Hapus Jejak Karbon di Bumi, Mangrove Tag Lakukan Pendampingan Penanaman dan Pemantauan 1.000 Bibit Mangrove kepada PT Bantu Indonesia Bersama di SMC Jateng

Semarang – Mangrove Tag. Mangrove Tag kembali melakukan program pendampingan penanaman dan pemantauan bibit mangrove, kali ini kepada PT Bantu Indonesia Bersama. Kegiatan ini, dilaksanakan pada pukul 09.00 – 12.00 WIB di Semarang Mangrove Center (SMC), Mangunharjo, Semarang, Jawa Tengah (Jateng). Sejumlah 800 bibit mangrove jenis Rhizophora berhasil ditanam dan sisanya sebanyak 200 akan disimpan untuk program penyulaman dan pemantauan setelah penanaman, pada bulan ketiga mendatang. (24/7/2023).

Penanaman mangrove ini bertujuan untuk menyalurkan bantuan dari para donatur yang sudah masuk ke PT Bantu Indonesia Bersama, dengan harapan dapat menghapus jejak emisi karbon di bumi dan mencegah abrasi pantai di kawasan pesisir SMC Jateng. 

Penyerahan bibit mangrove dari Mangrove Tag kepada KENARI.

Tim Mangrove Tag yang terdiri dari Bambang Jati Laksono (Staf Manajer Humas) dan Anggoro Da’an Budi Saputro (Staf Manajer Operasional) menyerahkan bantuan 1.000 bibit mangrove kepada warga setempat yang diwakili oleh Kelompok KENARI, selaku pengelola kawasan SMC Jateng.

“Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada PT Bantu Indonesia Bersama dan Mangrove Tag atas bantuan 1.000 bibit mangrove ini,” kata Anwar Nuardi (Ketua Kelompok KENARI). “Dengan adanya penanaman mangrove ini, kami juga mengharapkan kesejahteraan warga di desa kami akan dapat meningkat, karena ketika mangrove banyak dan subur, maka kami juga akan merasakan dampak positifnya,” lanjutnya.

Hasil penanaman mangrove PT Bantu Indonesia Bersama di SMC Jateng.

Anggoro mengatakan bahwa hutan mangrove mampu menyerap dan menyimpan karbon lebih banyak, yaitu sekitar lima kali daripada hutan lainnya.

“Mangrove mampu menyerap karbon dan menyimpannya di dalam batang dan akarnya serta di dalam tanah pesisir tempat mereka tumbuh,” terang Anggoro. “Dengan menanam lebih banyak mangrove, maka akan dapat menghapus jejak emisi karbon di bumi,” tambahnya.

Selanjutnya, mangrove yang kuat dan sehat dapat melindungi daerah pesisir dari abrasi dan meredam badai tsunami. Kegiatan penggundulan hutan mangrove juga akan dapat menyebabkan pelepasan besar-besaran karbon ke atmosfer sehingga menyebabkan pemanasan global.

Keseluruhan kegiatan berjalan dengan baik dan lancar yang ditutup dengan bersih diri dan foto bersama. (ADM/BJL).