Hapus Jejak Emisi Karbon di Bumi, Mangrove Tag Lakukan Pendampingan Penanaman dan Pemantauan 400 Bibit Mangrove kepada Standard Chartered Bank, Semarang Branch di SMC Jateng

Semarang – Mangrove Tag. Mangrove Tag kembali melakukan kegiatan pendampingan penanaman dan pemantauan mangrove, kali ini kepada Standard Chartered Bank, Semarang Branch sebanyak 400 bibit. Kegiatan ini bertujuan untuk memperingati Hari Kemerdekaan ke-78 Republik Indonesia dan menghapus jejak emisi karbon di bumi. Acara penanaman juga dibantu oleh Kelompok Ngebruk Lestari (KENARI), selaku pegiat mangrove di Semarang Mangrove Center (SMC) Jawa Tengah (Jateng). (27/8/2023).

Acara diawali dengan pembukaan, sambutan, simbolisasi penyerahan bibit dan penanaman-mangrove bersama, yang dimulai dari pukul 09.00 – 11.00 WIB. Maya Ika Chandra (Branch Manager Standard Chartered Bank, Semarang Branch) mengucapkan terima kasihnya kepada Mangrove Tag dan KENARI yang sudah mengizinkan dan mendampingi kegiatan penanaman 400 bibit mangrove di SMC Jateng.

“Harapan saya, semoga bibit mangrove yang kami tanam akan dapat tumbuh subur sehingga bermanfaat bagi lingkungan pesisir di SMC Jateng ini,” kata Maya.

Simbolisasi penyerahan bibit mangrove.

Anwar Nuardi (Ketua KENARI) mengapresiasi kegiatan penanaman mangrove dari  Standard Chartered Bank, Semarang Branch dan Mangrove Tag, sembari berharap bahwa dengan adanya kegiatan penanaman mangrove ini, maka akan menjadikan kawasan mangrove di pesisir SMC Jateng lebih hijau dan rindang lagi.

“Terima kasih Standard Chartered Bank, Semarang Branch yang menyempatkan waktunya untuk mengunjungi SMC Jateng dan membantu pelestarian lingkungan mangrove di desa kami,” ujar Anwar.

Menanam mangrove bersama.

Paspha Ghaishidra Muhammad Putra (Manajer Hubungan Masyarakat) mengatakan bahwa mangrove bermanfaat secara fisiologi, ekologi dan ekonomi. Dia juga berterima kasih kepada Standard Chartered Bank, Semarang Branch karena sudah mendukung upaya pelestarian mangrove di SMC Jateng.

“Ada beberapa jenis mangrove yang bisa diolah menjadi produk olahan bukan kayu, seperti batik, jajanan, dan kopi mangrove. KeSEMaT bahkan sudah berhasil mendirikan warga binaan yang mengolah ketiga produk mangrove tersebut di SMC Jateng,” ujar Paspha. “Selanjutnya, bibit mangrove yang telah ditanam ini, akan kami pantau persentas kelulushidupanny pada bulan ketiga setelah penanaman,” lanjutnya.

Keseluruhan acara berjalan dengan baik dan lancar yang ditutup dengan bersih diri dan foto bersama. (BJL/AP/ADM).