Batang – Mangrove Tag. Penanaman dan pemantauan mangrove merupakan salah satu upaya untuk melakukan penghijauan serta memulihkan kondisi ekosistem mangrove agar dapat kembali berfungsi secara optimal. Dalam rangka mendukung upaya tersebut, Mangrove Tag kembali melaksanakan kegiatan pendampingan dan pemantauan mangrove pada Program Tanam Pantau kepada PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PT PGN). Pada kegiatan penanaman dan pemantauan mangrove kali ini, bibit mangrove jenis Rhizophora mucronata sukses ditanam di kawasan pesisir Kuripan, Kabupaten Batang. (17/9/2026).
Penanaman dan Pemantauan Mangrove di Kuripan, Batang
Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh PT PGN Tbk dalam rangka mendukung rehabilitasi ekosistem mangrove dan upaya mengurangi dampak perubahan iklim melalui kegiatan penanaman dan pemantauan mangrove ini.

Pembukaan kegiatan Program Tanam Pantau di Batang.
Penanaman Mangrove sebagai Bagian dari Program Terintegrasi Pesisir
Kegiatan juga dilaksanakan dalam rangka program terintegrasi dalam pengelolaan pesisir di mana telah dilaksanakan penanaman juga berkaitan dengan padi biosalin. Penanaman padi biosalin sendiri merupakan bentuk kolaborasi dari PT PGN Tbk dengan berbagai lembaga dalam rangka menghidupkan kembali lahan-lahan tidur yang terdampak intrusi air laut di wilayah pesisir.
Selain itu, kegiatan ini juga merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang dilakukan dalam kegiatan penanaman dan pemantauan yang akan dilakukan secara berkelanjutan di kawasan Pantai Utara (Pantura) Jawa dan wilayah pesisir di Indonesia.
Kolaborasi Lintas Sektor untuk Rehabilitasi Ekosistem Pesisir
Kegiatan yang berlangsung pada pukul 09.00–11.00 WIB tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas sektor yang melibatkan berbagai pihak. Kegiatan ini dihadiri oleh Mangrove Tag, PT PGN, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jateng, Pemerintah Kabupaten Batang, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Batang, Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Batang, Kelompok Tani Hutan (KTH) Sari Subur I Desa Kuripan hingga pemerintah lokal setempat dengan jumlah sekitar 60 orang.

Simbolisasi dengan penyerahan giant check.
Kegiatan diawali dengan registrasi peserta dan tamu undangan yang hadir, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan utama berupa seremonial, penanaman, dan pemantauan bibit mangrove. Rangkaian kegiatan dipandu oleh master of ceremony (MC), yaitu Ega N. B. Utami (Staf Operasional Administrasi), yang membuka acara dan mengarahkan kegiatan selanjutnya, termasuk penyampaian sambutan dari perwakilan masing-masing pihak yang hadir.
“Kami merupakan Mangrove Tag sebagai bagian dari IKAMaT merupakan sebuah platform pendampingan penanaman dan pemantauan mangrove yang mengedepankan bentuk kolaborasi dengan mitra penanaman dan mitra kelompok tani di wilayah pesisir. Program kami berfokus pada rehabilitasi ekosistem pesisir, khususnya mangrove, di antaranya Program Tanam Pantau, Adopsi Mangrove, dan Tebus Karbon,” sambut Bagus R. D. Angga (Direktur Program). “Terima kasih kami ucapkan kepada pihak yang telah berkolaborasi bersama dalam rangka pelestarian ekosistem pesisir dan pemulihan dampak abrasi yang telah terjadi di wilayah pesisir. Dalam hal ini melalui kegiatan rehabilitasi ekosistem mangrove. Ekosistem mangrove merupakan salah satu ekosistem yang penting di wilayah pesisir dengan berbagai manfaat yang diberikannya,” tambahnya.

Perjalanan menuju lokasi penanaman.
Krisdyan W. Adhi (Division Head Corporate Social Responsibility (CSR) PT PGN) kemudian dalam sambutanya, menyampaikan bahwa kegiatan penanaman dan pemantauan mangrove yang dilaksanakan oleh PT PGN sebagai salah satu kegiatan rutin setiap tahun. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya PT PGN dalam mengurangi emisi karbon. Hal ini sejalan dengan adanya target yang telah ditetapkan, PT PGN berkomitmen untuk melaksanakan kegiatan tersebut secara berkelanjutan. Beliau berharap kegiatan ini akan terus berkembang dan berkelanjutan di semua wilayah di kawasan pesisir Indonesia.
Edukasi dan Teknik Penanaman Mangrove
Setelah sambutan-sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian edukasi mangrove, tata cara penanaman mangrove, dan safety briefing oleh Bambang J. Laksono (Staf Koordinator Hubungan Masyarakat dan Lapangan) yang memberikan edukasi mengenai pengertian dasar, jenis-jenis, fungsi, dan manfaat mangrove, baik secara fisik, ekologi, dan ekonomi, serta peranan ekosistem mangrove dalam mitigasi perubahan iklim.

Foto bersama sebelum proses penanaman bibit mangrove di lokasi penanaman.
Pengenalan Fungsi dan Manfaat Ekosistem Mangrove
Bambang juga menjelaskan bahwa ekosistem hutan mangrove memiliki kemampuan menyimpan karbon tiga hingga lima kali lebih besar dibandingkan dengan hutan hujan tropis di darat sehingga berperan penting dalam menghapus jejak emisi karbon di bumi.
“Penanaman mangrove kali ini dilakukan dengan metode tidak langsung di mana mangrove merupakan bibit yang telah mengalami proses penyemaian di bedeng persemaian. Bibit mangrove memiliki usia tiga bulan dengan tinggi 30–60 cm dan memiliki dua pasang daun atau lebih,” jelas Bambang. “Peralatan yang digunakan dalam penanaman di antaranya terdapat ajir bambu sebagai pembantu mangrove agar tetap bertahan dari dinamisnya wilayah pesisir, kemudian tali untuk mengikatkan bibit pada ajir dengan penalian angka delapan dalam rangka memberikan ruang tumbuh bagi bibit mangrove. Kemudian, tanah atau substrat digali setinggi tanah yang ada pada bibit sehingga tanah pembibitan dapat tertimbun sempurna,” jelasnya lebih lanjut.

Hasil penanaman bibit mangrove Program Tanam Pantau.
Pelaksanaan Penanaman di Pesisir Kuripan, Batang
Kegiatan dilanjutkan dengan perjalanan menuju ke lokasi penanaman yang ditempuh dengan berjalan kaki menyusuri Pantai Kuripan yang terkenal dengan suasana alaminya yang asri, berpadu dengan pasir hitam yang eksotis serta deretan pohon cemara rimbun di sepanjang pantainya.
“Kesan dari kami, walaupun hari ini cuacanya panas, tetapi kami senang dan bahagia sekali, karena yang terpenting adalah kebersamaan. Proses penanamannya juga seru dan mudah sekali sehingga juga dapat berbagi pengalaman dengan yang lainnya,” kesan Nurul dan Fitrya (PT PGN). “Harapannya semoga bibit mangrove ini dapat tumbuh dengan baik dan subur sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Selain itu, semoga program semacam ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan di setiap tahun di seluruh wilayah di Indonesia sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat,” tambahnya.
Kegiatan berlangsung dengan lancar dan baik, serta ditutup dengan foto bersama setelah penanaman. (ADM/ARH/MRS/AP).