitasi, penanaman, pemantauan, pemeliharaan, perlindungan, dan pengelolaan ekosistem mangrove.
Program ini:
- bukan kredit karbon terverifikasi;
- bukan unit pengurangan emisi;
- bukan jaminan serapan aktual;
- bukan bukti kegiatan karbon netral;
- bukan dasar tunggal klaim net zero;
- bukan pengganti pengurangan emisi pada sumbernya.
Nilai manfaat iklim aktual dapat berbeda berdasarkan kondisi lokasi, jenis intervensi, periode program, pertumbuhan vegetasi, kondisi tanah, hidrologi, gangguan, dan metodologi yang digunakan.
Penggunaan informasi program dalam komunikasi publik harus disampaikan secara proporsional, transparan, dan tidak menyesatkan.