Batang – Mangrove Tag. Sebagai rangkaian kegiatan Program Tanam Pantau, yaitu kegiatan dan penanaman bibit mangrove di kawasan pesisir di Indonesia oleh PT Perusahaan Gas Negara (PT PGN) Tbk, Mangrove Tag kembali lakukan kegiatan pendampingan penanaman dan pemantauan bibit mangrove di Kendal kepada PT PGN. Rangkaian kali ini merupakan kegiatan lanjutan Program Tanam Pantau yang telah dilaksanakan di Batang. Kegiatan penanaman dilaksanakan di dua desa, yaitu Desa Margorejo dan Pidodo Kulon, Kendal. (17–18/9/2026).
Komitmen PT PGN melalui Program Tanam Pantau
Rangkaian kegiatan yang dilakukan secara rutin ini adalah bentuk komitmen dari PT PGN sebagai bentuk pengurangan emisi dari PT PGN, sekaligus mendukung rehabilitasi ekosistem mangrove dan upaya mengurangi dampak perubahan iklim melalui kegiatan penanaman dan pemantauan mangrove.
Selain itu, kegiatan ini juga merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang dilakukan dalam kegiatan penanaman dan pemantauan yang akan dilakukan secara berkelanjutan di kawasan Pantai Utara (Pantura) Jawa dan wilayah pesisir di Indonesia.
Penanaman dan Pemantauan Mangrove di Desa Pidodo Kulon, Kendal
Pada hari pertama tanggal 17 September 2026, kegiatan penanaman dan pemantauan bibit mangrove terlebih dahulu dilaksanakan di Desa Pidodo Kulon, Kendal. Kegiatan Penanaman dilaksanakan secara langsung oleh Mangrove Tag yang dibantu oleh Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Barakuda.

Proses penanaman hari pertama di Desa Pidodo Kulon, Kendal.
Penanaman dan pemantauan bibit mangrove hari pertama dimulai pada pukul 09.00–12.00 WIB yang tepatnya dilaksanakan di kawasan Pantai Pilangsari, Desa Pidodo Kulon, Kendal.
Penanaman dan Pemantauan Mangrove di Desa Margorejo, Kendal
Kemudian, pada hari kedua tanggal 18 September 2026 dilanjutkan dengan kegiatan penanaman dan pemantauan bibit mangrove di kawasan Pantai Muara Kencan, Kendal. Lokasi ini merupakan lokasi kedua kegiatan penanaman dan pemantauan bibit mangrove di Kendal.
Kegiatan tersebut diikuti oleh sekitar 30 orang yang berasal dari beberapa pihak. Pihak-pihak tersebut di antaranya PT PGN, Mangrove Tag, dan Pokmaswas Barakuda.

Pembukaan kegiatan seremonial di Kendal.
Kegiatan dibuka dengan pembukaan oleh master of ceremony (MC), yaitu Ega N. B. Utami yang membuka dengan pembacaan agenda pada hari itu. Kegiatan pertama adalah sambutan-sambutan yang disampaikan oleh perwakilan pihak.
Sambutan dari Perwakilan Berbagai Pihak
Sambutan pertama disampaikan oleh Bagus R. D. Angga (Direktur Program), dalam sambutannya disampaikan ucapan terima kasih kepada PT PGN yang telah menginisiasi rangkaian Program Tanam Pantau, Hijaukan Pesisir, Selamatkan Bumi di beberapa wilayah pesisir Indonesia.
Bagus juga menyampaikan harapannya bahwa kegiatan ini dapat memberikan manfaat baik secara langsung maupun tidak langsung kepada masyarakat dari menjaga pesisir dari bahaya abrasi dan manfaat lainnya. Agung Kusbiantoro (Group Head City Gas Project (CGP) PT PGN), dalam sambutannya menyampaikan bahwa Program Tanam Pantau ini merupakan komitmen dari PT PGN dalam mendukung upaya rehabilitasi mangrove dalam manfaatnya mengurangi dampak abrasi, Komitmen ini dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan yang dilaksanakan di wilayah pesisir Pantura Jawa.

