Penanaman Mangrove Bina Bangsa Schhol, Semarang

Tebus Jejak Emisi Karbon di Bumi, Mangrove Tag Lakukan Pendampingan Penanaman dan Pemantauan 150 Bibit Mangrove kepada Bina Bangsa School, Semarang di SMC Jateng, Semarang

Semarang – Mangrove Tag. Mangrove Tag dalam program Tanam Pantau-nya kembali sukses melaksanakan kegiatan pendampingan penanaman dan pemantauan mangrove, kali ini kepada Bina Bangsa School (BBS), Semarang dalam rangka Science & English Week dengan tagline Engage, Elevate, Empower – BBS Stands Against Floods,” yang bertujuan memberikan edukasi tentang pentingnya ekosistem mangrove untuk wilayah pesisir kepada siswa-siswi langsung di lapangan. (22/1/2026).

Sebanyak 150 bibit mangrove jenis Rhizophora mucronata berhasil ditanam di Semarang Mangrove Center (SMC), Jawa Tengah (Jateng) yang diikuti 80 siswa-siswi dari BBS, Semarang yang terdiri dari kelas 5 dan 6 yang masing-masing berjumlah 40 siswa. 

Dalam kegiatan pendampingan ini Mangrove Tag diwakili oleh Rena Sagita (Staf Hubungan Masyarakat dan Lapangan), Agape L. Anthoni (Staf Hubungan Masyarakat dan Lapangan), Anggoro D. B. Saputro (Staf Koordinator Operasional Media), Yuzra Novrian (Staf Operasional Media), dan Alfian R. Hidayat (Staf Operasional Media). 

Proses penyampaian edukasi dan pengenalan ekosistem serta tata cara penanaman mangrove.

Kegiatan penanaman dan pemantauan bibit mangrove dibuka dengan edukasi dan pengenalan ekosistem mangrove serta tata cara penanaman bibit mangrove oleh Agape dan Yuzra yang dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama diikuti oleh siswa-siswi kelas 5, kemudian sesi kedua diikuti oleh siswa-siswi kelas 6.

“Mangrove merupakan tumbuhan yang hidup di daerah pesisir yang memiliki banyak manfaat, manfaatnya antara lain, secara fisik sebagai pencegah abrasi atau pemecah gelombang besar dari laut, secara ekologi sebagai tempat hidup dan beraktivitas fauna di ekosistem mangrove, serta secara ekonomi dan sosial budaya bagian tubuh bukan kayunya sebagai sarana pemanfaatan menjadi produk olahan,” kata Agape dan Yuzra. “Untuk tata cara penanamannya, adik-adik dapat menggali lubang sedalam tanah yang ada pada bibit kemudian ditimbun serta ikatkan bibit mangrove dengan bambu ajir menyilang seperti angka delapan dan menali seperti pada tali sepatu,” tambahnya. 

Proses penanaman bibit mangrove oleh siswa-siswi BBS.

Kegiatan dilanjutkan dengan penanaman bibit mangrove sesuai dengan sesi berdasarkan kelas yang berlangsung semarak, karena hal ini merupakan pengalaman pertama bagi para siswa-siswi untuk melaksanakan kegiatan penanaman bibit mangrove ini. 

“Penanaman bibit mangrove ini sangat asyik, saya sebelumnya juga penasaran ketika teman-teman sesi pertama berlarian dan kotor setelah penanaman mangrove terlihat sangat asyik. Setelah saya menanam sendiri memang penanaman mangrove ini sangat asyik dan seru,” kata James dan Cadla (Siswa dan Siswi BBS, Semarang). “Semoga bibit-bibit mangrove yang kami tanam dapat tumbuh dan dirawat dengan baik oleh masyarakat dan akan bermanfaat kembali ke masyarakat dan lingkungan itu sendiri juga,” tambahnya. 

Mark L. B. Sanorjo (BBS, Semarang) menyampaikan bahwa kegiatan penanaman bibit mangrove ini memiliki tujuan agar siswa-siswi BBS, Semarang dapat memiliki kesadaran tentang pentingnya ekosistem mangrove bagi wilayah pesisir secara global khususnya di Kota Semarang ini. 

Hasil penanaman bibit mangrove oleh BBS, Semarang.

“Penanaman ini merupakan bagian dari kegiatan penyampaian edukasi kepada siswa-siswi BBS, Semarang agar lebih menyadari pentingnya penjagaan lingkungan untuk wilayah pesisir sehingga tidak menimbulkan bencana dari kerusakan lingkungan,” jelas Mark. “Oleh karena itu, dilaksanakanlah kegiatan penanaman bibit mangrove di Semarang Mangrove Center ini sebagai salah satu langkah untuk memberikan kesadaran tersebut kepada siswa-siswi kami,” pungkasnya. 

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00–11.00 WIB ini berjalan dengan baik dan lancar yang ditutup dengan bersih diri dan foto bersama. (ADM/ARH/RS/AP).