Bisa Hapus Jejak Emisi Karbon di Bumi, Hasil Pemantauan-Mangrove Mangrove Tag Maret 2024: Persentase Kelulushidupan Bibit Mangrove Jejakin dan CIMB di SMC Jateng Capai 95%

Semarang – Mangrove Tag. Mangrove Tag kembali melakukan program pemantauan mangrove di SMC Jateng. Kegiatan ini, dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui persentase kelulushidupan bibit mangrove sebagai hasil dari Program Pendampingan Penanaman dan Pemantauan 100 Bibit Mangrove yang sudah dilakukan oleh Mangrove Tag kepada Jejakin dan Commerce International Merchant Bankers (CIMB), beberapa waktu yang lalu. (25-3-2024).

Pemantauan kali ini merupakan tahap monitoring dan evaluasi (monev) yang dilakukan oleh Bambang J. Laksono  (Staf Manajer Humas dan Lapangan) dan Ega N.B. Utami (Staf Manajer Humas dan Lapangan), mulai pukul 09.00 – 10.00 WIB.

Monev dilakukan dengan melihat kondisi mangrove yang hidup, menghitung survival rate, growth rate, dan jumlah daun, dan mengukur kondisi parameter lingkungan di lokasi penanaman.

Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa kondisi bibit mangrove yang sudah ditanam oleh Mangrove Tag, Jejakin, dan CIMB di SMC Jateng berhasil tumbuh dengan baik.

Ega mengatakan bahwa bibit mangrove yang sudah ditanam memiliki persentase kelulushidupan yang tinggi, mencapai 95%, dengan persentase pertumbuhan dari awal penanaman hingga tiga bulan terakhir sebesar 30%.

Bibit mangrove yang berhasil tumbuh tampak mengalami perubahan, seperti batangnya bertambah tinggi dengan diameter membesar, cabangnya bercabang baru, dan daunnya melebar. Sementara itu, bibit mangrove yang gagal tumbuh, batangnya mengering dan daunnya berguguran.

“Dari 100 bibit yang kami tanam, hanya ada 5 bibit yang gagal tumbuh,” kata Ega. “Pertumbuhan tinggi bibit mangrove juga bagus, dan kondisi daunnya juga baik. Bibit mangrove juga mulai menunjukan pertambahan jumlah daun,” jelas Ega.

Ega menambahkan bahwa monev juga merupakan sebuah upaya dalam mempertahankan persentase kelulushidupan bibit mangrove agar optimal dan sebagai salah satu aksi nyata dari Jejakin dan CIMB untuk menghapus jejak emisi karbon di bumi, mencegah intrusi air laut, abrasi, dan erosi pantai.

Keseluruhan kegiatan berjalan dengan baik dan lancar, yang diakhiri dengan pendokumentasian kegiatan di lapangan untuk pembuatan laporan. (BJL/AP/ADM).