Banten – Mangrove Tag. Mangrove Tag kembali melaksanakan tahapan lanjutan dari kegiatan rehabilitasi mangrove PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PT PGN), yaitu kegiatan pemantauan mangrove PT PGN di Banten, dalam hal ini pemantauan mangrove di Banten, berupa monitoring dan evaluasi (monev) untuk program pendampingan penanaman dan pemantauan 3.000 bibit mangrove kepada PT PGN yang dilaksanakan di kawasan Ekowisata Mangrove Jembatan Pelangi, Serang, Banten. (22/11/2025).
Pemantauan Mangrove PT PGN di Banten Bulan ke-6
Pemantauan kali ini dilaksanakan dalam rangka pemantauan bibit mangrove kedua pada bulan ke-6 setelah penanaman. Pemantauan bibit mangrove merupakan kegiatan untuk menilai perkembangan dan memantau persentase kelulushidupan dan pertumbuhan bibit mangrove yang telah ditanam.
Proses ini dilakukan secara berkala untuk mengetahui kondisi bibit, mendeteksi gangguan sejak dini, seperti serangan hama, abrasi, atau perubahan lingkungan, serta mengevaluasi efektivitas metode penanaman.
Proses pemantauan kali ini, Mangrove Tag diwakili oleh Nur A. Putri (KeMANGTEER Serang) dan anggota KeMANGTEER Serang yang lain. Proses pemantauan bulan ke-6 berfokus pada pengambilan data berupa penghitungan bibit tumbuh dan gagal tumbuh dan pengukuran tinggi bibit setelah enam bulan. Hasil penghitungan dan pengukuran tersebut akan menghasilkan persentase kelulushidupan dan persentase pertumbuhan setelah enam bulan penanaman.
Hasil Pemantauan Mangrove PT PGN di Banten
Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa kondisi bibit mangrove yang sudah ditanam berhasil tumbuh baik, dengan persentase kelulushidupan sebesar 73,33%, nilai tersebut menunjukkan bahwa kelulushidupan bibit mangrove termasuk dalam kategori yang baik, dikarenakan kondisi kawasan pesisir yang sangat dinamis.

Proses pemantauan bibit mangrove pada bulan ke-6.
Sedangkan nilai persentase pertumbuhan bibit mangrove mencapai 81,40% setelah enam bulan dari tinggi bibit pada saat penanaman.
“Pada hari ini saya melaksanakan kegiatan pemantauan lanjutan berupa pemantauan bulan keenam setelah penanaman bersama PT PGN enam bulan yang lalu. Pemantauan ini dilaksanakan guna memastikan pertumbuhan bibit dapat berjalan dengan optimal,” kata Nur. “Pemantauan terdiri atas kegiatan monitoring dan evaluasi berupa pengambilan data jumlah bibit hidup dan gagal tumbuh dan ketinggian bibit bulan keenam, dari data tersebut didapatkan persentase kelulushidupan dan pertumbuhan,” jelasnya.
Capaian Pemantauan Mangrove PT PGN di Banten
Berdasarkan hasil pemantauan tersebut, persentase kelulushidupan dan pertumbuhan bibit mangrove tergolong dalam kategori baik. Hal ini mengacu pada standar keberhasilan kegiatan rehabilitasi mangrove, di mana persentase kelulushidupan sebesar 60–79% termasuk dalam klasifikasi yang baik.
Capaian ini menunjukkan bahwa metode penanaman sudah cukup efektif dan kondisi lingkungan sangat mendukung adaptasi dan pertumbuhan bibit di lapangan. Meskipun demikian, tetap diperlukan upaya pemantauan lanjutan secara berkala untuk memastikan pertumbuhan mangrove dapat terus optimal serta meningkatkan persentase keberhasilan pada periode berikutnya.
Data hasil pemantauan ini menjadi dasar evaluasi untuk menentukan langkah perawatan berikutnya. Apabila ditemukan bibit yang mengalami gangguan pertumbuhan, tim dapat memberikan rekomendasi teknis yang sesuai dengan kondisi lokasi, seperti penyulaman, perbaikan ajir, penguatan area tanam, atau pemantauan tambahan terhadap faktor lingkungan.
Dengan adanya kegiatan monitoring dan evaluasi, program rehabilitasi mangrove dapat berjalan lebih akuntabel dan berorientasi pada hasil jangka panjang. Hal ini penting karena keberhasilan rehabilitasi mangrove tidak hanya diukur dari jumlah bibit yang ditanam, tetapi juga dari kemampuan bibit untuk bertahan hidup dan tumbuh secara optimal di kawasan pesisir.
Melalui pemantauan mangrove PT PGN di Banten ini, Mangrove Tag berharap kegiatan rehabilitasi mangrove dapat terus berjalan secara konsisten, terukur, dan memberikan dampak nyata bagi pemulihan ekosistem pesisir. Hasil pemantauan bulan ke-6 ini juga menjadi pengingat bahwa keberhasilan program mangrove tidak hanya ditentukan oleh kegiatan penanaman, tetapi juga oleh komitmen jangka panjang dalam merawat, mengevaluasi, dan memastikan bibit yang ditanam mampu tumbuh dengan baik.
Ke depan, pemantauan berkala tetap diperlukan agar perkembangan bibit mangrove dapat terus dicatat secara objektif dan menjadi dasar pengambilan keputusan pada tahap berikutnya. Dengan pendekatan tersebut, program rehabilitasi mangrove bersama PT PGN diharapkan dapat mendukung keberlanjutan ekosistem pesisir di Banten secara lebih optimal.
Keseluruhan kegiatan berjalan dengan baik dan lancar yang ditutup dengan pendokumentasian kegiatan untuk pelaporan program rehabilitasi ekosistem mangrove. (ADM/ARH/AP).