Semarang – Mangrove Tag. Mangrove Tag kembali melaksanakan kegiatan pemantauan mangrove untuk mangrove hasil Program Pendampingan Penanaman dan Pemantauan 100 Bibit Mangrove kepada PT Elnusa Tbk di Semarang Mangrove Center (SMC) Jawa Tengah (Jateng). Pemantauan kali ini merupakan pemantauan yang dilaksanakan secara berkelanjutan dan jangka panjang, yaitu pada bulan ke-12. (23/6/2026).
Pemantauan Mangrove PT Elnusa di SMC Jateng
Skema program yang dilaksanakan oleh PT Elnusa Tbk setahun yang lalu adalah Tebus Karbon. Upaya rehabilitasi mangrove melalui bibit mangrove yang telah ditanam diharapkan dapat membantu menyerap dan menyimpan karbon, baik dalam biomassa maupun sedimen. Hal ini didukung oleh kemampuan ekosistem mangrove dalam menyimpan karbon yang diperkirakan tiga hingga lima kali lebih besar dibandingkan hutan daratan.
Upaya ini merupakan salah satu bentuk kontribusi dalam mengimbangi jejak emisi karbon sekaligus mendukung pengurangan dampak perubahan iklim melalui rehabilitasi ekosistem mangrove.
Selain itu, bibit mangrove yang telah ditanam dipantau secara berkala dan dalam jangka panjang untuk memastikan pertumbuhannya berjalan dengan baik. Pemantauan ini diharapkan dapat mendukung kemampuan mangrove dalam menyerap dan menyimpan karbon secara optimal, sekaligus meningkatkan potensinya untuk berkembang menjadi ekosistem yang lebih kompleks dan mampu mendukung keberadaan serta perkembangan berbagai jenis keanekaragaman hayati.

Kondisi lokasi penanaman awal yang mengalami gangguan.
Pemantauan Bulan ke-12 Program Tebus Karbon
Skema Tebus Karbon memiliki tiga kegiatan utama pemantauan jangka panjang, di antaranya kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) dengan tujuan untuk menilai keberhasilan penanaman dan memastikan bibit tumbuh optimal. Kedua, penyulaman yang bertujuan untuk mengganti bibit yang gagal tumbuh dengan bibit baru. Serta yang ketiga dengan pengambilan data estimasi simpanan karbon dengan metode Tier-3.
Kegiatan ini juga berfungsi untuk mengidentifikasi masalah sejak dini, seperti gangguan hama, abrasi, atau kondisi lingkungan yang tidak mendukung. Selain itu, hasil pemantauan digunakan untuk mengevaluasi dan memperbaiki metode penanaman agar lebih efektif. Data yang diperoleh juga menjadi dasar pelaporan dan pertanggungjawaban kepada pihak terkait.
Mangrove Tag yang diwakili oleh Rena Sagita (Staf Hubungan Masyarakat dan Lapangan) dan Agape L. Anthoni (Staf Hubungan Masyarakat dan Lapangan) yang mulai melakukan pemantauan pada pukul 08.00 WIB.
Hasil Pemantauan Mangrove Bulan ke-12
Kegiatan pemantauan diawali dengan monev di lokasi penanaman. Hasil monev menunjukkan adanya perubahan arah angin, curah hujan, dan kondisi pasang surut yang berpengaruh terhadap pertumbuhan mangrove. Curah hujan yang tinggi, intensitas pasang surut, serta gelombang yang kuat menimbulkan gangguan fisik di area penanaman.

Hasil tindakan lanjutan berupa relokasi.
Gangguan tersebut memengaruhi karakteristik substrat dan kondisi lokasi sebagai tempat pertumbuhan mangrove. Kondisi ini turut meningkatkan risiko kegagalan tumbuh pada bibit mangrove yang telah ditanam hingga bulan ke-12, baik akibat tertimbun sedimen maupun terbawa gelombang dan arus.
Relokasi Bibit Mangrove sebagai Tindakan Lanjutan
Oleh karena itu, perlu dilakukan langkah evaluasi dan tindakan lanjutan terhadap bibit-bibit yang gagal tumbuh yang disebabkan oleh kondisi lingkungan pesisir yang ekstrem dan tidak stabil. Salah satu tindakan lanjutan yang dilaksanakan oleh Mangrove Tag adalah relokasi.
Relokasi dilakukan dengan cara menanam kembali bibit mangrove di lokasi yang lebih sesuai, menggunakan jumlah bibit yang sama seperti penanaman awal, namun dengan bibit yang baru.
“Tim Mangrove Tag pada pemantauan bulan ke-6 telah melaksanakan pemantauan kepada bibit mangrove yang telah ditanam, dalam prosesnya lokasi terus mengalami gangguan lingkungan yang dinamis dan ekstrem sehingga berpengaruh langsung pada bibit-bibit mangrove tersebut.” kata Rena. “Oleh karena itu, dalam rangka mengoptimalkan upaya rehabilitasi yang dilakukan, kemudian dilakukan langkah evaluasi terhadap kondisi tersebut. Langkah selanjutnya adalah dilakukannya relokasi terhadap bibit mangrove ke lokasi yang lebih sesuai,” lanjutnya.

Proses pemantauan lanjutan setelah proses relokasi.
Agape juga menyampaikan terima kasih kepada PT Elnusa Tbk atas kontribusinya dalam mendukung upaya pengurangan dampak perubahan iklim melalui penanaman mangrove. Melalui pemantauan ini, rehabilitasi mangrove diharapkan dapat terus dievaluasi dan ditindaklanjuti melalui langkah-langkah yang tepat sehingga memberikan hasil optimal dalam mendukung upaya tersebut.
Mangrove Tag bersama PT Elnusa Tbk akan terus melanjutkan proses pemantauan dan evaluasi sebagai bagian dari Program Tebus Karbon, sekaligus memastikan setiap tindakan lanjutan didasarkan pada hasil pengamatan lapangan. Keseluruhan kegiatan pemantauan mangrove berlangsung dengan baik dan lancar serta ditutup dengan pendokumentasian kegiatan sebagai bagian dari pelaporan kepada mitra.
Keseluruhan kegiatan pemantauan mangrove berlangsung dengan baik dan lancar yang ditutup dengan pendokumentasian kegiatan untuk pelaporan kepada mitra. (ADM/ARH/RS/AP).