Demak – Mangrove Tag. Mangrove Tag kembali sukses melaksanakan kegiatan pemantauan mangrove untuk mangrove hasil Program Pendampingan Penanaman dan Pemantauan 5.000 Bibit Mangrove kepada PT Permata Karya Jasa (PERKASA). Pemantauan kali ini merupakan pemantauan ketiga yang dilaksanakan setelah pemantauan pada bulan ke-3 dan bulan ke-6 di kawasan Mangrove Dukuh Tambak Gojoyo, Demak. (28/4/2026).
Skema penanaman yang dilaksanakan oleh PERKASA setahun yang lalu adalah Tebus Karbon. Bibit mangrove yang telah ditanam akan dihitung estimasi simpanan karbonnya sebagai bentuk tanggung jawab PERKASA yang telah mengeluarkan gas emisi dalam kegiatan operasionalnya. Bibit tersebut akan dipantau dan dihitung jumlah karbonnya selama periode yang telah ditentukan.
Langkah ini menjadi upaya dalam menebus jejak emisi karbon di bumi dalam upaya mengurangi dampak perubahan iklim yang terjadi. Hal ini dikarenakan ekosistem mangrove merupakan ekosistem yang mampu menyimpan karbon tiga hingga lima kali lebih besar dibandingkan hutan terestrial.
Selain itu, bibit mangrove yang telah ditanam diusahakan dapat memiliki kelulushidupan yang sempurna, yaitu 100%. Hal ini memungkinkan bibit mangrove dapat menyimpan karbon dengan lebih efektif. Apabila terdapat bibit mangrove yang mengalami kegagalan tumbuh akan dilaksanakan kegiatan penyulaman, yaitu penggantian bibit gagal tumbuh dengan bibit yang baru.
Pemantauan bibit mangrove kali ini merupakan pemantauan pertama yang dilaksanakan pada bulan ke-12 setelah penanaman, serta akan dilanjutkan sampai bulan ke-36 atau tahun ke-3. Skema Tebus Karbon memiliki kegiatan pemantauan yang terdiri atas kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) dengan tujuan untuk menilai keberhasilan penanaman dan memastikan bibit tumbuh optimal, penyulaman yang bertujuan untuk mengganti bibit yang gagal tumbuh dengan bibit baru, dan pengambilan data estimasi simpanan karbon dengan metode Tier-3.

Proses pengukuran ketinggian bibit mangrove untuk diolah menjadi nilai persentase pertumbuhan.
Kegiatan ini juga berfungsi untuk mengidentifikasi masalah sejak dini, seperti gangguan hama, abrasi, atau kondisi lingkungan yang tidak mendukung. Selain itu, hasil pemantauan digunakan untuk mengevaluasi dan memperbaiki metode penanaman agar lebih efektif. Data yang diperoleh juga menjadi dasar pelaporan dan pertanggungjawaban kepada pihak terkait.
Mangrove Tag yang diwakili oleh Bambang J. Laksono (Staf Koordinator Hubungan Masyarakat dan Lapangan) dan Rena Sagita (Staf Hubungan Masyarakat dan Lapangan) mulai melakukan pemantauan pada pukul 08.00 WIB.
Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa kondisi bibit mangrove yang sudah ditanam berhasil tumbuh baik dengan persentase kelulushidupan sebesar 90,36% untuk mangrove jenis Rhizophora stylosa dan sebesar 98,26% untuk jenis R. mucronata yang kemudian dilakukan penyulaman sehingga persentase kelulushidupan menjadi sebesar 100% untuk kedua jenis mangrove yang ditanam. Sedangkan nilai persentase pertumbuhan bibit mangrove mencapai 109,38% dan 68,18% dari tinggi bibit pada saat penanaman.

Kondisi bibit mangrove setelah satu tahun penanaman yaitu pada pemantauan bulan ke-12.
“Hari ini Tim Mangrove Tak kembali melaksanakan kegiatan pemantauan bibit mangrove, kali ini dilaksanakan untuk bibit mangrove hasil penanaman bersama PERKASA di Dukuh Tambak Gojoyo, Demak,” kata Bambang. “Hasil menunjukkan kelulushidupan dan pertumbuhan bibit yang sangat baik, terdapat beberapa bibit mangrove yang mengalami gagal tumbuh, tetapi kemudian dilakukan upaya penyulaman agar persentase kelulushidupan menjadi lebih optimal. Selain itu dengan tingginya persentase kelulushidupan, diharapkan bibit mangrove dapat lebih optimal dalam menyimpan karbon,” lanjutnya.
Rena juga menyampaikan terima kasih kepada PERKASA yang telah ikut serta dalam upaya mengurangi dampak perubahan iklim melalui penanaman mangrove. Melalui pemantauan ini, diharapkan hasil yang baik dapat memberikan kontribusi yang optimal dalam mendukung upaya tersebut.
Keseluruhan kegiatan pemantauan mangrove berlangsung dengan baik dan lancar yang ditutup dengan pendokumentasian kegiatan untuk pelaporan kepada mitra. (ADM/ARH/BJL/AP).