Bisa Tebus Jejak Emisi Karbon di Bumi, Hasil Pemantauan-Mangrove Bulan ke-6 Mangrove Tag April 2026: Persentase Kelulushidupan Bibit Mangrove PT Perusahaan Gas Negara Tbk di Lampung Timur Capai 100%

Lampung Timur – Mangrove Tag. Mangrove Tag kembali melaksanakan kegiatan lanjutan untuk Program Tanam Pantau-nya. Kegiatan tersebut adalah pemantauan bulan ke-6 setelah penanaman yang dilaksanakan berupa pendampingan oleh Mangrove Tag kepada PT Perusahaan Gas Negara (PT PGN) Tbk. Bibit yang telah ditanam enam bulan yang lalu adalah sebanyak 5.000 bibit mangrove di pesisir Desa Muara Gading Mas, Labuhan Maringgai, Lampung Timur. (22/8/2025). 

Pemantauan bibit mangrove merupakan kegiatan untuk menilai perkembangan dan memantau persentase kelulushidupan dan pertumbuhan bibit mangrove yang telah ditanam. Proses ini dilakukan secara berkala untuk mengetahui kondisi bibit, mendeteksi gangguan sejak dini, seperti serangan hama, abrasi, atau perubahan lingkungan, serta mengevaluasi efektivitas metode penanaman. 

Proses pemantauan kali ini, Mangrove Tag diwakili oleh Agape L. Anthoni (Staf Hubungan Masyarakat dan Lapangan), dengan kegiatan yang terdiri atas penyulaman dan monitoring dan evaluasi (monev). 

Penyulaman adalah proses penggantian bibit yang gagal tumbuh dengan bibit baru yang telah disiapkan sebelumnya, yaitu sebesar 30% dari jumlah bibit pada awal penanaman. Namun, dalam beberapa kondisi, tingkat keberhasilan penanaman sangat tinggi sehingga tidak terdapat bibit yang gagal tumbuh. Dalam situasi tersebut, bibit cadangan untuk penyulaman dimanfaatkan untuk menyempurnakan jumlah bibit yang ditanam. 

Kemudian, monev merupakan kegiatan berupa penghitungan bibit tumbuh dan gagal tumbuh, dan pengukuran tinggi bibit setelah tiga bulan. Hasil penghitungan dan pengukuran tersebut akan menghasilkan persentase kelulushidupan dan persentase pertumbuhan setelah tiga bulan penanaman. 

Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa kondisi bibit mangrove yang sudah ditanam berhasil tumbuh dengan sangat baik, bahkan mendukung tumbuhnya mangrove alami yang lain. Dalam praktiknya, penanaman bibit mangrove sering dikaitkan dengan konsep assisted succession

Kondisi hasil penanaman mangrove yang sangat baik di pesisir Lampung Timur.

Assisted succession merupakan pendekatan dalam restorasi ekosistem yang bertujuan mempercepat proses suksesi alami melalui intervensi manusia secara terbatas. Salah satu bentuk penerapannya adalah penanaman spesies pionir atau spesies kunci yang mampu memicu perkembangan ekosistem secara alami. 

Hal ini juga telah dilakukan pada kegiatan penanaman sebelumnya, yaitu dengan menanam mangrove jenis Avicennia marina sebagai spesies pionir. Jenis ini dikenal memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap kondisi lingkungan pesisir, sehingga dapat mendukung proses pemulihan ekosistem secara bertahap. 

“Hari ini saya melaksanakan kegiatan pemantauan bulan ke-6 untuk program penanaman dan pemantauan 5.000 bibit mangrove yang dilaksanakan oleh PT PGN di Lampung Timur. Pemantauan kali ini terdiri dari penyulaman dan monev terhadap bibit yang telah ditanam. Hasil yang didapatkan menunjukkan 3.500 bibit berhasil tumbuh dengan baik dengan tambahan 1.500 bibit hasil penyulaman menjadikan persentase kelulushidupannya mencapai 100%,” kata Agape. “Hal ini menandakan bahwa bibit yang telah ditanam dapat tumbuh secara optimal dikarenakan lokasi dan lingkungan penanaman sesuai dengan habitat aslinya. Semoga bibit yang berhasil tumbuh dengan baik ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan,” jelasnya. 

Agape yang mewakili Mangrove Tag juga menyampaikan ucapan rasa terima kasih kepada PT PGN yang telah berkontribusi dalam kegiatan rehabilitasi mangrove di pesisir Indonesia. Upaya ini menjadi salah satu upaya dalam mengurang dampak perubahan iklim yang hingga saat ini sudah terasa dampaknya. Dia juga berharap kegiatan ini dapat berlangsung secara berkelanjutan di masa yang akan datang. 

Keseluruhan kegiatan berjalan dengan baik dan lancar yang ditutup dengan pendokumentasian kegiatan untuk pelaporan program rehabilitasi ekosistem mangrove. (ADM/ARH/ALA/AP).