Brebes – Mangrove Tag. Dalam rangka kegiatan lanjutan setelah kegiatan penanaman bibit mangrove di tahun lalu dalam rangka Pendampingan Penanaman dan Pemantauan 30.000 Mangrove Kepada PT Indonesia Morowali Industrial Park (PT IMIP). Mangrove Tak kembali sukses laksanakan kegiatan pemantauan bibit mangrove pada bulan ke-6. (31/3/2026).
Kegiatan pemantauan mangrove dilaksanakan di kawasan Mangrove Pandansari, Desa Kaliwlingi, Brebes. Kegiatan ini, dilakukan untuk mengetahui persentase kelulushidupan dan pertumbuhan mangrove yang telah ditanam enam bulan yang lalu.
Pemantauan mangrove kali ini merupakan pemantauan kedua yang dilaksanakan pada bulan ke-6 setelah penanaman. Pemantauan ini seharusnya dilakukan pada bulan ke-4 sebagai pemantauan kedua, tetapi karena kondisi cuaca di pesisir tidak memungkinkan, kegiatan tersebut ditunda. Oleh karena itu, pemantauan kedua baru dapat dilaksanakan pada bulan ke-6 sambil menunggu kondisi cuaca yang lebih stabil.
Pemantauan yang dilaksanakan meliputi berbagai kegiatan, yaitu monitoring dan evaluasi (monev). Monev memiliki tujuan untuk menilai keberhasilan penanaman dan memastikan mangrove dapat tumbuh optimal.
Pemantauan dilaksanakan oleh perwakilan Mangrove Tag, PT IMIP, dan KMPHP Mangrove Sari.
Kegiatan ini juga berfungsi untuk mengidentifikasi ada atau tidaknya masalah pada mangrove setelah enam bulan penanaman, seperti gangguan hama, abrasi, atau kondisi lingkungan yang tidak mendukung.
Selain itu, hasil pemantauan digunakan untuk mengevaluasi dan memperbaiki metode penanaman agar lebih efektif. Data yang diperoleh juga menjadi dasar pelaporan dan pertanggungjawaban kepada pihak terkait.
Sebagai informasi, metode penanaman yang dilakukan adalah metode secara langsung. Metode tersebut adalah salah satu cara penanaman mangrove secara langsung dengan cara menancapkan propagul mangrove di lokasi penanaman tanpa harus melalui pembibitan.
Metode ini memiliki tujuan agar mangrove dapat beradaptasi secara alami dari fase pecah daun hingga tumbuhnya akar sehingga mangrove nantinya dapat beradaptasi lebih mudah dengan lokasi tumbuhnya.
Penghitungan bibit mangrove secara manual.
Mangrove Tag yang diwakili oleh Bambang J. Laksono (Staf Koordinator Hubungan Masyarakat dan Lapangan) dan Agape L. Anthoni (Staf Hubungan Masyarakat dan Lapangan) bersama Alfredo S. Ginonggom (PT IMIP) dibantu oleh Kelompok Masyarakat Pelestari Hutan Pesisir (KMPHP) Mangrove Sari mulai melakukan pemantauan pada pukul 08.00 WIB.
Kegiatan monev mangrove merupakan proses pengawasan dan penilaian untuk melihat kondisi mangrove yang telah ditanam, seperti melihat jumlah propagul yang tumbuh dan gagal tumbuh, persentase kelulushidupan (survival rate), dan persentase pertumbuhan tinggi (growth rate) dari penanaman mangrove yang telah dilakukan di suatu lokasi tertentu.
“Pada hari ini, Mangrove Tag kembali melaksanakan kegiatan pemantauan mangrove bulan ke-6 untuk Program Pendampingan Penanaman dan Pemantauan 30.000 Mangrove Kepada PT IMIP yang telah dilaksanakan enam bulan yang lalu,” kata Agape. “Hasil dari pemantauan hari ini, terlihat mangrove dapat tumbuh dengan baik dan sangat segar pada setiap mangrove-nya. Hasil pemantauan pada hari ini akan kami olah terlebih dahulu agar dapat diketahui jumlah bibit hidup dan gagal tumbuh melalui analisis sistem informasi geografis (SIG),” lanjutnya.
Mangrove yang dipantau dalam kegiatan pemantauan bulan ke-6 segar dan hijau serta tumbuh dengan baik.
Melalui analisis SIG dari data yang diperoleh dari kegiatan pemantauan, hasilnya menunjukkan bahwa mangrove yang telah ditanam oleh Mangrove Tag dan PT IMIP di Brebes tumbuh dengan baik.
Hal ini ditunjukkan oleh persentase kelulushidupan sebesar 66,84% dengan rincian sebanyak 20.054 bibit berhasil tumbuh dan 9.946 bibit gagal tumbuh, yang termasuk dalam kategori baik karena telah melampaui standar keberhasilan rehabilitasi mangrove sebesar 60%, meskipun berada pada kawasan pesisir yang dinamis.
Sementara itu, persentase pertumbuhan mangrove tercatat sebesar 66,19% naik cukup signifikan dibanding pemantauan sebelumnya sebesar 26,76%.
Keseluruhan kegiatan penanaman dan pemantauan mangrove berlangsung dengan baik dan lancar yang ditutup dengan pendokumentasian kegiatan untuk pelaporan kepada mitra. (ADM/ARH/ BJL/AP).