Pemantauan mangrove PT Widar Mandripa di Demak dengan tingkat kelulushidupan 100 persen.

Bisa Tebus Jejak Emisi Karbon di Bumi, Hasil Pemantauan-Mangrove Bulan ke-12 Mangrove Tag Juli 2026: Persentase Kelulushidupan Bibit Mangrove PT Widar Mandripa Nusantara di Demak Capai 100%

Demak – Mangrove Tag. Mangrove Tag kembali sukses laksanakan kegiatan lanjutan dari Program Pendampingan Penanaman dan Pemantauan 200 Bibit Mangrove kepada PT Widar Mandripa Nusantara di kawasan mangrove Dukuh Tambak Gojoyo, Demak. Kegiatan tersebut adalah pemantauan mangrove lanjutan bulan ke-12 dengan tujuan memastikan bibit mangrove dapat tumbuh dengan baik dalam Program Tebus Karbon oleh Mangrove Tag. (21/7/2026). 

Skema Program Mangrove Tag: Tebus Karbon

Skema program Mangrove Tag yang dilaksanakan dalam kegiatan penanaman dan pemantauan ini adalah Tebus Karbon. Tebus Karbon dari Mangrove Tag merupakan skema di mana bibit mangrove dioptimalkan untuk memiliki persentase kelulushidupan yang sempurna sehingga dapat lebih optimal dalam penyimpanan karbon di masa yang akan datang dan akan dihitung karbonnya selama pemantauan dilaksanakan. 

Harapannya, bibit mangrove yang telah ditanam dapat mencapai persentase kelulushidupan yang sempurna hingga bulan ke-36 atau tahun ke-3 masa pemantauan. Pemantauan pada tahun ke-3 ini memiliki tujuan penting, yaitu untuk memastikan bahwa bibit mangrove telah tumbuh dengan baik dan melewati masa adaptasi serta fase kritisnya. Pada tahap ini, sistem perakaran mangrove diharapkan sudah kuat dan tajuknya mulai rimbun. 

Kondisi tersebut menjadi indikator keberhasilan rehabilitasi ekosistem mangrove, sekaligus menandakan bahwa vegetasi telah mampu berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir dan mendukung upaya mitigasi perubahan iklim secara berkelanjutan, serta dapat tumbuh menjadi ekosistem yang kompleks sebagai habitat berbagai fauna dan keanekaragaman hayati di pesisir. 

Proses pemantauan bibit mangrove: pengukuran tinggi bibit.

Pemantauan Mangrove Lanjutan PT Widar Mandripa Nusantara di Demak

Kegiatan pemantauan mangrove yang dilaksanakan mencakup beberapa tahapan penting, yaitu monitoring dan evaluasi (monev) untuk menilai tingkat keberhasilan penanaman serta memastikan bibit mangrove tumbuh secara optimal. Selain itu, dilakukan kegiatan penyulaman kepada mangrove yang gagal tumbuh dengan tujuan untuk mengganti bibit yang gagal tumbuh dengan bibit baru, sehingga persentase kelulushidupan mangrove dapat sempurna sesuai tujuan awal kegiatan dan mencapai kondisi ideal sebagai suatu ekosistem yang baik. 

Tahapan selanjutnya adalah penghitungan potensi penyimpanan karbon yang dilakukan menggunakan metode Tier 3, yaitu melalui pengambilan data langsung di lapangan dari bibit yang telah ditanam. Pendekatan ini memberikan hasil yang lebih akurat dalam menilai kontribusi mangrove terhadap penyerapan dan penyimpanan karbon di wilayah pesisir. 

Hasil Pemantauan Mangrove Bulan ke-12

Mangrove Tag yang diwakili oleh Bambang J. Laksono (Staf Koordinator Hubungan Masyarakat dan Lapangan) dibantu M. Ryan Setyawan (Staf Hubungan Masyarakat dan Lapangan) yang mulai melakukan pemantauan pada pukul 09.00 WIB. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa kondisi bibit mangrove yang sudah ditanam berhasil tumbuh baik dengan persentase kelulushidupan yang sempurna, sebesar 100% dengan jumlah 200 bibit. Sedangkan nilai persentase pertumbuhan bibit mangrove mencapai 99,76% dengan rata-rata tinggi bibit setinggi 84,4 cm. 

“Hari ini kami kembali melaksanakan kegiatan pemantauan bibit mangrove hasil penanaman bibit mangrove Program Tebus Karbon oleh PT Widar Mandripa Nusantara sejumlah 200 bibit mangrove. Pemantauan ini bertujuan untuk memastikan bibit mangrove yang ditanam dan tumbuh selama ini dapat tumbuh dengan baik sesuai dengan target awal rehabilitasi mangrove,” kata Bambang. “Skema ini memiliki tujuan agar mangrove dapat tumbuh dengan baik dan optimal dalam manfaatnya bertumbuh menjadi ekosistem mangrove yang kompleks untuk berbagai manfaatnya dan efektif sebagai ekosistem penyimpan karbon di wilayah pesisir. Setelah itu, kami mengambil data berkaitan dengan estimasi simpanan karbon menggunakan metode Tier 3,” lanjutnya. 

Kondisi bibit mangrove hasil pemantauan bulan ke-12.

Selain hasil persentase kelulushidupan dan persentase pertumbuhan diambil juga data yang digunakan dalam penghitungan simpanan emisi karbon semai mangrove yang nantinya akan diolah dan akan menghasilkan nilai simpanan karbon dari semai bibit yang ditanam. 

Pemantauan mangrove akan terus dilaksanakan sebagai bagian dari upaya memastikan pertumbuhan dan perkembangan bibit mangrove hingga mencapai masa pemantauan bulan ke-36. Melalui pemantauan yang dilakukan secara berkala, kondisi bibit dapat terus dievaluasi dan data pertumbuhan serta potensi simpanan karbon dapat diperbarui sebagai bagian dari pengelolaan program. 

Keberlanjutan kegiatan ini diharapkan dapat mendukung terbentuknya ekosistem mangrove yang sehat dan kompleks, sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan pesisir melalui peningkatan fungsi ekosistem dan potensi penyimpanan karbon. Program Tebus Karbon Mangrove Tag bersama PT Widar Mandripa Nusantara diharapkan dapat terus berkontribusi dalam upaya rehabilitasi dan pelestarian ekosistem mangrove secara berkelanjutan. 

Keseluruhan kegiatan pemantauan mangrove berlangsung dengan baik dan lancar yang ditutup dengan pendokumentasian kegiatan untuk pelaporan kepada mitra. (ADM/ARH/BJL/AP).