Semarang – Mangrove Tag. Dalam rangka melaksanakan salah satu program Mangrove Tag, yaitu Tanam Pantau. Mangrove Tag kembali sukses melaksanakan kegiatan pendampingan program penanaman dan pemantauan mangrove. Pendampingan kali ini dilaksanakan kepada SD Hj. Isriati Baiturrahman 1 Semarang bersama PT PLN Icon Plus sebagai pendukung acara kegiatan ini. (21/5/2026).
Program ini dilaksanakan dalam rangka Hari Lingkungan Hidup 2026 dengan tagline “Small Hands Can Change the World!,” yang bertujuan menanamkan karakter peduli lingkungan kepada peserta didik sejak usia dini langsung di lapangan.
Dalam kegiatan pendampingan ini Mangrove Tag diwakili oleh Bambang J. Laksono (Staf Koordinator Hubungan Masyarakat dan Lapangan), Rena Sagita (Staf Hubungan Masyarakat dan Lapangan), Fitriya A. Setyani (Staf Hubungan Masyarakat dan Lapangan), M. Ryan Setiawan (Staf Hubungan Masyarakat dan Lapangan), Anggoro D. B. Saputro (Staf Koordinator Operasional Media), dan Alfian R. Hidayat (Staf Operasional Media).
Pada penanaman dan pemantauan mangrove kali ini, sebanyak 150 bibit mangrove jenis Rhizophora mucronata berhasil ditanam di Semarang Mangrove Center (SMC), Jawa Tengah (Jateng) yang diikuti oleh 90 siswa-siswi SD Hj. Isriati Baiturrahman 1 Semarang didampingi guru pendamping dan orang tua siswa.
Sambutan dari Kepala Sekolah SD Hj. Isriati Baiturrahman 1 Semarang.
Peserta yang terlibat merupakan siswa kelas 4 yang berasal dari tiga rombongan belajar, yaitu kelas 4A, 4B, dan 4C, dengan masing-masing kelas berjumlah 30 siswa.
Kegiatan penanaman dan pemantauan bibit mangrove diawali dengan sambutan dan edukasi pengenalan ekosistem mangrove dan tata cara penanaman bibit mangrove. Sambutan pertama disampaikan oleh Bambang J. Laksono yang menjelaskan berbagai manfaat ekosistem mangrove sekaligus memberikan penjelasan mengenai tata cara penanaman bibit mangrove yang akan dilakukan di area penanaman.
“Teman-teman di sini akan menanam mangrove di kawasan pesisir yang sudah terkena abrasi. Mangrove adalah tumbuhan yang hidup di daerah pesisir yang memiliki banyak manfaat, manfaatnya antara lain, secara fisik sebagai pencegah abrasi atau pemecah gelombang besar dari laut, secara ekologi sebagai tempat hidup dan beraktivitas fauna di ekosistem mangrove, serta secara ekonomi dan sosial budaya bagian tubuh bukan kayunya sebagai sarana pemanfaatan menjadi produk olahan,” kata Bambang. “Untuk tata cara penanamannya, adik-adik dapat menggali lubang sedalam tanah yang ada pada bibit kemudian polybag dapat dilepas kemudian ditaruh di atas bambu untuk sampahnya nanti akan dikumpulkan kakak-kakak, serta apabila sudah ditimbun serta ikatkan bibit mangrove dengan bambu ajir menyilang seperti angka delapan dan menali seperti pada tali sepatu,” tambahnya.
Perjalanan menuju lokasi penanaman.
Sambutan kemudian dilanjutkan oleh Kepala Sekolah SD Hj. Isriati Baiturrahman 1 Semarang, Dr. Sri Lestari, yang menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup 2026 sekaligus mendukung implementasi sekolah adiwiyata yang dilaksanakan oleh SD Hj. Isriati Baiturrahman 1 Semarang.
Beliau juga menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan karakter dan nilai kepedulian terhadap lingkungan kepada siswa-siswi sejak usia dini. Selain itu, siswa-siswi diajak untuk memahami bahwa tindakan kecil yang dilakukan secara bersama-sama dapat memberikan dampak besar bagi masa depan bumi.
Sebagai pendukung acara PT PLN Icon Plus melalui perwakilannya juga memberikan sambutan.
“Kegiatan penanaman ini merupakan bentuk tanggung jawab lingkungan dan sosial yang kami lakukan dengan mendukung acara. Melalui kegiatan ini, kami juga ingin mengajak adik-adik siswa-siswi untuk lebih peduli terhadap lingkungan, khususnya terhadap dampak abrasi yang terjadi di wilayah pesisir Semarang,” ujar Leandra Agung (Senior Manager PT PLN Icon Plus Regional Jawa Tengah). “Seperti yang dapat kita lihat saat ini, kawasan pesisir di wilayah Semarang telah mengalami abrasi. Oleh karena itu, pada hari ini kami sebagai pendukung kegiatan berupaya ikut berkontribusi dalam upaya pemulihan bersama adik-adik dari SD Hj. Isriati Baiturrahman 1 Semarang,” tambahnya.
Proses penanaman bibit mangrove pada lokasi penanaman.
Kegiatan dilanjutkan dengan penanaman bibit mangrove yang berlangsung semarak, karena hal ini merupakan pengalaman pertama bagi para siswa-siswi untuk melaksanakan kegiatan penanaman bibit mangrove ini.
“Kami telah melaksanakan kegiatan penanaman bibit mangrove jenis bakau. Ini merupakan pengalaman pertama bagi kami, acaranya sangat seru, karena kami becek-becekan,” kata Haldis dan Mikha (Siswa dan Siswi SD Hj. Isriati Baiturrahman 1 Semarang). “Semoga bibit yang ditanam tadi dapat tumbuh dan besar sehingga dapat menanggulangi bencana abrasi di sini,” tambahnya.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00–11.00 WIB ini berjalan dengan baik dan lancar yang ditutup dengan bersih diri dan foto bersama. (ADM/ARH/FAS/AP).