Brebes – Mangrove Tag. Pemantauan jangka panjang merupakan salah satu upaya penting untuk memastikan mangrove yang ditanam dapat tumbuh dan berkembang dengan maksimal dan memperbesar potensi menjadi ekosistem yang utuh. Keberhasilan rehabilitasi mangrove tidak hanya diukur dari jumlah yang berhasil ditanam, tetapi juga dari kemampuan mangrove tersebut untuk bertahan hidup, tumbuh, dan membentuk ekosistem yang berfungsi secara optimal. (31/5/2026).
Hal ini juga diterapkan dalam Program Pendampingan Penanaman dan Pemantauan 30.000 Mangrove kepada PT Indonesia Morowali Industrial Park (PT IMIP). Program ini tidak hanya berfokus pada kegiatan penanaman mangrove, tetapi juga dilengkapi dengan pemantauan jangka panjang untuk memastikan mangrove yang telah ditanam dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.
Hal tersebut juga bertujuan untuk memastikan bahwa penanaman mangrove yang telah dilaksanakan dapat memberikan manfaat secara maksimal dalam upaya mengurangi dampak perubahan iklim di bumi. Ekosistem mangrove dikenal memiliki kemampuan penyimpanan karbon yang sangat besar, bahkan mampu menyimpan karbon tiga hingga lima kali lebih banyak dibandingkan hutan daratan.
Pemantauan ini merupakan pemantauan ke-4 yang dilakukan dalam program ini. Secara keseluruhan, program mencakup enam kali pemantauan yang dilaksanakan setiap dua bulan sekali selama satu tahun.
Pemantauan lapangan: pengukuran tinggi bibit pemantauan.
Dalam rangka memastikan pemantauan jangka panjang dapat terus dilaksanakan. Kali ini, Mangrove Tag akan melaksanakan kegiatan pemantauan bulan ke-8 di kawasan Mangrove Pandansari, Desa Kaliwlingi, Brebes.
Mangrove Tag yang diwakili oleh Bambang J. Laksono (Staf Koordinator Hubungan Masyarakat dan Lapangan) dan Anggoro D. B. Saputro (Staf Koordinator Operasional Media) bersama Rian Hakim (PT IMIP) dibantu oleh Kelompok Masyarakat Pelestari Hutan Pesisir (KMPHP) Mangrove Sari mulai melakukan pemantauan pada pukul 08.00 WIB.
“Pada hari ini, Mangrove Tag kembali melaksanakan kegiatan pemantauan mangrove. Kali ini, pemantauan dilakukan pada bulan ke-8 dalam Program Pendampingan Penanaman dan Pemantauan 30.000 Mangrove kepada PT IMIP yang telah dilaksanakan delapan bulan lalu,” kata Bambang. “Kegiatan yang akan dilaksanakan meliputi monev, dengan rincian pengambilan data jumlah mangrove yang tumbuh dan gagal tumbuh serta pengukuran rata-rata tinggi mangrove. Selain itu, kegiatan pemantauan juga didukung dengan teknologi penginderaan jauh menggunakan drone. Data yang diperoleh kemudian diolah dan dianalisis menggunakan SIG sehingga hasil pemantauan menjadi lebih komprehensif dan akurat,” lanjutnya.
Kegiatan pemantauan terdiri atas, monitoring dan evaluasi (monev) yang bertujuan untuk menilai keberhasilan penanaman sekaligus memastikan mangrove dapat tumbuh secara optimal. Monev dilakukan dengan mengamati jumlah propagul yang tumbuh dan gagal tumbuh, persentase kelulushidupan (survival rate), serta persentase pertumbuhan tinggi (growth rate) mangrove. Selain itu, proses pemantauan juga didukung dengan teknologi penginderaan jauh, yaitu penggunaan drone untuk memperoleh data lapangan yang lebih luas dan detail.

Pemantauan menggunakan bantuan drone: mangrove dapat tumbuh dengan baik.
Data tersebut kemudian diolah dan dianalisis menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) sehingga hasil pemantauan menjadi lebih akurat dan dapat digunakan sebagai dasar evaluasi kegiatan rehabilitasi mangrove selanjutnya.
“Dari hasil pemantauan, memadukan pemantauan lapangan dan penginderaan jauh menunjukkan hasil yang baik, dari 30.000 mangrove yang telah ditanam diperoleh data bahwa mangrove yang berhasil tumbuh sebanyak 18.451. Hasil tersebut menunjukkan bahwa persentase kelulushidupannya berada pada 61,50%. Berdasarkan indikator keberhasilan berada dalam kategori yang baik,” jelas Bambang. “Selain itu, pertumbuhan yang terjadi pada mangrove setelah delapan bulan menunjukkan angka yang signifikan, persentase pertumbuhan mangrove mencapai nilai 71,83% dari tinggi bibit pada saat penanaman,” jelasnya lebih lanjut.
Hal ini ditunjukkan oleh persentase kelulushidupan sebesar 61,50% dengan rincian sebanyak 18.451 bibit berhasil tumbuh dan 11.549 bibit gagal tumbuh, yang termasuk dalam kategori baik karena telah melampaui standar keberhasilan rehabilitasi mangrove sebesar 60%, meskipun berada pada kawasan pesisir yang dinamis.
Sementara itu, persentase pertumbuhan mangrove tercatat sebesar 71,83%, naik signifikan dibanding pemantauan sebelumnya di bulan ke-6 sebesar 66,19%.
Keseluruhan kegiatan penanaman dan pemantauan mangrove berlangsung dengan baik dan lancar yang ditutup dengan pendokumentasian kegiatan untuk pelaporan kepada mitra. (ADM/ARH/ BJL/AP).