Semarang – Mangrove Tag. Mangrove Tag kembali sukses mendampingi mitra kerjanya dalam program rehabilitasi ekosistem pesisir. Program kali ini merupakan program lanjutan dari rangkaian program hasil kolaborasi bersama PT BRI Asuransi Indonesia (BRI Insurance). Program ini merupakan Program Tanam Pantau yang merupakan rangkaian kegiatan atau lanjutan dari kegiatan Literasi Keuangan dan Program Tanam Pantau 750 Bibit Mangrove yang telah dilaksanakan di Semarang Mangrove Center (SMC), Jawa Tengah (Jateng). (30/10/2026).
Program Tanam Pantau BRI Insurance di Demak
Rangkaian kali ini, kegiatan dilanjutkan untuk dilaksanakan di daerah yang memiliki urgensi untuk dilakukan rehabilitasi pesisir, yaitu Tambak Gojoyo, Demak. Di mana penanaman dan pemantauan bibit mangrove kali ini juga dilakukan dengan menanam 750 bibit mangrove dengan jenis Rhizophora mucronata.
Sebagai informasi, PT BRI Asuransi Indonesia, atau yang lebih dikenal dengan nama BRI Insurance (BRINS), merupakan salah satu perusahaan asuransi umum (non-jiwa) terkemuka di Indonesia yang bergerak di bawah naungan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Kegiatan yang berlangsung pada pukul 09.00–11.30 WIB ini dilaksanakan oleh Tim Mangrove Tag yang diwakili oleh Agape L. Anthoni (Staf Hubungan Masyarakat dan Lapangan) dan Anggoro D. B. Saputro (Staf Koordinator Operasional Media) yang dibantu oleh Kelompok Onggojoyo Jaya dalam mengimplementasikan kegiatan penanaman dan pemantauan bibit mangrove tersebut.

Proses penanaman bibit mangrove.
Program Tanam Pantau dengan Pendekatan Silvofishery
Program ini dilaksanakan di kawasan pertambakan pesisir yang direncanakan untuk dikembangkan dengan menerapkan sistem budidaya perikanan silvofishery, yaitu perpaduan antara kegiatan perikanan tradisional dan pelestarian ekosistem mangrove.
Integrasi Mangrove dan Budidaya Perikanan
Keberadaan mangrove dapat mendukung ketersediaan pakan alami bagi biota yang dibudidayakan, sehingga kegiatan perikanan dapat berlangsung lebih efisien. Selain itu, sistem ini juga memberikan manfaat timbal balik, yaitu mendukung produktivitas tambak sekaligus menjaga kelestarian ekosistem mangrove di kawasan pesisir.
Metode Penanaman dalam Program Tanam Pantau
Program yang dilaksanakan oleh Mangrove Tag ini menggunakan metode dan strategi penanaman berupa kegiatan penanaman dengan menanam 70% bibit mangrove yang tersedia. Kemudian, sebanyak 30% dari bibit keseluruhan akan disimpan untuk kegiatan pemantauan yang dilakukan di pada bulan ke-3 setelah penanaman, di mana dilaksanakan di kegiatan penyulaman.

Foto setelah kegiatan penanaman bibit mangrove.
Penyulaman Bibit yang Gagal Tumbuh dan Monotoring dan Evaluasi Bibit Mangrove
Pemantauan pada tiga bulan pertama menjadi salah satu tahapan penting dalam rehabilitasi mangrove karena bibit masih berada dalam fase adaptasi terhadap kondisi lingkungan. Melalui metode Tanam Pantau yang dikembangkan oleh Mangrove Tag, diharapkan pertumbuhan bibit dapat terpantau dengan baik dan keberhasilan rehabilitasi mangrove dapat ditingkatkan.
“Salam Mangrover!, pada hari ini kami dari Tim Mangrove Tag sedang mengimplementasikan kegiatan Program Tanam Pantau dari BRI Insurance di Dukuh Tambak Gojoyo, Wedung, Demak. Penanaman kali ini kami dibantu oleh Kelompok Onggojoyo Jaya untuk mengimplementasikannya. Hari ini telah berhasil ditanam sebanyak 70% dari bibit yang ada,” jelas Agape. “Kemudian, bibit mangrove sebanyak 30% akan dilengkapi pada bulan ke-3 dalam bentuk penyulaman pada bibit yang gagal tumbuh pada saat pemantauan. Harapan kami untuk kegiatan pada hari ini semoga bibit yang ditanam dapat bermanfaat dikarenakan model penanaman yang digunakan adalah silvofishery yang mengintegrasikan budidaya perikanan dan pelestarian ekosistem mangrove. Sekian terima kasih dari kami, Semangat Mangrover!” tambahnya.

Hasil kegiatan penanaman mangrove.
Program Tanam Pantau untuk Rehabilitasi Pesisir Berkelanjutan
Melalui program ini, Mangrove Tag berharap kegiatan rehabilitasi mangrove di Tambak Gojoyo tidak hanya memberikan manfaat bagi pemulihan ekosistem pesisir, tetapi juga mendukung pengembangan kegiatan budidaya perikanan melalui penerapan sistem silvofishery. Integrasi antara kegiatan perikanan dan pelestarian mangrove diharapkan dapat menciptakan manfaat ekologis dan ekonomi secara beriringan bagi masyarakat setempat.
Mangrove Tag juga menyampaikan apresiasi kepada BRI Insurance dan Kelompok Onggojoyo Jaya atas dukungan serta keterlibatannya dalam pelaksanaan program ini. Kolaborasi tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi bersama dalam menjaga ekosistem pesisir sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam upaya rehabilitasi mangrove.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan baik dan lancar, kemudian diakhiri dengan dokumentasi kegiatan dan hasil penanaman sebagai bagian dari pelaporan sekaligus pencatatan awal Program Tanam Pantau. Dokumentasi ini akan menjadi salah satu bahan pendukung dalam proses pemantauan berkala untuk mengetahui perkembangan dan tingkat keberhasilan pertumbuhan bibit mangrove pada tahap selanjutnya. (ADM/ARH/ALA/AP).