Hapus Jejak Emisi Karbon di Bumi, Mangrove Tag Lakukan Pendampingan Penanaman dan Pemantauan 1.500 Bibit Mangrove kepada PT Bantu Indonesia Bersama dan PT Oktasan Baruna Persada di SMC Jateng

Semarang- Mangrove Tag. Kondisi suhu bumi yang semakin panas menjadi kekhawatiran bersama. Hal ini, tentu erat kaitannya dengan pemanasan global yang sedang melanda. Banyak hal yang dapat dilakukan untuk mencegah dampak buruk pemanasan global, salah satunya ialah menghapus jejak emisi karbon di bumi dengan cara melakukan penanaman dan pemantauan mangrove. Hal ini mengingat mangrove dapat menyimpan karbon lima kali lebih banyak apabila dibandingkan dengan tumbuhan darat lainnya.

Mangrove Tag terus berupaya mendampingi banyak lembaga dalam melakukan program penanaman dan pemantauan bibit mangrove di kawasan pesisir Indonesia. Kali ini, pendampingan dilakukan kepada PT Bantu Indonesia Bersama dan PT Oktasan Baruna Persada, dengan menanam sejumlah 1.500 bibit mangrove jenis Rhizophora mucronata. Penanaman dilakukan di SMC Jateng, yang dimulai dari pukul 07.00 – 11.00 WIB. Proses penanaman mangrove dilakukan oleh Mangrove Tag dan KENARI. (31/10/2023).

Kegiatan ini merupakan salah satu aksi nyata dari PT Bantu Indonesia Bersama dan PT Oktasan Baruna Persada untuk menghapus jejak emisi karbon di bumi, mencegah intrusi air laut, abrasi dan erosi pantai di SMC Jateng.

Sebelum penanaman dimulai, dilakukan simbolisasi penyerahan bibit mangrove dari Mangrove Tag yang mewakili PT Bantu Indonesia Bersama dan PT Oktasan Baruna Persada kepada KENARI.

Proses penanaman bibit mangrove di SMC Jateng.

Slamet Urip Widodo (KENARI) menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Mangrove Tag, PT Bantu Indonesia Bersama dan PT Oktasan Baruna Persada atas terselenggaranya kegiatan penanaman mangrove di SMC Jateng.

“Terima kasih saya ucapkan kepada Mangrove Tag, PT Bantu Indonesia Bersama dan PT Oktasan Baruna Persada yang sudah peduli dengan pelestarian mangrove di desa kami,” kata Slamet. “Harapan kami, bibit mangrove yang telah ditanam dapat tumbuh besar dan menjadi pelindung bagi desa kami di masa mendatang, juga dapat menghapus jejak emisi karbon di bumi,” lanjutnya.

Pada kesempatan ini, sebanyak 1.200 bibit mangrove telah selesai ditanam. Sementara itu, 300 sisanya (20% dari total bibit mangrove) akan ditanam tiga bulan lagi pada tahapan penyulaman, apabila ditemukan bibit mangrove yang gagal tumbuh.

Hasil penanaman di SMC Jateng.

SMC Jateng dipilih sebagai lokasi penanaman mangrove karena wilayah ini masih perlu ditanami mangrove untuk mengembalikan kondisinya seperti semula, sebelum rusak karena adanya ekspansi pertambakan pada masa lalu.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan penanaman mangrove yang diinisisasi oleh PT Bantu Indonesia Bersama dan PT Oktasan Baruna Persada ini,” kata Ega N. B. Utami (Staf manajer Humas dan Lapangan). “Semoga pada masa mendatang, akan semakin banyak lagi kegiatan serupa dari berbagai lembaga, sebagai upaya penyelamatan pesisir kita. Tidak lupa, nantinya mangrove yang telah ditanam ini, akan selalu kami pantau dan evaluasi pertumbuhannya,” lanjutnya.

Keseluruhan kgiatan berlangsung dengan baik dan lancar yang ditutup dengan bersih diri dan pendokumentasian hasil penanaman untuk laporan kegiatan. (ENBU/ADM).