Semarang – Mangrove Tag. Dalam program Tanam Pantau-nya, Mangrove Tag kembali sukses melakukan penanaman bibit mangrove kepada PT PP (Persero) Tbk Proyek Revitalisasi Terminal 1C Bandara Soekarno-Hatta. Pada penanaman mangrove kali ini, sebanyak 415 bibit mangrove jenis Rhizophora mucronata sukses ditanam di Semarang Mangrove Center (SMC), Jawa Tengah (Jateng). (30/11&9/12/2025).
Mangrove Tag menawarkan tiga skema program bagi mitra yang ingin melaksanakan kegiatan penanaman dan pemantauan bibit mangrove di lokasi-lokasi tertentu yang telah terverifikasi. Ketiga skema tersebut, meliputi Tebus Karbon, Adopsi Mangrove, dan Tanam Pantau.
Tanam Pantau adalah salah satu skema dari platform Mangrove Tag yang menfokuskan pada penanaman mangrove dan pemantauan jangka panjang, di mana nantinya bibit mangrove yang telah ditanam akan dipantau secara berkelanjutan. Skema ini dirancang sebagai proyek penjagaan ekosistem mangrove skala masif dan berkelanjutan.
Fasilitas yang diberikan, meliputi konsultasi gratis, penyediaan bibit, pemasangan ajir bambu, jasa penanaman oleh tim lapangan, pendampingan/pemantauan (penyulaman dan monitoring & evaluasi), penentuan titik lokasi tanam, lahan dan perizinan lokasi, spanduk dan atribut penanaman, dan publikasi di jaringan Mangrove Tag.

Foto bersama setelah penanaman bibit mangrove.
Penanaman Mangrove PT PP di SMC Jateng, Semarang
Penanaman mangrove PT PP ini menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap rehabilitasi ekosistem pesisir melalui kegiatan yang tidak hanya berfokus pada proses tanam, tetapi juga pemantauan bibit setelah ditanam. Dengan adanya pendampingan dari Mangrove Tag, perkembangan bibit mangrove dapat dicatat dan dievaluasi secara lebih terukur.
Dalam konteks pelestarian lingkungan, penanaman mangrove PT PP di SMC Jateng juga menunjukkan pentingnya kolaborasi antara perusahaan, lembaga pendamping, dan kelompok masyarakat lokal. Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk memastikan bibit mangrove memiliki peluang tumbuh yang baik dan dapat memberikan manfaat ekologis bagi kawasan pesisir Semarang.
Program Tanam Pantau yang dilakukan oleh PT PP (Persero) Tbk Proyek Revitalisasi Terminal 1C Bandara Soekarno-Hatta, dilaksanakan oleh Tim Mangrove Tag yang diwakili oleh Bambang J. Laksono (Staf Koordinator Hubungan Masyarakat dan Lapangan) danAnggoro D. B. Saputro (Staf Koordinator Operasional Media) serta Anisa dan Firna Musahel (Mahasiswa Magang) dibantu Kelompok Ngebruk Lestari (KENARI).
Kegiatan penanaman rangkaian pertama dilaksanakan dengan penanaman 340 bibit mangrove yang dilaksanakan pada tanggal 30 November 2025, kemudian dilanjutkan dengan penanaman bibit mangrove kedua sebanyak 75 bibit pada tanggal 9 Desember 2025. Kegiatan berlangsung mulai pukul 09.00–11.00 WIB.
Kegiatan diawali dengan pemasangan ajir pada lokasi penanaman dan penanaman bibit mangrove pada setiap ajir yang ada. Kemudian dilanjutkan dengan simbolisasi yang diwakilkan oleh Mangrove Tag dan KENARI.

Hasil penanaman bibit mangrove di SMC Jateng, Semarang.
“Hari ini, kami dari Mangrove Tag dan KENARI membantu menanamkan bibit mangrove di hamparan Pantai Mangkang Wetan, SMC Jateng, Semarang kepada PT PP sejumlah 340 bibit pada rangkaian pertama kemudian dilanjutkan dengan 75 bibit mangrove pada rangkaian kedua, sehingga keseluruhan bibit yang ditanam sejumlah 415 bibit mangrove,” kata Bambang. “Harapannya dengan bibit mangrove yang ditanam dapat bermanfaat dalam rangka upaya mitigasi perubahan iklim dalam pengurangan jejak emisi karbon. Ekosistem mangrove juga memiliki banyak manfaat pada fungsi fisik, ekologi, dan ekonomi serta sosial budaya sehingga dapat meberikan manfaat bagi masyarakat sekitar dan lingkungan,” tambahnya.
Melalui penanaman mangrove PT PP di SMC Jateng ini, Mangrove Tag berharap kegiatan rehabilitasi ekosistem pesisir dapat terus berjalan secara konsisten, terukur, dan berkelanjutan. Penanaman 415 bibit mangrove menjadi langkah penting yang perlu dilanjutkan dengan pemantauan agar kondisi bibit, kelulushidupan, dan pertumbuhannya dapat tercatat secara objektif.
Ke depan, kegiatan penanaman dan pemantauan seperti ini diharapkan dapat memperkuat kepedulian berbagai pihak terhadap pelestarian mangrove. Dengan pendampingan yang tepat, program mangrove dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan pesisir, masyarakat sekitar, dan upaya mitigasi perubahan iklim serta memperkuat komitmen bersama dalam menjaga keberlanjutan ekosistem mangrove Indonesia bahkan dunia.
Kegiatan berlangsung dengan lancar dan baik, serta ditutup dengan foto bersama setelah penanaman. (ADM/ARH/BJL/AP).