Bisa Hapus Jejak Emisi Karbon di Bumi, Persentase Kelulushidupan Bibit Mangrove Telkom Indonesia di SMC Jateng Capai 50,94%

Semarang – Mangrove Tag. Mangrove Tag kembali melakukan program monitoring bibit mangrove di Semarang Mangrove Center (SMC) Jawa Tengah (Jateng). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan penanaman 20.000 bibit mangrove yang sudah dilakukan oleh Telkom Indonesia, Benih Baik, IKAMaT dan Mangrove Tag, beberapa waktu yang lalu. (27/8/2023).

Pemantauan dilakukan di enam titik lokasi penanaman, yang dimulai dari tambak hingga pesisir laut. Kegiatan yang dilakukan, yaitu menghitung jumlah bibit mangrove yang gagal tumbuh, kemudian dibandingkan dengan jumlah bibit mangrove di awal penanaman.

Bambang Jati Laksono (Staf Manajer Hubungan Masyarakat), selaku perwakilan dari Mangrove Tag yang melakukan monitoring, mengatakan bahwa bibit mangrove sudah mengalami perubahan, mulai dari tinggi, jumlah daun, kondisi kesehatan dan kelulushidupannya.

Hasil penanaman mangrove Telkom Indonesia.

“Pada saat monitoring, terdapat enam titik lokasi penanaman mangrove milik Telkom Indonesia yang mangrovenya menunjukkan growth rate dan survival rate yang bervariasi,” kata Bambang. “Untuk kelulushidupan bibit mangrove, mulai dari 99,11%, 84,44%, 52,86%, 40%, 28% dan 1,25%. Jika dirata-rata, maka persentase kelulushidupan penanaman mangrove Telkom Indonesia ini mencapai 50,94%, dengan rata-rata persentase pertumbuhan dari awal, penanaman hingga enam bulan terakhir sebesar 16,11%,” tambahnya.

Bambang menambahkan bahwa kegiatan monitoring mangrove ini, juga merupakan sebuah upaya dalam mempertahankan persentase kelulushidupan bibit mangrove agar optimal dan sebagai salah satu aksi nyata dari Telkom Indonesia dan Benih Baik untuk menghapus jejak emisi karbon di bumi.

Bambang menambahkan bahwa bibit mangrove yang ditanam di tambak dekat pemukiman dan bibit mangrove yang ditanam di pesisir SMC Jateng berhasil tumbuh dengan baik.

Proses pengukuran tinggi bibit mangrove.

“Bibit mangrove yang berumur satu tahun, sudah terlihat membentuk akar tunjang dan daunnya juga banyak,” ujar Bambang. “Namun demikian, ada juga bibit mangrove yang gagal tumbuh yang berada di tambak dekat laut, karena karena tergerus gelombang tinggi,” lanjutnya.

Keseluruhan kegiatan yang dimulai dari pagi hingga sore hari ini, berjalan dengan baik dan lancar, yang diakhiri dengan pendokumentasian kegiatan di lapangan untuk pembuatan laporan. (BJL/ADM).