Bisa Tebus Jejak Emisi Karbon di Bumi, Hasil Pemantauan-Mangrove Bulan ke-3 Mangrove Tag Maret 2026: Persentase Kelulushidupan Bibit Mangrove PT Kalimantan Prima Persada di Demak Capai 71,76%

Demak – Mangrove Tag. Sebagai bagian dari tindak lanjut Program Pendampingan Penanaman dan Pemantauan 10.000 Bibit Mangrove bersama PT Kalimantan Prima Persada (KPP Mining), Mangrove Tag kembali melakukan kegiatan pemantauan pada bulan ke-3. Kegiatan ini dilaksanakan di kawasan Tambak Gojoyo, Demak, untuk memastikan pertumbuhan dan kondisi bibit mangrove yang telah ditanam tiga bulan sebelumnya tetap terjaga dengan baik. (27/3/2026). 

Skema yang dilaksanakan dalam kegiatan penanaman dan pemantauan tiga bulan yang lalu adalah Tanam Pantau. Skema ini merupakan pendekatan dalam upaya menjaga ekosistem mangrove secara berkelanjutan dan jangka panjang. 

Melalui Skema Tanam Pantau, proses tidak berhenti pada penanaman saja, tetapi dilanjutkan dengan pemantauan berkala untuk memastikan bibit mangrove dapat tumbuh dengan baik hingga berkembang menjadi ekosistem yang tangguh dan berkelanjutan. 

Pada program kali ini, pemantauan direncanakan akan dilakukan dalam rentang waktu tiga tahun melalui kegiatan penyulaman pada bulan ke-3 dan monitoring dan evaluasi (monev) sebanyak tujuh kali, yaitu pada bulan ke-3, 6, 12, 18, 24, 30, dan 36 setelah penanaman. 

Pemantauan yang dilakukan hingga tahun ke-3 ini memiliki tujuan penting, yaitu untuk memastikan bahwa bibit mangrove telah tumbuh dengan baik dan melewati masa adaptasi serta fase kritisnya. Pada tahap ini, sistem perakaran mangrove diharapkan sudah kuat dan tajuknya mulai rimbun, sehingga ekosistem dapat tumbuh menjadi ekosistem yang tangguh. 

Proses distribusi bibit mangrove ke lokasi penyulaman bibit mangrove.

Kondisi tersebut menjadi indikator keberhasilan rehabilitasi ekosistem mangrove, sekaligus menandakan bahwa vegetasi telah mampu berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir dan mendukung upaya mitigasi dampak perubahan iklim secara berkelanjutan. 

Kegiatan pemantauan yang dilaksanakan mencakup beberapa tahapan penting, yaitu monitoring dan evaluasi (monev) untuk menilai tingkat keberhasilan penanaman serta memastikan bibit mangrove tumbuh secara optimal. 

Selain itu, dilakukan kegiatan penyulaman yang bertujuan untuk mengganti bibit yang gagal tumbuh dengan bibit baru, sehingga tingkat kelulushidupan mangrove dapat meningkat dan mencapai kondisi ideal. 

Mangrove Tag yang diwakili oleh Bambang J. Laksono (Staf Koordinator Hubungan Masyarakat dan Lapangan) dan Fitriya A. Setyani (Staf Hubungan Masyarakat dan Lapangan) mulai melakukan pemantauan pada pukul 09.00 WIB. 

“Pada kesempatan kali ini, Tim Mangrove Tag kembali melaksanakan kegiatan pemantauan mangrove sebagai tindak lanjut program penanaman dan pemantauan bibit mangrove yang telah dilaksanakan. Pemantauan kali ini ditujukan untuk bibit mangrove pada Program Penanaman dan Pemantauan 10.000 Bibit Mangrove kepada KPP Mining yang dilaksanakan setelah bulan ke-3 penanaman,” kata Bambang. “Hasil pemantauan menunjukkan hasil yang baik serta melebihi dari target keberhasilan program. Oleh karena itu, dengan kegiatan pemantauan yang dilakukan secara rutin ini dapat menjadi salah satu upaya untuk menjaga keberhasilan kegiatan rehabilitasi mangrove yang dilaksanakan,” lanjutnya. 

Proses penyulaman bibit mangrove pada bibit yang gagal tumbuh.

Hasil dari pemantauan menunjukkan bahwa kondisi bibit mangrove yang sudah ditanam berhasil tumbuh dengan baik serta melebihi tingkat keberhasilan program dengan persentase kelulushidupan sebesar 71,76% dengan rincian sebanyak 7.176 bibit berhasil tumbuh dengan baik dan sebanyak 2.824 bibit gagal tumbuh. Sedangkan nilai persentase pertumbuhan bibit mangrove mencapai 20,75% dari tinggi bibit pada saat penanaman. 

Berdasarkan hasil yang diperoleh, kegiatan penanaman dan pemantauan menunjukkan capaian yang baik karena telah memenuhi standar keberhasilan rehabilitasi mangrove. Standar ini mengacu pada batas minimal keberhasilan sebesar 60%, sehingga hasil yang dicapai dapat dikategorikan berhasil. 

Program rehabilitasi mangrove menjadi langkah penting dalam mengembalikan, menjaga, dan melestarikan ekosistem pesisir di Indonesia. Lebih dari itu, upaya ini juga berperan sebagai bentuk mitigasi terhadap dampak perubahan iklim yang semakin nyata, sehingga keberadaan mangrove dapat terus memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat di masa depan. 

Keseluruhan kegiatan pemantauan mangrove berlangsung dengan baik dan lancar yang ditutup dengan pendokumentasian kegiatan untuk pelaporan kepada mitra. (ADM/ARH/BJL /AP).