Pemantauan mangrove bulan ke-6 KPP Mining.

Hasil Pemantauan-Mangrove Bulan ke-6 Mangrove Tag Juni 2026: Persentase Kelulushidupan Bibit Mangrove PT Kalimantan Prima Persada di Demak Capai 71,39%

Demak – Mangrove Tag. Pemantauan mangrove merupakan salah satu tahapan yang sangat penting dalam kegiatan rehabilitasi mangrove. Kegiatan pemantauan membantu memastikan kondisi bibit mangrove dan lokasi rehabilitasi apakah dapat bertransformasi menjadi ekosistem yang baik. Hal ini juga dilakukan untuk memantau program penanaman yang telah dilaksanakan bersama PT Kalimantan Prima Persada (KPP Mining) di kawasan Dusun Tambak Gojoyo, Demak. (22/6/2026). 

Pemantauan Mangrove Bulan ke-6 di Demak

Pemantauan mangrove tersebut merupakan bagian dari tindak lanjut Program Pendampingan Penanaman dan Pemantauan 10.000 Bibit Mangrove bersama KPP Mining. Dalam hal ini, Mangrove Tag kembali melakukan kegiatan pemantauan lanjutan pada bulan ke-6. 

Kegiatan ini merupakan kegiatan lanjutan dari pemantauan yang telah dilaksanakan pada bulan ke-3 untuk memastikan pertumbuhan dan kondisi bibit mangrove yang telah melalui tahap kritis dan proses adaptasi pada lokasi penanaman di tiga bulan pertama tetap tumbuh dan terjaga dengan baik. 

Pada tahap ini, sistem perakaran mangrove diharapkan sudah kuat dan tajuknya mulai rimbun, sehingga ekosistem dapat tumbuh menjadi ekosistem yang tangguh. 

Proses pengukuran tinggi bibit mangrove.

Kondisi tersebut menjadi indikator keberhasilan rehabilitasi ekosistem mangrove awal, sekaligus menandakan bahwa vegetasi telah mampu berperan dalam menjaga keseimbangan dan menjadi ekosistem pesisir yang kompleks dalam peningkatan keanekaragaman hayati dalam mendukung upaya mitigasi dampak perubahan iklim secara berkelanjutan. 

Kegiatan pemantauan yang dilaksanakan mencakup beberapa tahapan penting, yaitu monitoring dan evaluasi (monev) untuk menilai tingkat keberhasilan penanaman serta memastikan bibit mangrove tumbuh secara optimal. 

Mangrove Tag yang diwakili oleh Bambang J. Laksono (Staf Koordinator Hubungan Masyarakat dan Lapangan) dan M. Ryan Setiawan (Staf Hubungan Masyarakat dan Lapangan) mulai melakukan pemantauan pada pukul 09.00 WIB. 

Kondisi bibit mangrove pada bulan ke-6 segar dan hijau.

“Pada kesempatan kali ini, Tim Mangrove Tag kembali melaksanakan kegiatan pemantauan mangrove pada Program Penanaman dan Pemantauan 10.000 Bibit Mangrove kepada KPP Mining yang dilaksanakan pada bulan ke-6,” kata Bambang. “Hasil pemantauan menunjukkan hasil yang baik dalam perkembangannya menuju ekosistem yang lebih kompleks. Oleh karena itu, dengan kegiatan pemantauan yang dilakukan secara rutin ini dapat menjadi salah satu upaya untuk menjaga keberhasilan kegiatan rehabilitasi mangrove yang dilaksanakan,” lanjutnya. 

Pemantauan Mangrove untuk Keberhasilan Rehabilitasi

Hasil dari pemantauan menunjukkan bahwa kondisi bibit mangrove yang sudah ditanam berhasil tumbuh dengan baik dengan persentase kelulushidupan sebesar 71,39% dengan rincian sebanyak 7.139 bibit berhasil tumbuh dengan baik dan sebanyak 2.861 bibit gagal tumbuh. Sedangkan nilai persentase pertumbuhan bibit mangrove mencapai 28,30% dari tinggi bibit pada saat penanaman. 

Pemantauan mangrove secara berkala menjadi dasar penting untuk mengetahui perkembangan hasil penanaman dari waktu ke waktu. Data kelulushidupan dan pertumbuhan bibit membantu Mangrove Tag dan mitra mengevaluasi kondisi tanaman, mengidentifikasi faktor pembatas di lapangan, serta menentukan tindak lanjut yang diperlukan agar proses rehabilitasi mangrove tetap berjalan sesuai tujuan program.

Kondisi bibit mangrove pada bulan ke-6 tampak atas.

Berdasarkan hasil yang diperoleh, kegiatan penanaman dan pemantauan menunjukkan capaian yang baik dalam perkembangannya menjadi ekosistem yang kompleks seperti yang kita harapkan dari kegiatan rehabilitasi mangrove di awal program. 

Program rehabilitasi mangrove menjadi langkah penting dalam mengembalikan, menjaga, dan melestarikan ekosistem pesisir di Indonesia. Lebih dari itu, upaya ini juga berperan sebagai bentuk mitigasi terhadap dampak perubahan iklim yang semakin nyata, sehingga keberadaan mangrove dapat terus memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat di masa depan. 

Keseluruhan kegiatan pemantauan mangrove berlangsung dengan baik dan lancar yang ditutup dengan pendokumentasian kegiatan untuk pelaporan kepada mitra. (ADM/ARH/BJL/AP).