Simbolisasi penyerahan bibit mangrove dengan giant check.
“Pada hari ini dilaksanakan kegiatan Program Tanam Pantau Mangrove di Kabupaten Kendal. Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan program tersebut yang dilaksanakan di pesisir Pantura Jawa. Program ini dilaksanakan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) yang akan direncanakan dalam jumlah ribuan bibit,” jelas Agung. “Harapannya ke depannya bersama dengan stakeholder terkait, yaitu pemerintah daerah, masyarakat, dan Non-Governmental Organization (NGO), hingga media kerja sama dan kolaborasi seperti ini dapat terus dilanjutkan secara berkelanjutan dalam kaitannya penjagaan dan rehabilitasi wilayah pesisir, sehingga masyarakat menjadi terlindungi dari adanya ancaman abrasi dan gelombang,” tambahnya.
Kegiatan yang berlangsung pada pukul 09.00–11.00 WIB ini kemudian dilanjutkan dengan penyampaian edukasi mangrove, tata cara penanaman mangrove, dan safety briefing oleh Agape L. Anthoni (Staf Koordinator Hubungan Masyarakat dan Lapangan) yang memberikan edukasi mengenai pengertian dasar, jenis-jenis, fungsi, dan manfaat mangrove, baik secara fisik, ekologi, dan ekonomi, serta peranan ekosistem mangrove dalam mitigasi perubahan iklim.

Perjalanan menuju lokasi penanaman di Pantai Muara Kencan, Kendal.
Ekosistem Mangrove Sebagai Ekosistem Penting
Agape juga menjelaskan berkaitan dengan tata cara penanaman bibit mangrove, yaitu dengan mengikatkan bibit mangrove di ajir dengan ikatan seperti angka delapan agar mangrove memiliki ruang tumbuh yang baik, namun tetap memiliki kekuatan dari gelombang dan pasang surut di wilayah pesisir.
“Selain itu, ekosistem mangrove merupakan ekosistem penting yang memiliki manfaat yang sangat besar, di antaranya fungsi fisik sebagai penahan abrasi, fungsi ekologi sebagai habitat keanekaragaman hayati, hingga fungsi ekonomi dalam pemanfaatannya secara langsung dan tidak langsung salah satunya dengan peningkatan produktivitas perikanan,” kata Agape. “Selanjutnya ternyata ekosistem mangrove merupakan ekosistem penyimpan karbon di mana ekosistem ini dapat menyimpan tiga hingga lima kali lipat lebih besar karbon dibandingkan hutan terestrial di daratan, sehingga dapat menjadi upaya mengurangi dampak perubahan iklim dengan tetap menjaga dan merehabilitasinya,” katanya lebih lanjut.
Kegiatan dilanjutkan dengan perjalanan menuju ke lokasi penanaman yang ditempuh dengan berjalan kaki menyusuri Pantai Muara Kencan berupa kawasan wisata Bahari yang dihiasi oleh pohon cemara yang berjejer di pinggir pantai dan dengan pemandangan laut yang luas di depannya.

Hasil penanaman bibit mangrove di Desa Margorejo, Kendal.
Para peserta tampak bersemangat dalam proses penanaman mangrove yang berlangsung. Peserta berharap bibit yang telah ditanam dapat tumbuh dengan optimal sehingga dapat memberikan manfaat yang nyata bagi lingkungan dan masyarakat.
“Kami senang sekali dapat mengikuti kegiatan penanaman bibit mangrove ini, karena kami sehari-hari bekerja di dalam ruangan. Jadi dengan kegiatan ini kami dapat memberikan kesempatan kepada kami mengunjungi alam dan menanam mangrove bersama. Kemudian, pengalaman ini merupakan pengalaman berharga bagi kami,” kesan Nurul, Dewi, dan Rehan (PT PGN). “Harapannya kegiatan seperti ini dapat diadakan kembali dan bibit mangrove yang telah ditanam dapat bermanfaat,” tambahnya.
Kegiatan berlangsung dengan lancar dan baik, serta ditutup dengan foto bersama setelah penanaman. (ADM/ARH/MRS/AP).