Bisa Serap Jejak Emisi Karbon, Persentase Kelulushidupan Bibit Mangrove Samudera Indonesia Peduli di SMC Jateng Capai 84,03%

Semarang – Mangrove Tag. Mangrove Tag kembali melakukan program monitoring bibit mangrove di Semarang Mangrove Center (SMC) Jawa Tengah (Jateng). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan penanaman 6.000 bibit mangrove yang sudah dilakukan oleh Samudera Indonesia Peduli, Benih Baik, IKAMaT dan Mangrove Tag, beberapa waku yang lalu. (25/5/2023).

Bambang Jati Laksono (Staf Manajer Hubungan Masyarakat), selaku perwakilan dari Mangrove Tag yang melakukan monitoring, mengatakan bahwa bibit mangrove sudah mengalami perubahan, mulai dari tinggi, jumlah daun, kondisi kesehatan dan kelulushidupannya.

“Pada saat monitoring, terdapat empat titik lokasi penanaman mangrove milik Samudera Indonesia Peduli yang mangrovenya menunjukkan growth rate yang bagus, jumlah daun yang semakin banyak dan sehat,” kata Bambang. “Untuk kelulushidupan bibit, mulai dari 62,11%, 88,8%, 92% dan 93,2%. Jika dirata-rata, maka persentase kelulushidupan penanaman mangrove Samudera Indonesia Peduli ini mencapai 84,03%, dengan rata-rata persentase pertumbuhan dari awal, penanaman hingga enam bulan terakhir sebesar 24,21%,” tambahnya.

Persentase kelulushidupan bibit mangrove capai 84,03%.

Bambang menambahkan bahwa kegiatan monitoring mangrove ini, juga merupakan sebuah upaya dalam mempertahankan persentase kelulushidupan bibit mangrove agar optimal dan sebagai salah satu aksi nyata dari Samudera Indonesia Peduli dan Benih Baik untuk menghapus jejak emisi karbon di bumi.

“Senang sekali, karena semakin banyak lembaga yang peduli dengan pelestarian hutan mangrove di Indonesia,” ujar Bambang. “Mangrove Tag selalu berupaya membantu masyarakat yang ingin berkontribusi dalam pelestarian mangrove, terutama dalam skema tebus karbon untuk menghapus jejak emisi karbon di bumi dengan penanaman dan pemantauan mangrove,” lanjutnya.

Keseluruhan kegiatan yang dimulai dari pagi hingga sore hari ini, berjalan dengan baik dan lancar, yang diakhiri dengan pendokumentasian kegiatan di lapangan untuk pembuatan laporan. (BJL/ADM).