Pemantauan mangrove PT PGN di Bekasi dengan tingkat kelulushidupan rata-rata 66,18 persen.

Hasil Pemantauan-Mangrove Bulan ke-6 Mangrove Tag Juli 2026: Persentase Kelulushidupan Bibit Mangrove PT Perusahaan Gas Negara Tbk di Bekasi, Capai 66,18%

Bekasi – Mangrove Tag. Mangrove Tag kembali melaksanakan kegiatan pemantauan mangrove hasil rehabilitasi mangrove, kegiatan ini merupakan kegiatan wajib yang harus dilaksanakan. Kegiatan pemantauan tersebut dalam rangka memastikan pertumbuhan bibit mangrove hasil Program Pendampingan Penanaman dan Pemantauan 5.000 Bibit Mangrove Kepada PT Perusahaan Gas Negara (PT PGN) Tbk yang dilaksanakan di tiga tempat yang berbeda, di antaranya di pesisir Desa Pantai Bahagia dan Ujung Beting, Muara Gembong, serta pesisir Desa Hurip Jaya, Babelan. (15–17/7/2026).

Pemantauan Mangrove Bulan ke-6 PT PGN di Bekasi

Pemantauan mangrove kali ini dilaksanakan dengan tujuan memantau, menilai, dan mengevaluasi bibit mangrove pada bulan ke-6 setelah penanaman setelah melewati masa kritis. Pemantauan bibit mangrove terdiri atas kegiatan utama, yaitu monitoring dan evaluasi (monev). 

Proses ini dilakukan secara berkala untuk mengetahui kondisi bibit, mendeteksi gangguan sejak dini, seperti serangan hama, abrasi, atau perubahan lingkungan, serta mengevaluasi efektivitas metode penanaman. Hasil pemantauan mangrove akan dijadikan evaluasi terhadap hasil rehabilitasi yang telah dilaksanakan. 

Perwakilan Mangrove Tag Dalam Pemantauan

Proses pemantauan kali ini, Mangrove Tag diwakili oleh Agape L. Anthoni (Staf Hubungan Masyarakat dan Lapangan) dan M. Ryan Setiawan (Staf Hubungan Masyarakat dan Lapangan) yang dilaksanakan di tiga tempat berbeda di pesisir Utara Bekasi. 

Proses pemantauan mangrove di lokasi rehabilitasi Desa Pantai Bahagia.

Proses Pengumpulan Data dan Informasi Hasil Rehabilitasi Mangrove

Proses pemantauan bulan ke-6 berfokus pada pengambilan data berupa penghitungan bibit tumbuh dan gagal tumbuh dan pengukuran tinggi bibit setelah enam bulan. Hasil penghitungan dan pengukuran tersebut akan menghasilkan persentase kelulushidupan dan persentase pertumbuhan setelah enam bulan penanaman. 

Selain itu, dilakukan pengamatan terhadap kondisi bibit yang tumbuh, kemudian gagal tumbuh, serta alasan yang menyebabkan kegagalan tumbuh. Dilanjutkan dengan pengamatan kondisi lingkungan di lokasi penanaman setelah enam bulan semenjak dilaksanakan rehabilitasi enam bulan yang lalu. 

Hasil Pemantauan Mangrove: Perkembangan Menuju Ekosistem Kompleks

Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa kondisi bibit mangrove yang sudah ditanam berhasil tumbuh baik, dengan rata-rata persentase kelulushidupan sebesar 66,18%, nilai tersebut menunjukkan bahwa persentase kelulushidupan bibit mangrove di tiga tempat termasuk dalam kategori yang baik, yang didasarkan pada indikator keberhasilan rehabilitasi mangrove dan melihat kondisi pesisir yang dinamis serta kesempatan hasil rehabilitasi mangrove berkembang menjadi ekosistem mangrove yang lebih kompleks sebagai habitat keanekaragaman hayati. 

Persentase kelulushidupan tersebut merupakan hasil rata-rata dari ketiga tempat yang dipantau, di antaranya sebesar 79,10% di pesisir Desa Pantai Bahagia, 89,20% di pesisir Ujung Beting, dan 30,25% di pesisir Desa Hurip Jaya. 

Proses pemantauan mangrove di lokasi rehabilitasi Desa Hurip Jaya.

Sedangkan nilai rata-rata persentase pertumbuhan bibit mangrove di tiga tempat mencapai 55,70% setelah enam bulan dari tinggi bibit pada saat penanaman. 

“Setelah dilaksanakan kegiatan pemantauan di bulan ke-3 lalu, kemudian dilaksanakan pemantauan lanjutan pada bulan ke-6 ini. Hal ini dilakukan dalam memastikan bibit mangrove hasil rehabilitasi dapat tumbuh dengan baik sehingga memiliki potensi yang sangat besar menjadi ekosistem yang lebih kompleks dalam kaitannya sebagai bentuk peningkatan keanekaragaman hayati,” kata Agape. “Hasil pemantauan yang akan dilaksanakan akan dijadikan evaluasi pada pemantauan bulan ke-9 yang akan dilaksanakan tiga bulan mendatang. Dari tiga lokasi yang dilaksanakan kegiatan rehabilitasi mangrove, dua di antaranya memiliki persentase kelulushidupan yang baik,” jelasnya. 

Kondisi bibit mangrove di lokasi Desa Pantai Bahagia.

Lebih lanjut, berdasarkan hasil pemantauan tersebut, persentase kelulushidupan dan pertumbuhan bibit mangrove tergolong dalam kategori baik di dua lokasi. Sementara satu lokasi lain, akan dilaksanakan evaluasi terhadap hasil yang didapatkan. 

Capaian ini menunjukkan rehabilitasi mangrove telah berlangsung dengan baik dan kondisi lingkungan sangat mendukung adaptasi dan pertumbuhan bibit di lapangan. Meskipun demikian, tetap diperlukan upaya pemantauan lanjutan dan evaluasi secara berkala untuk memastikan pertumbuhan mangrove dapat terus optimal dalam proses menuju ekosistem mangrove yang lebih kompleks. 

Melalui pemantauan berkala, Mangrove Tag bersama PT PGN akan terus menilai perkembangan bibit, kondisi lingkungan, serta kebutuhan tindakan adaptif agar program rehabilitasi mangrove dapat berjalan secara lebih efektif, terukur, dan berkelanjutan. Keseluruhan kegiatan berlangsung dengan baik dan ditutup dengan pendokumentasian sebagai bagian dari pelaporan program kepada mitra.

Keseluruhan kegiatan berjalan dengan baik dan lancar yang ditutup dengan pendokumentasian kegiatan untuk pelaporan program rehabilitasi ekosistem mangrove. (ADM/ARH/ALA/AP).