Bisa Hapus Jejak Emisi Karbon di Bumi, Hasil Pemantauan-Mangrove Bulan ke-3 Mangrove Tag Oktober 2025: Persentase Kelulushidupan Bibit Mangrove PT Kalimantan Jawa Gas di SMC Jateng, Semarang Capai 75,20%

Semarang – Mangrove Tag. Dalam rangka pemantauan bulan ke-3 program pendampingan penanaman dan pemantauan bibit mangrove, Mangrove Tag kembali melaksanakan kegiatan pemantauan bibit mangrove kepada PT Kalimantan Jawa Gas (KJG). Pada kegiatan kali ini, sebanyak 1.000 bibit mangrove jenis Rhizophora mucronata telah dipantau di Semarang Mangrove Center (SMC), Jawa Tengah (Jateng). (23/10/2025). 

Pemantauan Mangrove PT KJG di SMC Jateng, Semarang

Kegiatan pemantauan merupakan kegiatan yang berfungsi untuk mengidentifikasi permasalahan atau gangguan pada bibit mangrove, seperti gangguan hama, abrasi, atau kondisi lingkungan yang tidak mendukung. Selain itu, hasil pemantauan digunakan untuk mengevaluasi dan memperbaiki metode penanaman agar lebih efektif. Data yang diperoleh juga menjadi dasar pelaporan dan pertanggungjawaban kepada pihak terkait. 

Mangrove Tag memiliki metode pemantauan dengan dua kegiatan utama, yaitu penyulaman dan monitoring dan evaluasi. Penyulaman merupakan kegiatan yang dilakukan dengan mengganti bibit mangrove yang gagal tumbuh dengan bibit yang baru. Hal ini dilaksanakan untuk mengoptimalkan persentase kelulushidupan bibit mangrove itu sendiri. 

Kegiatan kedua dalah monitoring dan evaluasi (monev), kegiatan dilaksanakan dengan menghitung bibit yang berhasil tumbuh, gagal tumbuh, persentase kelulushidupan (survival rate), dan persentase pertumbuhan tinggi (growth rate). 

Kondisi bibit mangrove tumbuh baik dengan daun yang sehat.

Mangrove Tag diwakili oleh Rena Sagita (Staf Hubungan Masyarakat dan Lapangan) dan Anggoro D. B. Saputro (Staf Koordinator Operasional Media) yang mulai melaksanakan pemantauan mangrove pada pukul 08.00. 

“Pada hari ini, Mangrove Tag melanjutkan bagian dari kegiatan penanaman dan pemantauan bibit mangrove, yaitu pemantauan. Pemantauan dilaksanakan di kawasan tambak SMC Jateng, Semarang kepada PT KJG setelah tiga bulan dari kegiatan penanaman,” kata Rena. “Kegiatan yang dilaksanakan berupa penyulaman dan monitoring dan evaluasi untuk memastikan bibit mangrove dapat tumbuh dengan optimal sehingga dapat menjaga kawasan di SMC Jateng, Semarang dan bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya” jelasnya. 

Rena juga menyampaikan bahwa hasil pemantauan menunjukkan hasil yang sangat baik di mana persentase kelulushidupan mencapai 75,20% dari 1.000 bibit yang telah ditanam, nilai tersebut masuk dalam kategori yang baik untuk rehabilitasi ekosistem mangrove. Sedangkan persentase pertumbuhannya mencapai 27,91% dari tinggi awal saat penanaman. Dari hasil tersebut harapannya bibit mangrove akan tumbuh semakin baik kedepannya sehingga dapat menambah luasan mangrove di Indonesia serta dalam rangka upaya menghapus jejak emisi karbon di bumi. 

Pemantauan mangrove PT KJG menjadi tahapan penting untuk melihat perkembangan bibit setelah tiga bulan berada di kawasan pesisir SMC Jateng. Melalui kegiatan ini, Mangrove Tag dapat mencatat jumlah bibit yang tumbuh, bibit yang gagal tumbuh, persentase kelulushidupan, serta pertumbuhan tinggi bibit secara lebih objektif.

Dalam konteks rehabilitasi ekosistem pesisir, pemantauan mangrove PT KJG juga membantu tim lapangan mengetahui kondisi lingkungan yang memengaruhi pertumbuhan bibit. Data hasil penyulaman, monitoring, dan evaluasi menjadi dasar penting untuk menjaga keberhasilan program pada periode pemantauan berikutnya.

Melalui pemantauan mangrove PT KJG di SMC Jateng ini, Mangrove Tag berharap kegiatan rehabilitasi mangrove dapat terus berjalan secara konsisten, terukur, dan berbasis data lapangan. Capaian kelulushidupan 75,20% pada bulan ke-3 menjadi hasil positif yang menunjukkan bahwa bibit mangrove mampu tumbuh dengan baik di lokasi penanaman.

Ke depan, pemantauan berkala tetap diperlukan agar perkembangan bibit mangrove dapat terus tercatat secara objektif. Dengan penyulaman, monitoring, dan evaluasi yang tepat, program penanaman mangrove bersama PT KJG diharapkan dapat memberikan manfaat ekologis jangka panjang bagi kawasan pesisir Semarang.

Keseluruhan kegiatan berjalan dengan baik dan lancar yang ditutup dengan pendokumentasian kegiatan untuk pelaporan program rehabilitasi ekosistem mangrove. (ADM/ARH/RS/AP).