Hapus Jejak Karbon di Bumi, Mangrove Tag Lakukan Pendampingan Penanaman dan Pemantauan 100 Bibit Mangrove kepada SD Hj. Isriati Baiturrahman 1 Semarang

Semarang – Mangrove Tag. Dengan tujuan untuk menghapus jejak karbon di bumi dan mencegah abrasi pantai di kawasan pesisir Semarang Mangrove Center (SMC) Jawa Tengah (Jateng), Mangrove Tag kembali melakukan kegiatan pendampingan penanaman dan pemantauan 100 bibit mangrove kepada 66 siswa dari SD Hj. Isriati Baiturrahman 1 Semarang (14/6/23).

Kegiatan bertajuk “MANGROVE FOR LIFE” ini diselenggarakan dalam rangka pengenalan mangrove dan alam sekitarnya kepada siswa kelas 2 hingga 6 SD yang tergabung dalam Ekstra Karya Ilmiah & Olimpiade IPA dan Olimpiade Matematika yang juga didampingi oleh 11 guru.

Mangrove Tag memberikan materi mengenai ekosistem mangrove beserta hasil olahannya. Acara penanaman dibantu oleh Kelompok Ngebruk Lestari (KENARI), selaku pegiat mangrove di SMC Jateng.

Edukasi mangrove oleh Mangrove Tag kepada para siswa.

Acara dimulai pada pukul 08.30 – 12.00 WIB. Siswa datang dan langsung berbaris rapi untuk mendengarkan penjelasan mengenai ekosistem mangrove dan produk hasil olahannya.

“Mangrove itu tanaman yang unik karena bisa tumbuh di wilayah pasang surut air laut” kata Ghifar Naufal Aslam (Koordinator Lapangan). “Mangrove juga memiliki banyak fungsi, diantaranya menahan badai, ombak, abrasi, dan tempat tinggal binatang-binatang untuk mencari makan, berpijah dan mengasuh anak-anaknya,” lanjutnya.

Anggoro Da’an Budi Saputro (Staf Manajer Operasional) menambahkan bahwa selain bermanfaat untuk alam, mangrove juga bisa diolah menjadi produk olahan yang bernilai ekonomi tinggi, seperti jajanan, kopi dan batik mangrove.

“Batik mangrove menggunakan pewarna dari propagul mangrove kering yang sudah jatuh ke tanah bahkan motifnya juga bergambar mangrove,” terang Anggoro.

Hasil penanaman mangrove di SMC Jateng.

Para siswa dan guru pendamping mendengarkan dan memperhatikan dengan seksama penjelasan materi yang disampaikan Mangrove Tag. Acara dilanjutkan dengan tanya jawab dan penjelasan cara melakukan penanaman dan pemantauan mangrove yang baik dan benar.

“Dengan menanam mangrove, maka Adik-adik juga akan melakukan kegiatan tebus karbon di bumi, dengan harapan dapat menghapus jejak karbon yang sudah kita keluarkan saat melakukan aktivitas sehari-hari, seperti menaiki mobil ke sekolah dan menggunakan AC di rumah, karena mangrove dapat menyimpan karbon sehingga dapat mengurangi efek pemanasan global,” jelas Anggoro.

Sri Lestari (Wakil Kepala SD Isriati Baiturrahman 1 Semarang) mengaku senang dapat berkegiatan di hari ini dengan aman, nyaman dan menyenangkan. Para siswa juga mendapatkan kesempatan berharga, mulai dari mengunjungi ekosistem mangrove, hingga melihat hasil olahannya, seperti kopi, jajanan dan batik mangrove secara langsung.

Foto bersama selepas penanaman mangrove.

“Terima kasih kepada Mangrove Tag yang sudah mendampingi para siswa-kami dalam melakukan aksi tanam mangrove secara langsung,” kata Sri Lestari. “Semoga setiap mangrove yang kita tanam ini, nantinya bisa tumbuh tinggi dan bermanfaat untuk lingkungan di sekitarnya,” harapnya.

Achmad Soleh (SD Isriati Baiturrahman 1 Semarang) menambahkan bahwa tujuan kegiatan hari ini, selain mengenalkan alam secara langsung, juga merangsang para siswa agar memiliki ide riset yang menarik dari mangrove.

“Kemarin, kami mengikuti lomba riset internasional yang dilaksanakan di Universitas Diponegoro. Kami membawa penemuan kami dari bahan-bahan lokal ke perlombaan tersebut. Semoga dengan kunjungan lapangan ini, maka para siswa akan lebih mampu mengeluarkan ide terbaiknya untuk kami bawa ke ajang perlombaan berikutnya,” terang Achmad.

Keseluruhan kegiatan berlangsung dengan baik dan lancar yang dilanjutkan dengan aktivitas bersih diri dan foto bersama. (ADM/BJL).